efek suntik putih_www.wisegeek.com

Gulalives.com, JAKARTA – Metode pemutihan kulit yang digandrungi karena membuahkan hasil instan adalah suntik putih, yang dilakukan dengan menyuntikkan cairan khusus ke pembuluh darah.

Cairan ini mengandung vitamin C dan biasanya dikombinasikan dengan bahan-bahan lainnya, seperti glutathione dan juga kolagen.

Vitamin C sejak lama diketahui memiliki banyak manfaat, antara lain mencerahkan kulit dan kaya akan antioksidan untuk meningkatkan produksi kolagen. Sedangkan glutathione, bahan ini sejatinya diproduksi secara alami di dalam tubuh. Namun seiring pertambahan usia, produksi glutathione pada tubuh menurun.

efek suntik putih_www.belanjaalkes.com
efek suntik putih_www.belanjaalkes.com

Keberadaan glutathione pada tubuh bisa menghambat produksi melanin. Seperti yang kita tahu, makin banyak pigmen melanin, maka tampilan kulit akan menjadi lebih gelap. Bukan hanya menghambat produksi melanin, glutathione juga berfungsi menangkal radikal bebas dan menjaga sistem kekebalan tubuh.

Apabila kolagen dilibatkan dalam suntik putin, tujuannya tak lain untuk menjaga kekenyalan wajah. Sama halnya seperti glutathione, kolagen juga diproduksi oleh tubuh, namun jumlahnya bisa menurun seiring pertambahan usia. Akibatnya, elastisitas kulit menurun dan memunculkan jejak garis halus di wajah.

Risiko Suntik Putih

Mengingat suntik putih ini memiliki risiko, maka harus dilakukan oleh ahlinya, katakanlah dokter. Pasalnya, dosis penggunaan yang terlalu besar akan menimbulkan berbagai masalah.

Dosis yang dipakai dalam satu ampul suntik putih – volume 5ml – sangat tinggi, yaitu sekitar 1000 hingga 1800 mg. Padahal tiap harinya, tubuh orang dewasa hanya memerlukan asupan vitamin C sebanyak 40 mg.

Jadi, jika tiba-tiba ada asupan lebih dari 1000 mg dalam tubuh, bisa memberikan efek negatif seperti sakit kepala, sakit perut, mual, insomnia, diare, perut kembung, dan batu ginjal.

Yang juga perlu dicermati, penggunaan gluthatione dalam dosis tinggi, terutama melalui metode suntikan bisa berdampak buruk pada kesehatan. Memang sih, kadar glutathione yang tinggi mungkin bisa mempunyai efek antioksidan, namun risiko terkena penyakit serius bisa saja terjadi jika penggunaan dosis tinggi ini dilakukan dalam jangka panjang.

Selain itu, injeksi kolagen ke tubuh dalam jumlah besar, apalagi jika dilakukan dalam jangka panjang bisa saja memiliki dampak –meski efek jangka panjang injeksi kolagen ke dalam tubuh belum memadai.

Cara Minimalkan Risiko Suntik Putih

Meskipun memiliki risiko, suntik putih tetaplah menjadi salah satu cara yang diminati untuk mendapatkan kulit lebih cerah kinclong. Untuk meminimalkan efek samping yang tak diinginkan dari suntik putih, ikutilah sejumlah daran berikut ini:

1. Pilih dokter yang tepercaya. Jangan sembarangan memilih tempat suntik putih karena alasan murah. Pastikan melakukan suntik putih hanya dengan dokter profesional terlatih. Sangat tak disarankan melakukan suntik putih dengan pekerja salon dengan kemampuan terbatas atau demi iming-iming harga murah. Jangan sampai menyesal di belakang.

2. Pentingnya pemeriksaan kesehatan. Dokter yang berkualitas pasti akan mengecek riwayat kesehatan kamu sebelum melakukan tindakan medis apa pun. Jika individu yang akan melakukan suntik putih memiliki riwayat gangguan kesehatan tertentu, seperti memiliki asam urat tinggi, penyakit ginjal, penyakit hati, atau penyakit kronis lainnya, dokter biasanya akan menimbang risiko yang bisa terjadi akibat penggunaan dosis vitamin C yang tinggi.

Selain itu, tes kulit juga akan dilakukan untuk mengetahui apakah tubuh kamu cocok dengan bahan-bahan suntik putih yang akan digunakan. Setelahnya, dokter biasanya akan menunggu selama kurang lebih sebulan untuk melihat apakah ada reaksi negatif pada kulit.

3. Produk suntik putih teregistrasi di badan berwenang. Penting untuk menanyakan kepada dokter apakah produk untuk suntik putih telah memiliki izin edar dan terdaftar di badan berwenang, di Indonesia biasanya terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Apabila belum, hal ini perlu perhatian ekstra. Jika tak yakin, mendingan membatalkan saja suntik putih ketimbang muncul efek samping yang tak diharapkan – apabila katakanlah produk suntik putih itu ternyata belum terdaftar di BPOM.

Satu hal lagi: Jangan lebay melakukan suntik putih. Ikuti saran dokter. Tujuannya tentu saja untuk meminimalkan efek samping yang mungkin timbul di kemudian hari.

Cantik dengan kulit putih memang perlu, tapi tak usahlah sampai mengabaikan risiko yang mungkin muncul pada kesehatanmu, Ladies. (VW)

LEAVE A REPLY