Gulalives.co, Bogor – Sebagai sebuah negara komunis, banyak orang yang kemudian mengartikan China sebagai negara yang anti agama. Meskipun hal ini tidak sepenuhnya salah karena kontrol atas kegiatan beragama memang sangat ketat di sana di samping masih terjadinya penindasan atas kaum beragama minoritas (contohnya muslim Uyghur), tetapi terdapat lima organisasi keagamaan yang diakui pemerintah di sana. Salah satunya adalah Islam Association of China.

Diprediksi jumlah masjid di China akan bertambah seiring perkembangan ekonomi China, terutama di provinsi yang mayoritas Muslim seperti di Xinjiang dan Ningxia, serta provinsi  yang ada penduduk Muslimnya. Dari banyaknya masjid di China kali ini gulalives akan merangkum 4 masjid paling terkenal di China yang sering dikunjungi baik dalam dan luar negeri.

1. Masjid Agung Xining

Masjid Agung Xining

Pertama kali dibangun pada abad ke-13, masjid ini merupakan salah satu masjid tertua di China yang terletak di kota Xining, provinsi Qinghai. Kompleks masjid ini menempati area dengan total seluas 12 km persegi, di mana selain bangunan masjid yang super megah juga terdapat madrasah, pemandian umum, penginapan bagi para musafir, dapur, dan lapangan yang mampu menampung lebih dari 20.000 jamaah yang selalu penuh saat shalat Jum’at.
Selain sebagai masjid terbesar di provinsi Qinghai, Masjid Agung Xining juga tercatat sebagai obyek wisata sekaligus institusi pendidikan agama Islam terbesar di China. Ketika kamu berkunjung ke sana, kamu bakal disambut dengan gapura berbentuk setengah lingkaran yang merupakan ciri khas arsitektur China, sementara di belakangnya berdiri dua menara kembar dengan kubah di puncaknya yang menjadi ciri khas Arab. Di dalam kompleks masjid sendiri juga banyak terdapat kaligrafi huruf Arab dan China yang dipahat seniman muslim China ratusan tahun yang lalu.

2. Masjid Raya Xi’an

Masjid Raya Xi’an

Mesjid Raya Xi’an adalah sebuah mesjid sangat unik, terbesar, dan tertua terletak di kota Chang’an yang kini lebih dikenal dengan kota Xi’an.Bentuk bangunannya lebih menyerupai kuil daripada bangunan mesjid pada umumnya. Karenannya menjadi salah satu mesjid dengan arsitektur paling indah di dunia. Pada tahun 1988 pemerintah China menetapkan-nya sebagai salah satu bangunan bersejarah terpenting di China. Menurut catatan sejarah yang tertulis pada ukiran kayu bagian interiornya, Mesjid Raya Xi’an didirikan tahun 742, pada zaman Dinasti Tang(618-907), di tahaun pertama pemerintahan kaisar Tian Bo. Saat itu banyak pedagang dari Arab dan Persia mendatangi China melalui Jalur Sutra.
Mesjid ini berdiri di area seluas 12.000-13.000 m2. sedangkan bangunan mesjidnya mempunyai luas yang lebih dari 6.000 m2. Areal mesjid berbentuk empat persegi panjang, memanjang dari Timur ke Barat dan terbagi menjadi empat area.

3. Masjid Agung Hohhot

Masjid Agung Hohhot

Jika Kamu mengira bangunan ini adalah sebuah kelenteng. maka Kamu salah besar karena meskipun mempunyai atap yang mirip pagoda tetapi bangunan ini adalah Masjid Agung Hohhot, masjid terbesar muslim Hui di Inner Mongolia, China. Bagian depan masjid ini dibangun seutuhnya dari bata hitam pada masa dinasti Qing (1644-1911) sedangkan bagian belakangnya dengan nuansa yang lebih modern dan berukuran jauh lebih besar adalah hasil renovasi.
Hal yang paling fenomenal dari masjid ini adalah di dalamnya terpahat kaligrafi 30 juz Al-Qur’an selain pemkamungan kota yang sangat indah jika dilihat dari menara heksagon masjid setinggi 15 meter. Suku Hui sendiri adalah salah satu etnis muslim China yang mengakar sejak ratusan tahun yang lalu dan memberikan sumbangan yang tidak sedikit pada budaya China sekarang ini. Salah satunya adalah seni bela diri muslim China.

4. Masjid Huai-Sheng

Masjid Huai-Sheng

masjid Huai-Sheng ini adalah “Masjid Rindu Nabi Muhammad”. Dinamakan demikian karena para pendatang Arab muslim yang datang di China rentang waktunya masih dekat dengan masa Nabi. Boleh jadi para pendatang Arab muslim itu masuk Islam pada zaman Nabi masih hidup, untuk mengobati rasa rindu mereka terhadap Nabi, maka masjid yang mereka dirikan diberi nama demikian.

Masjid ini sebagaimana masjid-masjid di China lainnya tidak hanya dibuka pada waktu shalat dan untuk mendengarkan ceramah saja. Bahkan masjid digunakan juga untuk prosesi akad nikah, mengurus jenazah, mendamaikan orang yang berseteru, menolong orang yang membutuhkan, merencanakan lomba olahraga antar umat Islam beragam kegiatan yang diadakan didaerah tersebut.

Tercatat bahwa masjid Huai-Sheng ini merupakan masjid pusat di Guangzhow. Masjid ini merupakan bangunan nuansa klasik yang menunjukkan tampilan yang indah dan unik. Di sekitar masjid ini terdapat tempat-tempat penjualan makanan, menjual makanan “Islami” seperti sayur-mayur dan daging. Kebanyakan orang Arab yang berdomisili di China membeli daging “Halal” di tempat ini.

Nilai masjid ini nampak dari keagungan sejarah dan kemegahan bangunannya dengan ciri khas bangunan Arab-China Menara bertingkat, tingginya 36 meter dari permukaan bumi. Sehingga menampakkan cahaya yang membelah awan. Dindingnya terdiri dari dua tingkatan, dalam dan luar. Menara memiliki jendela kecil, sebagai bagian dari ventilasi udara. Jika kamu naik sampai atas,  maka akan terlihat kota Guangzhow seluruhnya. Menara masjid khas Islami, meskipun usia pembangunannya telah sangat berumur, namun menara ini masih terlihat gemerlap dan megah. Banyak sejarawan meyakini bahwa masjid ini adalah masjid tertua di China. Tercatat masjid Huai-Sheng di bangun pada masa keluarga Tsung (tahun 618-907M).Masjid ini dibangun oleh komunitas Arab Islam yang datang di China pada tahun 627M.

 

LEAVE A REPLY