Nyamuk Aedes aegypti menularkan virus dengue penyebab demam berdarah. Foto: Go4healthylife

Gulalives.com, JAKARTA – Jika di luar negeri, khususnya di negara Amerika Latin dan sekitarnya sedang sibuk memerangi virus Zika yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti, di Indonesia, khususnya Provinsi Sulawesi Selatan sedang menghadapi Kondisi Luar Biasa (KLB) Demam Berdarah Dengue (DBD) di lima kabupaten wilayahnya.

Penetapan itu menyusul adanya jatuh korban meninggal akibat DBD.

Dari catatan Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan, di Sulsel sudah ada 4 warga yang meninggal karena DBD. Keempat warga itu di kisaran 5-15 tahun yang tersebar di Pangkep, Bulukumba , dan Gowa.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Sulsel, Nurul AR, menyebutkan 5 daerah yang sudah dinyatakan KLB  DBD adalah Luwu Utara, Pangkep, Bulukumba, Wajo, dan Gowa.

Waspadai gejala demam berdarah. Foto: Gudangkesehatan
Waspadai gejala demam berdarah. Foto: Gudangkesehatan

Menurut Nurul, penanggulangan kasus DBD yang sudah masuk KLB sudah diinstruksikan oleh Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo ke 24 pemda kabupaten/kota di Sulsel.

Apa yang dimaksud dengan demam berdarah?

Harus dibedakan antara pengertian demam dengue dan demam berdarah dengue. Demam dengue adalah demam virus akut yang disertai sakit kepala, nyeri otot, sendi dan tulang, penurunan jumlah sel darah putih dan ruam-ruam. Sedangkan demam berdarah dengue (dengue hemorrhagic fever/DHF) adalah demam dengue yang disertai pembesaran hati dan manifestasi perdarahan.

Pada keadaan yang parah bisa terjadi kegagalan sirkulasi darah dan pasien jatuh dalam syok hipovolemik akibat kebocoran plasma. Keadaan ini disebut dengue shock syndrome (DSS), demikian menurut laman Mayoclinic.org.

Panas tinggi salah satu gejala demam berdarah. Foto: Penabiru
Panas tinggi salah satu gejala demam berdarah. Foto: Penabiru

Seperti apa gejala demam berdarah?

Infeksi oleh virus dengue menimbulkan variasi gejala mulai sindroma virus nonspesifik sampai perdarahan yang fatal. Gejala demam dengue tergantung pada umur penderita.

Pada bayi dan anak-anak kecil biasanya berupa demam disertai ruam-ruam. Pada anak-anak yang lebih besar dan dewasa, bisa dimulai dengan demam ringan atau demam tinggi (>39 derajat Celsius) yang tiba-tiba dan berlangsung selama 2 – 7 hari, disertai sakit kepala hebat, nyeri di belakang mata, nyeri sendi dan otot, mual-muntah dan ruam-ruam.

Bintik-bintik perdarahan di kulit sering terjadi, kadang kadang disertai bintik-bintik perdarahan di farings dan konjungtiva. Penderita juga sering mengeluh nyeri menelan, tidak enak di ulu hati, nyeri di tulang rusuk kanan dan nyeri seluruh perut. Kadang-kadang demam mencapai 40 – 41 derajat C dan terjadi kejang demam pada bayi.

Kenali gejala demam beradarah. Foto: Shutterstock
Kenali gejala demam beradarah. Foto: Shutterstock

Sedangkan demam berdarah dengue (DBD) adalah komplikasi serius dengue yang dapat mengancam jiwa penderitanya, ditandai oleh demam tinggi yang terjadi tiba-tiba.

Saat ini Indonesia menduduki peringkat kedua penderita DBD setelah Brazil. Bahkan menurut data Kementrian Kesehatan tahun 2009-2011 jumlah kematian akibat DBD di Indonesia mencapai 1.125 kasus. Data tersebut sekaligus menempatkan Indonesia di Asia Tenggara sebagai negara tertinggi dalam kasus penyakit DBD.

Gejala demam berdarah umumnya akan terlihat pada tiga hingga empat belas hari setelah masa inkubasi dan biasanya diawali dengan demam yang bisa mencapai suhu 41 derajat Celsius. Masa inkubasi adalah jarak waktu antara virus pertama masuk ke dalam tubuh sampai gejala pertama muncul.

Penyebab DBD adalah virus dengue dan menyebar ke manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Artinya DBD tidak bisa menular langsung dari seseorang ke orang lain tanpa perantara nyamuk tersebut. Nyamuk Aedes aegypti biasanya berkembang biak di daerah berpenduduk tinggi (seperti di kota-kota besar) yang memiliki iklim lembab dan hangat.

Jika seseorang mengalami gejala seperti flu dan demam selama lebih dari satu minggu, sebaiknya periksakan diri ke dokter. Ciri-ciri spesifik dari gejala DBD, yaitu demam tinggi hingga mencapai 41 derajat Celsius, sakit kepala, nyeri sendi, otot, dan tulang, hingga rasa sakit di belakang mata.

Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan darah untuk mengetahui apakah ada virus dengue di dalam tubuh kita.

Bagaimana mengobati demam berdarah?

Tidak ada obat-obatan khusus untuk mengobati DBD, namun gejala penyakit ini bisa diatasi dengan meminum banyak cairan, istirahat, dan mengonsumsi parasetamol.

Ruam salah satu penanda demam berdarah. Foto: shutterstock
Ruam salah satu penanda demam berdarah. Foto: shutterstock

Meski hanya terjadi pada segelintir kasus, DBD bisa berkembang menjadi sebuah komplikasi yang lebih serius, yang disebut sebagai DBD berat.

DBD berat bisa menyebabkan penderitanya mengalami penurunan tekanan darah atau syok, kerusakan organ, serta pendarahan. Inilah yang disebut dengan dengue shock syndrome.

Oleh karena itu segera bawa penderita DBD berat ke rumah sakit untuk ditangani secepatnya karena dikhawatirkan bisa berujung kepada kematian jika terlambat ditangani. (VW)