Ilustrasi pola hidup tak sehat.

Gulalives.com, SEMARANG – Mulai sekarang, Anda harus mulai memperhatikan pol ahidup Anda sehari-hari. Sebab, sebagian besar kasus kanker disebabkan oleh gaya hidup tidak sehat daripada genetik yang buruk, kata para dokter dari Pusat Penelitian Kanker di Inggris.

Sebagaimana dilansir Gulalives.com dari laman Dailymail, Kamis (17/12), mereka mengatakan bahwa berbagai faktor di seluruh dunia, dari pola makan, sinar matahari, rokok, penyakit berperan jauh lebih besar sebagai penyebab kanker daripada DNA. Lebih dari 90 persen kasus kanker dapat dihindari jika semua pemicu tersebut dapat dihindari.

Dr Smith dari Pusat Penelitian Kanker di Inggris mengatakan, kebiasaan sehat seperti tidak merokok, menjaga berat badan, makan makanan sehat, dan mengurangi alkohol, secara dramatis lebih mengurangi risiko berkembangnya kanker.

Meskipun saran ini tampaknya bukan hal mengejutkan, para ilmuwan terbagi menjadi dua opini. Yakni, pihak yang percaya bahwa kanker disebabkan oleh apa yang kita lakukan, dan pihak yang percaya bahwa kanker adalah hal yang tidak dapat dihindari.

Sebagai informasi, kontroversi tersebut dipicu setahun oleh adanya penelitian yang melaporkan bahwa sebagian besar kasus kanker disebabkan kesalahan DNA ketika tubuh menua dan sel-selnya terdegradasi. Para peneliti berkata bahwa itu berarti sebagian besar kasus kanker disebabkan oleh ‘nasib buruk’, daripada gaya hidup yang tidak sehat.

Adapun, penelitian tersebut melibatkan empat analisa penyebab kanker. Namun, mereka sampai pada kesimpulan yang berlawanan. Dokter Yusuf Hannun dari Universitas Stony Brook di Amerika Serikat mengatakan, meskipun genetik memegang peran, faktor-faktor di sekitar kita jauh lebih penting.

Sehingga, hal ini termasuk pola makan, alkohol, rokok, paparan sinar matahari, polusi, dan faktor-faktor lain belum teridentifikasi. Dalam jurnal Nature, Hannun menjelaskan bahwa gen yang kita warisi dari orang tua hanya berperan kecil sebagai penyebab kanker. Para pakar tersebut kemudian menyimpulkan bahwa hasil studi tersebut sangat penting untuk menyusun strategi pencegahan penyakit kanker.

Di tempat terpisah, peneliti bernama Profesor Kevin McConway dari Open University berkata temuan itu bisa jadi panduan bagi masyarakat urban untuk mengurangi risiko kanker. “Tujuan penulis adalah menghitung persentase kanker ketika kita memiliki ‘tongkat ajaib’ yang dapat menyingkirkan semua faktor risiko eksternal penyebab kanker,” kata McConway.

McConway menyampaikan fakta bahwa risiko kanker tidak sepenuhnya bisa dieliminasi, karena sel masih bisa berubah ganas akibat berbagai faktor. Namun, jumlah sel tersebut menjadi lebih sedikit, sehingga Anda harus melakukan pola hidup sehat agar penyakit mematikan ini pergi jauh dari diri Anda. (DP)

LEAVE A REPLY