Perhatikan dan Ketahui Komplikasi dari Hepatitis. sumber: www.shutterstock.com

Gulalives.com, JAKARTA – Banyak orang sudah mengetahui bahwa virus hepatitis dapat menular lewat konsumsi makanan yang terkontaminasi atau berbagi jarum suntik bekas pakai.

Hepatitis B (serum atau hepatitis dengan masa inkubasi panjang) juga banyak diderita oleh pengidap virus HIV-positif. Pemeriksaan darah yang rutin dilakukan dapat mengurangi kasus yang disebabkan oleh transfusi.

Tingkat kekronisan penyakit ini pada penderita mencapai angka 10 persen pada orang dewasa, 50 persen pada anak berumur kurang dari 5 tahun dan 80-90 persen pada bayi.

Mereka yang mengidap hepatitis B mungkin tidak muncul gejala atau muncul tiba-tiba gejala seperti flu, demam, penyakit kuning, urin berwarna hitam dan feses berwarna hitam kemerahan, juga disertai pembengkakan pada hati.

Penularan hepatitis B terjadi melalui suntikan yang digunakan bergantian oleh pencandu obat-obatan terlarang merupakan penyebab terbesar. Ibu pendeita hepatitis B juga bisa menularkan penyakit ini kepada anaknya bila taka da upaya pencegahan.

Namun penyakit yang menyerang hati ini juga dapat menyebar melalui kontak seksual, demikian dilansir WebMD. Mari kita cek apa kaitan antara kontak seksual dan hepatitis agar Anda dapat melindungi diri dari penyakit mematikan ini.

Ada berapa jenis virus hepatitis ini?

Para ilmuwan telah mengidentifikasi ada 8 jenis virus hepatitis. Di AS, yang menjadi ancaman utama adalah hepatitis A, hepatitis B, dan hepatitis C.

Menurunkan Darah Tinggi (2)

Dapatkah semua jenis virus hepatitis itu ditularkan lewat kontak seksual?

Hepatitis A, B, dan C semuanya dapat ditularkan melalui kontak seksual, meskipun transmisi seksual untuk hepatitis C kurang umum.

Hepatitis A menular lewat kontak fecal-oral,  yang bisa terjadi jika ada kontak langsung mulut dengan anus atau kontak dengan jari atau obyek yang berada di atau dekat anus dari seseorang yang terinfeksi. Bahkan jika feses dalam jumlah sangat kecil yang mengandung virus terkontak dengan mulut, infeksi tetap bisa terjadi.

Hepatitis B menular dengan medium darah, semen (mani), cairan vagina dan cairan tubuh lainnya dari seseorang yang terinfeksi virus tersebut. Virus hepatitis B 50-100 kali lebih menular dibandingkan HIV, sebuah virus penyebab AIDS, dan mudah ditularkan melalui hubungan seksual.

Hepatitis C ditularkan melalui kontak dengan darah seseorang yang terinfeksi, yang terjadi  kemungkinan karena luka di area genital atau haid.

Apakah laki-laki dan perempuan peluangnya sama menyebarkan hepatitis melalui kontak seksual?

Risiko penularan hepatitis ditentukan oleh perilaku seseorang, bukan berdasar jenis kelamin. Pria yang aktif secara seksual dengan laki-laki (homoseksual) memiliki kemungkinan tertular/menularkan virus hepatitis B sebanyak 10-15 kali lebih tinggi dibandingkan populasi umum.

Virus hepatitis umum berjangkit pada orang yang berasal dari daerah endemik penyakit, termasuk  Asia, Sub-Sahara Afrika, Eropa Timur dan Timur Tengah. Infeksi juga umum terjadi pada mereka yang menggunakan obat suntik atau hirup. Orang-orang yang memiliki tato atau tindik juga lebih mudah tertular virus hepatitis sebab jarum yang digunakan untuk mendekorasi tubuh kadang-kadang terkontaminasi virus ini.

Namun tentu saja bukan karena seseorang masuk dalam kelompok di atas serta merta dia terinfeksi hepatitis, atau sebaliknya.

Cara Untuk Mencegah Penularan Virus Hepatitis B

Bagaimana mencegah agar tidak tertular virus hepatitis B? Lakukan sejumlah langkah berikut sebagai upaya pencegahan:

1. Perlindungan terbaik adalah dengan vaksinasi hepatitis B.

2. Jangan berganti-ganti pasangan seksual.

3. Lakukan pemeriksaan darah untuk hepatitis B pada wanita hamil sehingga calon bayi dapat diberikan hepatitis B imunoglobulin dan vaksinasi 12 jam setelah lahir.

4. Jangan mendonorkan darah bila mempunyai penyakit hepatitis B.

Nah, semoga kini lebih paham lagi tentang penyakit hepatitis B, Ladies. (VW)

 

LEAVE A REPLY