Berat Badan Ideal. Sumber : www.shutterstock.com

Gulalives.com, JAKARTA – Menurunkan berat badan dan menjaga berat badan tetap stabil atau mencapai berat badan ideal memang merupakan perjuangan yang tiada akhir.

Itulah sebabnya, banyak wanita selalu berusaha mempertahankan diet mereka dalam jangka panjang untuk menjaga berat badan ideal.

Padahal, cara terbaik untuk mendapatkan berat badan sehat dan ideal adalah dengan terus mengonsumsi makanan sehat dan berolahraga secara teratur. Sayangnya, banyak wanita ingin mendapatkan tubuh langsing seketika.

Rumus menghitung berat badan ideal yang banyak digunakan saat ini adalah menggunakan kalkulasi Body Mass Index (BMI) alias indeks massa tubuh.

BMI dihitung mendasarkan pada tinggi dan berat badan seseorang yang pada akhirnya digunakan untuk mendeteksi apakah seseorang termasuk golongan kurus, berat badan ideal, gemuk maupun obesitas.

Berat Badan Ideal.
Berat Badan Ideal. Body Mass Index. Sumber : www.shutterstock.com

Jika perhitungan BMI menghasilkan angka <18.5 maka dikategorikan kurus, sedangkan perhitungan BMI di rentang 18.5–24.9 masuk golongan berat badan normal atau ideal, sementara jika kalkulasi BMI menghasilkan angka 25–29.9 ini masuk kategori kelebihan berat badan. Orang yang obesitas memiliki angka BMI 30 atau di atasnya, demikian menurut laman Nhlbi.nih.gov.

Menurut hasil penelitian, apabila BMI berada di angka 25 atau lebih, individu ini akan memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap penyakit jantung, osteoarthritis (gangguan pada tulang), beberapa tipe kanker dan diabetes mellitus atau kencing manis.

Sebaliknya apabila BMI menunjukkan di bawah 18, individu yang bersangkutan rentan terkena osteoporosis atau pengeroposan tulang – yang umumnya banyak dialami perempuan.

Jika BMI kurang dari 18 atau melebihi angka 25, kita mesti mulai waspada dan menemui ahli nutrisi atau dokter gizi untuk merencanakan program penurunan berat agar bisa mencaai berat badan ideal yang sehat.

Berat Badan Ideal (3)
Berat Badan Ideal. Body Mass Index. Sumber : www.shutterstock.com

Rumus Berat Badan Ideal Bisa ‘Menyesatkan’

Kalkulasi BMI pada laki-laki dan perempuan dipandang sama selama mereka berusia di atas 20 tahun. Sedangkan untuk perhitungan BMI di bawah 2 tahun sedikit berbeda antara laki-laki dan perempuan.

Namun satu hal yang perlu dicatat, perhitungan BMI terkadang menyesatkan khususnya dalam kasus atlet atau olahragawan. Karena profesi mereka massa berat badan berasal dari massa otot sehingga bisa saja hasil perhitungan BMI mungkin menunjukkan kegemukan atau obesitas – padahal sebenarnya tidak.

Untuk orang Indonesia, seorang perempuan dianggap memiliki berat badan ideal bila BMI menunjukkan antara 20 hingga 22, sedangkan laki-laki dipandang punya berat badan ideal jika BMI-nya antara 23 hingga 25.

Penghitungan berat badan ideal selain dengan BMI, dulu dilakukan dengan dengan rumus Broca. Rumus Broca sudah lama ditinggalkan untuk menghitung berat badan karena dinilai kurang akurat.

Berat Badan Ideal. Sumber : www.shutterstock.com
Berat Badan Ideal. Sumber : www.shutterstock.com

Orang kini banyak menggunakan hitung berat badan dengan BMI yang dianggap lebih baik meskipun baik dari Broca maupun BMI memiliki kekurangannya masing-masing.

Dalam BMI, berat badan ideal berada dalam rentang jarak tertentu, ini tentunya akan lebih mengakomodasi berbagai berbagai bentuk tubuh yang berbeda-beda.

Penghitungan Broca misalnya, dipandang tidak cocok digunakan pada wanita yang bertubuh pendek dan pria bertubuh tinggi. Sedangkan rumus BMI ini pada pria-wanita yang bertubuh tinggi akan memiliki nilai BMI yang selalu tinggi.

Sejatinya, indeks BMI ada bermacam-macam. Banyak lembaga riset yang memiliki indeks BMI tersendiri. Bahkan Jepang, Hongkong, atau Singapura memiliki skala indeks BMI tersendiri.

Nah, mengingat Indonesia belum ada indeks BMI sendiri, maka masih mengadopsi indeks BMI WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) yang dianggap universal. Meskipun, indeks BMI WHO ini tidak membedakan hasil antara pria dan wanita. (VW)

LEAVE A REPLY