Gulalives.com, JAKARTA – Kamu hobi nenggak teh hijau dengan tujuan menurunkan berat badan? Hati-hati. Alih-alih kurus, minum teh hijau dalam jumlah banyak malah bisa mendatangkan penyakit.

Jangan sampai kita mengalami nasib seperti seorang remaja usia 16 tahun dari Yaman yang tak disebutkan namanya. Gadis ini membeli 200 kantong teh hijau secara online dan minum tiga cangkir sehari untuk menurunkan berat badan.

Remaja ini memang memiliki masalah kelebihan berat badan. Namun selama ini dia sehat-sehat saja dan tidak memiliki riwayat penyakit serius. Namun keluhan mulai datang setelah ia membeli teh hijau secara online dan rutin meminumnya.

Teh Hijau Bisa Jadi Penyebab Penyakit Hepatitis
Secangkir teh hijau. source : www.shutterstock.com

“Saya telah membeli teh hijau melalui internet untuk menurunkan berat badan,” kata gadis itu. “Berat badan saya turun beberapa pon, tapi saya kemudian mulai mengalami sakit yang mengerikan di daerah sendi, dan merasa sangat pusing dan sakit,” kata di gadis yang tak disebutkan jadi dirinya seperti dilansir laman TechTimes.

Gadis itu mengalami mual, pusing dan menderita nyeri sendi dan perut. Pada awalnya, dokter mengira itu adalah infeksi saluran kemih belaka (UTI) dan diresepkan antibiotik. Namun setelah minum antibiotic dua dosis, kulitnya berubah menjadi kuning dan gejalanya makin memburuk, yang akhirnya membuatnya harus menjalani perawatan di Birmingham University Hospital.

Tim medis akut awalnya mencurigai adanya hepatitis, infeksi virus pada hati, tetapi kesulitan menentukan penyebabnya. Remaja ini membantah minum alkohol atau penyalahgunaan narkoba, tidak hamil, tidak mengambil obat tanpa resep dan tidak pernah ke luar negeri.

Hanya ketika di gadis menyebutkan mengenai kebiasaan minum teh hijau, dokter membuat kemajuan dalam mengobati penyakitnya. Selain melarang asupan teh hijau lebih lanjut, pasien remaja ini dirawat dengan cairan intravena (cairan infus) dan obat anti-inflamasi (anti-peradangan) untuk membantu mengurangi pembengkakan hati.

Dalam beberapa hari tanpa minum teh hijau, dia cepat pulih dan fungsi hatinya kembali normal.

Secangkir teh hijau
Secangkir teh hijau

Dr Sebastian Thomas Lugg dan rekan penulis, dalam laporannya menyebutkan, teh hijau dalam hal ini menjadi pelaku utama (juga beberapa pasien lain) dalam gangguan kesehatan yang dialami remaja putri ini.

“Hepatotoksisitas (keracunan hati) telah banyak dihubungkan dengan teh hijau, dengan kasus yang dilaporkan akibat konsumsi ekstrak etanol (sejenis alkohol), daun teh bubuk dan infus,” tulis Lugg dalam laporan.

Lugg menambahkan, bagaimanapun, teh hijau itu sendiri mungkin tidak sepenuhnya bisa disalahkan. Sebaliknya, kasus keracunan hati bisa disebabkan oleh bahan kimia lainnya atau proses yang terlibat dalam pembuatan kantong teh yang dijual secara komersial, terutama teh yang digunakan untuk tujuan menurunkan berat badan.

Untuk pasien, seluruh pengalaman itu berdampak menakutkan dan sekaligus mencerahkan. “Saya sangat takut ketika dirawat di rumah sakit dan harus menjalani banyak tes,” kenang gadis itu. “Saya tidak sepenuhnya memahami apa yang sedang terjadi pada saat itu. Sekarang saya bisa melihat itu pasti karena teh yang saya minum.”

Dia bertekad tidak akan pernah lagi membeli teh secara online atau pil penurunan berat badan lagi, dan memperingatkan orang-orang agar belajar lebih banyak tentang apa yang mereka beli dan potensi efek samping yang mungkin timbul.

Nah, pengalaman gadis remaja ini sebaiknya jadi pembelajaran kita juga, Girls, agar tidak sembarangan membeli dan mengonsumsi bahan yang semula kita anggap ’aman’ padahal mungkin ada potensi bahaya tersembunyi di baliknya. Selalu waspada, dan bersikap hati-hati mengonsumsi segala sesuatu ya. (VW)

LEAVE A REPLY