Gulalives.com, JAKARTA – Banyak orang gagal total dalam usaha menurunkan berat badan karena sejumlah pola diet yang keliru. Sayangnya, masih banyak orang yang tak sadar akan hal ini.

Ahli nutrisi Cynthia Sass seperti dikutip Huffington Post, mengulas sejumlah kebiasaan yang membuat program diet tidak sukses, atau malah gagal total. Kamu perlu baca deh, biar nggak mengulang kesalahan yang sama.

1. Minuman beralkohol

Gagal diet. Minuman beralkohol.
Gagal diet. Minuman beralkohol. Sumber : www.shuuterstock.com

Menenggak minuman beralkohol memiliki efek domino. Setelah sekali minum, sifat menahan diri berkurang. Selain itu, ada kalori lebih saat meminum koktail atau minuman keras. Alhasil, banyak kalori masuk yang tak dibutuhkan tubuh.

Seseorang yang komit mengurangi kebiasaan menenggak alkohol akan menuai hasil manis, berupa penurunan berat badan secara bermakna.

2. Membiarkan diri kelaparan

Gagal diet. Membiarkan diri kelaparan.
Gagal diet. Membiarkan diri kelaparan. Sumber : www.shuuterstock.com

Banyak klien Cynthia masih kelaparan meski telah menyantap makanan diet. Akhirnya, mereka cenderung makan lebih banyak untuk memuaskan rasa lapar.

3. Konsumsi ‘makanan sehat’ berlebihan

Gagal Diet. Konsumsi ‘makanan sehat’ berlebihan.
Gagal Diet. Konsumsi ‘makanan sehat’ berlebihan. Sumber : www.shutterstock.com

Cynthia mengaku senang saat kliennya menyukai makanan sehat seperti sayuran, kacang merah, alpukat, dan biji-bijian. Namun, ada orang yang terlalu banyak mengonsumsi makanan sehat. “Ada satu kliennya saya menukar makanan cepat saji dengan oatmeal,” ucapnya.

Oatmeal bagus, namun jika dikonsumsi berlebihan tidak baik juga. Apalagi jika hanya bekerja di belakang meja dan tak melakukan aktivitas fisik. “Seluruh makanan yang kaya nutrisi akan meningkatkan metabolisme. Namun jika berlebihan, dampaknya juga tak baik,” kata dia.

4. Menunda makan

Gagal Diet. Menunda makan.
Gagal Diet. Menunda makan. Sumber : www.shutterstock.com

Orang biasanya tidak makan saat menjalani program penurunan berat badan. Menurut Cynthia, kebiasaan tersebut justru memiliki dua efek samping sehingga merusak penurunan berat badan. Pertama, kita akan membakar kalori lebih sedikit dan tidak punya banyak ‘bahan bakar’ saat membutuhkannya.

Kedua, biasanya orang akan makan berlebihan pada malam harinya saat tingkat aktivitasnya rendah. “Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ini bukan hanya tentang keseluruhan kalori dalam sehari, namun juga ketika kita sedang memakannya. Ini yang penting,” kata Cynthia.

Yang lebih baik dilakukan adalah makan dengan porsi besar sebelum memulai aktivitas berjam-jam. Namun makan dengan porsi kecil saat jam aktivitas berkurang. “Dan jangan sampai tidak makan dalam empat atau lima jam,” imbuhnya.

5. Selalu hitung kalori

Gagal diet. Selalu menghitung kalori.
Gagal diet. Selalu menghitung kalori. Sumber : www.shutterstock.com

Kualitas dan ketepatan waktu mengonsumsi kalori sangat penting dalam proses penurunan berat badan. Namun praktik penghitungan jumlah kalori bisa menjadi bumerang. “Sebuah studi menemukan bahwa meski tanpa batasan, menghitung jumlah kalori membuat perempuan tertekan,” ucapnya.

Cynthia mengatakan tidak semua orang ingin mengalami hal tersebut. Sebab, peningkatan stres dapat menyebabkan lonjakan kortisol, sebuah hormon yang meningkatkan nafsu makan, untuk memakan makanan berlemak dan bergula. Serta menambah penyimpanan lemak di perut.

Menurut Cynthia, informasi tentang kalori yang tersedia di kotak makanan atau menu makanan di restoran bukanlah sistem yang sempurna. “Saya tidak mengatakan bahwa info kalori tidak berarti. Namun saya pikir ada beberapa cara efektif dan kurang praktis mengurangi kalori,” ujarnya.

6. Menghindari lemak

Gagal diet. Menghidari lemak.
Gagal diet. Menghidari lemak. Sumber : www.shutterstok.com

Para ahli gizi berusaha menghilangkan pendapat bahwa mengonsumsi lemak akan membuat gemuk. Namun penduduk Amerika Serikat tetap saja fobia lemak. Cynthia mengatakan, kliennya menghindari mengonsumsi alpukat lantaran memiliki kandungan lemak yang tinggi.

Padahal, mengonsumsi lemak sehat merupakan sebuah cara jitu dalam strategi menurunkan berat badan. “Selain mengurangi peradangan, lemak sehat membuat Anda tetap kenyang lebih lama,” ujar dia.

7. Makan emosional

Gagal diet. Makan Emosional.
Gagal diet. Makan Emosional. Sumber : www.shuuterstock.com

Kebiasaan makan karena bosan, cemas, marah atau senang merupakan salah satu masalah besar yang dialami sejumlah orang saat berupaya menurunkan berat badan. “Kita diajari sejak lahir untuk menghubungkan makan dan perasaan,” ujarnya.

Cynthia mengungkapkan banyak kliennya yang bercerita bahwa mereka dihadiahi dengan makanan jika memenangkan sebuah pertandingan atau setelah diolok-olok di sekolah. “Kami punya ikatan batin dengan makanan seperti untuk merayakan sesuatu atau sebagai cara mengatasi perasaan yang tidak nyaman,” ujarnya.

Ahli gizi ini percaya, seseorang akan mampu mengurangi berat badannya jika mampu menemukan alternatif untuk mengatasi kebutuhan emosionalnya sekitar 50 persen dalam satu waktu. “Alih-alih diet, perubahan ini yang paling mungkin dan berdampak dalam penurunan berat badan,” tandasnya. (VW)

 

LEAVE A REPLY