kulit berminyak_bonsoul.com

Gulalives.com, JAKARTA – Wajah berminyak ada plus minusnya. Plusnya adalah wajah terlihat senantiasa awet muda. Namun minusnya, wajah terlihat kucel karena kilauan minyak. Belum lagi munculnya jerawat jika wajah tak dibersihkan secara teratur.

Ika misalnya. Gadis 18 tahun ini memiliki wajah berminyak dan pori-pori besar. Ika adalah remaja aktif yang tak bisa diam. Namun wajah berminyak yang diturunkan dari ibunya sedikit membuatnya kewalahan. “Ke mana-mana saya harus selalu sedia tisu atau kertas penyerap minyak. Khususnya jika beraktivitas di luar ruang. Kertas penyerap minyak harus wajib ada di task arena selalu saya butuhkan untuk menyerap kelebihan minyak di wajah,” ujarnya.

Karena urusan minyak ini, Ika juga akrab dengan jerawat. “Gampang banget muncul. Apalagi jika saya lupa membersihkan wajah karena lelah atau sebab lain,” ujar Ika.

Kulit berminyak terjadi ketika kelenjar minyak di kulit  terlalu aktif dan memproduksi sebum yang berlebihan.

Banyak faktor yang berkontribusi terhadap kulit berminyak, termasuk tingkat hormon, kelembaban, diet dan kosmetik. Namun, faktor keturunan memainkan peran terbesar dalam produksi minyak.

Wajah berminyak
Ilustrasi “Wajah berminyak” (source : shutterstock.com)

 

Kulit berminyak paling umum selama masa pubertas tetapi dapat mempengaruhi orang dari segala usia. Sementara tidak ada yang benar-benar bisa menghentikan kulit berminyak, sejumlah pilihan perawatan dan pengobatan rumah dapat mengurangi produksi minyak. Simak tip mengurangi kelebihan minyak dari eHow.com berikut ini:

1. Cuci wajah tiga kali sehari dengan menggunakan sabun dan air hangat.

Air hangat jauh lebih efektif melarutkan dan membasuh minyak pada kulit daripada air dingin. Anda dapat menggunakan sabun batangan biasa atau mencoba sabun obat (medicated soap) yang dijual di apotek.

2. Olahraga.

Aktivitas fisik teratur dapat meningkatkan sirkulasi, meningkatkan aliran darah dan mencegah penyumbatan pada pori-pori. Berlawanan dengan apa yang banyak orang percaya, berkeringat sebenarnya sehat bagi kulit dan dapat membantu mengurangi minyak pada kulit dan mengurangi frekuensi terjadinya jerawat.

3. Masker.

Oleskan masker lumpur atau tanah liat beberapa kali pada wajah setiap minggu. Masker berwarna gelap biasanya yang paling penyerap minyak. Namun jika kulit Anda sensitif pilih masker yang berwarna cerah.

4. Gunakan astringent.

Astringent yang mengandung aseton untuk membantu mengurangi kulit berminyak. Dalam kebanyakan kasus, membasuhkan alkohol dan witch hazel bisa bekerja sebaik astringent mahal.

5. Beli kosmetik berbasis air.

Kosmetik berbasis minyak dapat meningkatkan produksi minyak di wajah. Gunakan alas bedak yang ringan, juga bedak bayi yang lebih menyerap minyak dibandingkan bedak kosmetik pada umumnya. Bedak tabur tidak akan menghentikan produksi minyak, tetapi dapat meminimalkan penampilan kulit berminyak.

6. Menghentikan atau mengubah jenis pil kontrasepsi oral.

Hormon memainkan peran utama dalam kulit berminyak, itulah mengapa minyak dan jerawat meningkat selama masa pubertas dan kehamilan. Jika Anda tidak sedang menggunakan pil kontrasepsi, kamu dapat meminta informasi kepada dokter tentang manfaat dan risiko penggunaan kontrasepsi oral untuk mengobati kulit berminyak

7. Hindari perangsangan berlebihan pada kulit.

Pengelupasan terlalu sering adalah pemicu umum produksi minyak yang berlebihan.Sering terbakar sinar matahari atau terus-menerus menggosok atau memegang kulit wajah juga bisa menyebabkan perangsangan berlebihan. Jika ingin melakukan pengelupasan kulit, lakukan sekali atau dua kali setiap minggu untuk mencegah peningkatan produksi minyak.

8. Obat.

Coba gunakan obat yang dijual bebas, atau obat resep yang mengandung retinol untuk mengontrol kulit berminyak. Gunakan produk ini secara hemat untuk menghindari iritasi kulit, kemerahan dan kulit mengelupas.

Silakan coba ya! (VW)

LEAVE A REPLY