Gulalives.com, JAKARTA – Karpet. Lembaran kain ini memang tempat asyik untuk duduk-duduk atau lesehan. Di karpet pula, anak-anak gemar bermain sembari tidur-tiduran. Karpet juga mampu mempercantik interior rumah. Hamparkan selebar karpet, letakkan seperangkat meja kursi simpel di atasnya. Jangan bilang kalau tampilan dalam rumah tidak berubah menjadi cantik.

Tapi tahukah? Selembar karpet ternyata menjadi sarang nyaman bagi sejumlah bakteri, jamur, dan virus. Tentu itu kalau karpet jarang dibersihkan dan dijemur.

“Ada banyak kuman di karpet. Umumnya kuman penyebab alergi, baik yang menimbulkan batuk-batuk atau gatal-gatal,” kata Fian Asfiyanti, head of marketing 5asec kepada Gulalives di sela jumpa pers peragaan busana ‘Le Beau Melange’ yang didukung 5asec di Jakarta Fashion Week 2016, Rabu (28/10).

Karena kuman senang bersarang di karpet, Fian menyarankan, karpet harus sekali-kali dicuci. “Idealnya tiga bulan sekali karpet dicuci, atau enam bulan sekali kalau jarang digunakan,” kata Fian.

Diakui Fian, kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan karpetnya semakin meningkat. “Karena peluang besar itulah, 5asec sejak September meluncurkan layanan 5asec Carpet Expert,” ungkap Fian.

Untuk layanan spesial karpet ini, 5asec mendatangkan mesin-mesin canggih dari luar negeri. Mesin ini, kata Fian, memberikan perawatan maksimal dalam menghilangka kotoran, berbagai jenis noda, dan bau, yang dilakukan dengan proses berteknologi tinggi dan ramah lingkungan.

“Yang kami tekankan di sini adalah kualitas pencucian dan pengeringan. Karena bila proses pengeringan tidak optimal 100%, justru nantinya karpet akan menjadi sarang tumbuhnya jamur,” kata Fian.

Saat ini, 5asec Carpet Expert sudah hadir di sejumlah otlet, yaitu di Barito, Merdeka Barat, Rawamangun, Sunter, Puri Kencana, Cibubur, dan Margonda Depok.(SY)

LEAVE A REPLY