Gulalives.com, JAKARTA – Tekanan darah tinggi alias hipertensi didefinisikan sebagai tekanan tinggi (ketegangan) pada arteri – pembuluh yang membawa darah dari jantung ke seluruh tubuh.

Pembacaan tekanan darah diberikan dalam dua angka. Tekanan darah sistolik (angka atas) sama dengan tekanan di arteri saat jantung berkontraksi. Tekanan diastolik (angka bawah) adalah tekanan di arteri ketika jantung berelaksasi.

Definisi tekanan darah normal adalah tekanan darah di bawah 120/80. Tekanan darah antara 120/80 dan 139/89 disebut “pra-hipertensi”, dan tekanan darah 140/90 atau di atas dianggap tinggi sementara tekanan darah sistolik sekitar 90 sampai 100 dianggap tekanan darah rendah.

Komplikasi tekanan darah tinggi termasuk penyakit jantung, penyakit ginjal, pengerasan arteri (atherosclerosis atau arteriosclerosis), kerusakan mata, dan stroke (kerusakan otak).

amati penyebab darah tinggi dari tabel tekanan darah
Tabel Tekanan Darah. sumber: onlinehealth.wiki

Hipertensi merupakan masalah kesehatan masyarakat yang utama. The American Heart Association memperkirakan tekanan darah tinggi mempengaruhi sekitar satu dari tiga orang dewasa di Amerika Serikat, atau sekitar 76,4 juta orang.

Prevalensi hipertensi di Indonesia tergolong tinggi, sayangnya masih banyak penderita penyakit ini yang tidak terdeteksi dan tertangani dengan baik karena banyak masyarakat kurang paham dengan penyakit hipertensi dan potensi bahayanya.

Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko yang paling berpengaruh terhadap kematian dan kesakitan karena kejadian penyakit jantung dan pembuluh darah yang merupakan angka terbesar di Indonesia.

Hasil Riset Kesehatan Dasar Depkes (Riskesdas) 2007, sekitar 76 persen kasus hipertensi di masyarakat belum terdiagnosis. Hal ini terlihat dari hasil pengukuran tekanan darah pada usia 18 tahun ke atas ditemukan prevalensi hipertensi di Indonesia sebesar 31,7 persen.

Dari 31,7 persen prevalensi hipertensi yang sudah mengetahui memiliki tekanan darah tinggi berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan adalah 7,2 persen. Sementara dari kasus tersebut yang sadar dan menjalani pengobatan hipertensi hanya 0,4 persen.

penyebab darah tinggi harus disadari
Sadari Penyebab Darah Tinggi. sumber: optimalwellnesslabs.com

Apa saja penyebab hipertensi?

Penyebab hipertensi adalah multifaktorial, artinya ada beberapa faktor efek gabungan yang menghasilkan hipertensi alias tekanan darah tinggi. Faktor ini misalnya:

1. Garam

Asupan garam tinggi atau sensitivitas garam. Kondisi ini terjadi pada populasi tertentu seperti orangtua, warga Afrika Amerika, juga orang yang mengalami obesitas, atau orang-orang dengan ginjal bermasalah.

2. Genetik

Predisposisi genetik untuk tekanan darah tinggi. Orang yang memiliki satu atau kedua orangtua dengan hipertensi memiliki insiden tekanan darah tinggi sekitar dua kali lebih tinggi pada populasi umum.

3. Kelainan Arteri

Kelainan tertentu dari arteri, yang menghasilkan peningkatan resistensi (kekakuan atau kurangnya elastisitas) di arteri kecil (arteriola). Hal ini meningkatkan kekakuan anteri perifer yang umumnya berkembang pada individu yang mengalami obesitas, tidak berolahraga, memiliki asupan garam yang tinggi, dan pertambahan usia.

Pembacaan tekanan darah

Pembacaan tekanan darah dapat bervariasi dalam satu orang sepanjang hari tergantung pada situasi. Faktor-faktor seperti stres, kecemasan, makanan yang dimakan (kafein atau konsumsi garam), merokok, atau olahraga dapat menyebabkan tekanan darah meningkat.

Seperti disinggung di depan, American Heart Association menentukan tekanan darah normal kurang dari 120/80. Pra-hipertensi berkisar 120/80 dan 139/89, dan tekanan darah tinggi di angka 140/90 dan lebih tinggi. Pada kehamilan tekanan darah normal mestinya di bawah 120/80.

penyebab darah tinggi berefek pada tekanan darah
Pembacaan Tekanan Darah. sumber: www.upmcmyhealthmatters.com

Jika tekanan darah mencapai ke dalam kisaran tinggi, hal yang perlu dilakukan adalah menemui dokter untuk mendiskusikan tentang modifikasi gaya hidup dan mungkin obat-obatan terutama jika Anda memiliki faktor risiko lain, seperti diabetes atau penyakit jantung.

Tekanan darah tinggi (misalnya pada pengukuran menunjukkan 180/110 atau lebih tinggi) dapat mengindikasikan situasi darurat. Jika tekanan darah tinggi ini dikaitkan dengan nyeri dada, sesak napas, sakit kepala, pusing, sakit punggung atau sakit perut, segera upayakan perawatan medis.

Menurut dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dr. Arieska Ann Soenarta, SpJP, dalam penatalaksanaan hipertensi tidak hanya tekanan darah sesaat saja yang diperhatikan, akan tetapi perilaku tekanan darah sepanjang waktu tertentu yang penting untuk diperhatikan dimana hal tersebut berhubungan dengan prognosa organ-organ target yang dipengaruhi oleh hipertensi.

Senada dengan hal itu, Prof. Parakash Deedwania, Director of Cardiovascular for the UCSF Fresno at Stanford University, yang juga anggota American Heart Association mengatakan, tujuan pengobatan pada hipertensi adalah mengurangi risiko dan kerusakan organ. Hal ini demi kualitas hidup pasien melalui kepatuhan pengobatan.

Dalam tubuh terdapat pembuluh darah mikro yang mengalirkan darah. Bila tekanan darah tinggi, pembuluh darah ini bisa rusak sehingga tidak mampu untuk menapis. Kerusakan ini justru memicu tahanan perifer, yang bila rusak dapat mengeluarkan hormon yang membuat tekanan darah menjadi lebih tinggi lagi.

Karena itu, pasien harus tetap mengonsumsi obat untuk menurunkan tekanan darah, dan menjaga ginjal supaya tetap terjaga.

Menurunkan tekanan darah dan mengontrolnya sesuai target penurunan darah adalah salah satu cara mengurangi risiko kematian, dan penyakit penyerta hipertensi, seperti penyakit jantung, gagal ginjal, dan stroke. (VW)

LEAVE A REPLY