Mejeng di Stamford Bridge, stadion sepakbola kebanggaan Chelsea.

Gulalives.com, JAKARTA – Entah ini kebetulan atau tidak, seolah ada misteri pada jumlah negara yang telah dikelilingi oleh Deni Aprianto. Seperti yang udah Gulalives beritakan sebelumnya, di usianya yang baru 25 tahun, master solo traveling ini telah mengunjungi 52 negara yang ada di dunia. Kalau angka 25 itu di balik, hasilnya berapa? Ahaaa… angka 52.

Okaaay itu sekadar intermezzo aja buat anda yang udah nggak sabar menunggu sekuel kisah Deni Aprianto dalam mengelilingi dunia. Penasaran kan negara apa aja yang pernah ia singgahi?

Deni sangat menikmati keindahan Gulfoss, air terjun cantik di Islandia.
Deni sangat menikmati keindahan Gulfoss, air terjun cantik di Islandia.

Baiklah, berikut Gulalives rinci satu per satu deh …

  1. Albania
  2. Austria
  3. Belgium
  4. Bosnia and Herzegovina
  5. Bulgaria
  6. Croatia
  7. Czech Republic
  8. Denmark
  9. England
  10. Estonia
  11. Finland
  12. France
  13. Germany
  14. Greece
  15. Hungary
  16. Iceland
  17. Italy
  18. Kosovo
  19. Latvia
  20. Lithuania
  21. Macedonia
  22. Montenegro
  23. Netherlands
  24. Norway
  25. Poland
  26. Portugal
  27. Russian Federation
  28. Scotland
  29. Slovakia
  30. Slovenia
  31. Spain
  32. Sweden
  33. Switzerland
  34. Turkey
  35. Vatican City State
  36. Wales
  37. Brunei Darussalam
  38. Cambodia
  39. China
  40. Hong Kong
  41. India
  42. Japan
  43. Laos
  44. Macao
  45. Malaysia
  46. Myanmar
  47. Nepal
  48. Philippines
  49. Singapore
  50. South Korea
  51. Thailand
  52. Viet Nam

“Semua negara itu saya jelajahi mulai tahun 2011. Dari 52 negara, saya udah mengunjungi 100 kota di Eropa dan Asia dengan solo traveling,” ungkap pria kelahiran Kediri 25 April 1990 ini.

Whaaat? Keliling ke 52 negara hanya dalam 4 tahun! Keren sangaaadh lah buat bro Deni Aprianto. Solo Traveling atau kegiatan berwisata sendirian, memang sedang populer akhir-akhir ini. Menurut sebuah survey yang dilansir dari Visa Global Travel Intentions Study 2015, terdapat 24 persen wisatawan melakukan wisata sendiri ketika musim liburan. Fakta mengejutkan didapat dari hasil Survei Trip Advisor terbaru. Pelaku solo traveling bukan hanya didominasi kaum pria, kaum wanita pun mulai bermunculan. Sebanyak 48 persen wanita di Asia Tenggara (Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Thailand) mengakui pernah berwisata sendiri sebelumnya. Statistik ini meningkat 12 persen ketimbang tahun lalu yaitu 36 persen.

Deni ketika berada di Bryrup, Denmark.
Deni ketika berada di Bryrup, Denmark.

Bagaimana cara Deni Aprianto mengatasi kerinduan kepada keluarga saat berada di luar negeri dalam waktu cukup lama? Apa gak diprotes sama pacarnya gitu? Atau LDR-an?

“Haha, kebetulan saya masih single. Mumpung saya belum berkeluarga, ya puas-puasin dulu deh masa mudanya. Ibu juga mensupport hobi saya ini,” urai alumnus Fakultas Hukum Universitas Jayabaya ini membuka kartunya. Ladies, ternyata Deni Aprianto masih single tuuuh.

Sebuah petualangan yang lumayan menantang, traveling sendirian ke luar negeri. Apa dia nggak pernah diganggu sama orang-orang jahat seperti pencopet, perampok, gangster, dan sebagainya?

Pose ganteng dulu di Stadion sepakbola Gdynia, Polandia.
Pose ganteng dulu di Stadion sepakbola Gdynia, Polandia.

“Oh waktu saya mau nonton sebuah pertandingan sepakbola di Polandia. Asli, itu pengalaman saya yang paling menegangkan. Waktu itu saya dan seorang teman mau masuk stadion dengan membeli tiket nonton bola yang murah. Begitu mau masuk, kami dicegat oleh beberapa orang berpostur tinggi dan berambut plontos. Tampangnya seram-seram deh. Leher saya tiba-tiba dicekek dari belakang dan badan saya didorong-dorong. Dengan bahasa mereka, saya dimaki-maki dan saya disuruh ke luar. Saya diintimidasi habis-habisan lah sama hooligans. Akhirnya saya menyerah, lalu keluar dan tetep nonton dari gate sebelah,” curhat pria yang beberapa waktu lalu diundang sebagai pembicara di Pameran Gelar Karya UMKM 2015 Kota Depok.

“Pulang nonton bola, saya cari bus menuju Berlin. Sampai di sana, saya cerita ke teman tentang apa yang saya alami. Teman saya bilang, ‘Kamu masih beruntung. Untung nggak sampai dipukul dan masuk rumah sakit’. Ternyata saya baru tahu kalau masyarakat Eropa Timur itu khususnya supporter sepakbola garis keras di Polandia, malas melihat orang non kulit putih,” imbuh Deni Aprianto yang punya cita-cita untuk menuangkan pengalaman keliling dunia nya ke dalam sebuah buku.

Ada lagi sih sebenarnya beberapa celotehan seru dari Deni Aprianto, salah satunya tentang eksotisme wanita-wanita di setiap negara yang ia singgahi. Waaaaw! Penasaran??? (VD)

LEAVE A REPLY