smartphone china_tekno.liputan6.com

Gulalives.com, BEIJING—Pasar smartphone terbesar di dunia kini sulit tumbuh. Volume pengirimansmartphone alias ponsel pintar di Cina jatuh 4,3% dalam kuartal pertama dibanding tahun lalu, menurut survei dari International Data Corp (IDC) yang terbit Senin. Ini adalah pertama kalinya angka tersebut jatuh dalam enam tahun terakhr.

Tingkat penetrasi ponsel pintar di negara itu sudah melebihi 90%, kata Tom Kang, direktur riset di firma riset pasar Counterpoint. Artinya, nyaris semua warga Cina yang berkeinginan memakai ponsel pintar sudah memiliki gawai tersebut. Para produsen terpaksa mengandalkan mereka yang ingin mengganti ponsel.

smartphone china_id.mibold.com
smartphone china_id.mibold.com

Fenomena ini akan membawa dampak besar bagi pabrikan ponsel pintar asing seperti Apple Inc dan Samsung Electronics Co. Merek lokal Cina seperti Xiaomi Corp, Lenovo Group Ltd, Coolpad Group Ltd, serta Huawei Technologies Corp juga kesulitan. Mereka kini mencoba menawarkan ponsel kelas atas dengan layar besar. “Pasar ponsel pintar Cina kini pada dasarnya hanya ada di segmen paling atas, seperti Apple, atau segmen paling bawah,” ujar Charles Lin, direktur keuangan Pegatron Corp, perusahaan manufaktur yang merakit ponsel untuk Apple dan merek-merek Cina. “Situasinya semakin sulit untuk mereka yang ada di segmen menengah.”

Xiaomi mencoba melawan, antara lain dengan meluncurkan Note Pro, ponsel seukuran iPhone 6 Plus dengan harga separuhnya. “Kami akan terus memburu misi kami, yakni memproduksi ponsel berkualitas tinggi dan berkinerja tinggi dengan harga terjangkau,” kata humas Xiaomi. Samsung jatuh ke peringkat keempat di Cina, menurut data IDC, padahal setahun lalu berhasil menduduki posisi puncak. Bagaimanapun, mereka melihat peluang untuk ponsel premium seperti Galaxy S6.

“Dari 885 juta pengguna seluler Cina, sebagian besar memakai ponsel pintar kelas bawah dan menengah,” demikian pernyataan Samsung. “Ada banyak peluang untuk upgrade ke ponsel yang lebih mahal, seiring dengan matangnya pasar Cina.”

Persaingan di segmen ponsel pintar kelas bawah juga kian berat, kata Kang. Produsen di segmen ini biasanya mengandalkan penjualan lewat kemitraan dengan tiga BUMN seluler Cina. China Mobile Ltd saat ini unggul berkat jaringan 4G, sehingga tidak merasa perlu berpromosi jor-joran. Namun, China Unicom (HK) Ltd dan China Telecom Corp juga memilih menahan anggaran promosi hingga tiba saatnya mereka meluncurkan jaringan 4G.(DP)

LEAVE A REPLY