Permen manis

Gulalives.com, JAKARTA – Selama ini permen dituding sebagai biang penyebab kegemukan. Faktanya, kudapan manis itu tidak berkontribusi terhadap obesitas, penyakit jantung, atau masalah kesehatan lainnya, bila dimakan dalam jumlah secukupnya.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Nutrition Journal, menemukan orang dewasa yang mengonsumsi permen setidaknya setiap hari tidak lebih cenderung kelebihan berat badan atau memiliki faktor risiko lebih besar untuk penyakit jantung ketimbang yang jarang sekali makan permen, misalnya seminggu atau bahkan kurang sering (beberapa kali per bulan).

Bahkan, kontribusi permen terhadap total kalori, gula, dan lemak jenuh kecil dibandingkan dengan tinggi kalori, makanan bergula dengan kandungan tinggi lemak lainnya, demikian temuan peneliti.

Frekuensi konsumsi permen didasarkan pada analisis kuesioner makanan dan data dari 2003-2006 yang dilakukan Survei Pemeriksaan Gizi dan Kesehatan Nasional (NHANES), sebuah jajak pendapat federal terhadap lebih dari 5.000 orang dewasa Amerika. Hasil ini menunjukkan konsumsi permen tidak berhubungan dengan risiko obesitas, menggunakan ukuran obyektif seperti indeks massa tubuh (BMI), ukuran sabuk/ikat pinggang, dan ketebalan lipatan kulit.

Selain itu, konsumsi permen tidak terkait dengan penyakit jantung, tekanan darah, kolesterol, trigliserida, atau resistensi insulin. “Kami tidak menemukan hubungan antara frekuensi konsumsi permen dan BMI atau faktor risiko kardiovaskular pada orang dewasa,” kata pemimpin peneliti Mary M. Murphy dari Pusat Konsultasi untuk Peraturan Kimia & Keamanan Pangan Exponent Inc seperti dilansir NewsmaxHealth.

Para peneliti mencatat penelitian ini tidak memberikan bukti bahwa permen dapat dikonsumsi tanpa batas. Namun hasilnya menunjukkan bahwa kebanyakan orang yang menyenangkan diri dengan permen tidak sangat meningkatkan risiko obesitas atau penyakit kardiovaskular.

“Ada tempat untuk kesenangan kecil, seperti permen, dalam hidup,” kata Laura Shumow, direktur urusan ilmiah dan peraturan untuk National Confectioners Association. “Menyenangkan diri sendiri (dengan mengunyah permen) pada level moderat  dapat memiliki dampak positif pada suasana hati dan kepuasan, dan seperti ditunjukkan oleh penelitian terbaru, hanya berdampak minimal pada risiko kesehatan dan diet.”

Fakta Cepat Permen

Di antara temuan spesifik memuat berbagai hal sebagai berikut:
• Permen menyumbang sekitar 44 kalori per hari, atau sekitar 2 persen dari total asupan kalori rata-rata orang dewasa.
• Permen menyumbang sedikit lebih banyak dari satu sendok teh gula tambahan, sebagian kecil dari kalori batas atas 100-150 dari gula tambahan yang direkomendasikan oleh American Heart Association. Sebagai perbandingan minuman manis, makanan penutup berbasis gandum, dan manisan buah menyumbang sekitar 60 persen dari total asupan gula tambahan.
• Permen hanya menyumbang 3,1 persen dari total asupan lemak jenuh dari kebanyakan orang dewasa.

Boleh makan permen, asal jangan lebay ya. (VW)

 

LEAVE A REPLY