Gulalives.com, JAKARTA – Salah satu kegiatan yang disukai ibu yang sedang hamil dan menanti persalinan adalah memilih dan membeli pakaian bayi. Namun, memilih pakaian bayi membutuhkan sejumlah pertimbangan khusus. Pakaian bayi yang kekinian bukanlah kunci utama.

Lantas, faktor apa saja yang perlu diperhatikan saat memilih pakaian bayi? Ibu mesti memahami sejumlah hal ini:

1. Bayi baru lahir memiliki kulit sangat tipis. Bahkan tak jarang seperti bisa terlihat bagian urat-uratnya.

2. Pada bayi hingga usia 1 tahun, lapisan epidermis (bagian kulit terluar) 20-30 persen lebih tipis dibandingkan orang dewasa. Karena pertahanan di permukaan kulit belum sempurna, penyerapan iritan dari luar lebih mudah terjadi, dan ini bisa mengganggu organ bagian dalam tubuh si anak.

3. Mengingat sistem kekebalan tubuh bayi masih belum sempurna, maka harus diperhatikan bahan-bahan apa yang menyentuh kulit bayi. Ini penting diperhatikan mengingat kulit bayi masih sangat tipis, dan belum ada lapisan lemak tebal seperti orang dewasa.

Pakaian Bayi Bisa Bikin Iritasi

Tips memilih pakaian bayi. Pakaian bayi bisa bikin iritasi.
Tips memilih pakaian bayi. Pakaian bayi bisa bikin iritasi. Sumber : www.shutterstock.com

 

Apa akibatnya? Dengan kulit yang tipis dan belum banyak mengandung lemak, saat kulit bayi tergesek (bahkan oleh pakaian bayi), kulitnya gampang luka dan teriritasi.

Poin pentingnya, sesuatu yang tak memiliki efek berarti pada kulit sensitif orang dewasa, pada kulit bayi memiliki efek yang besar.

Nah, ibu mesti memahami, ada dua faktor utama yang perlu diperhatikan dalam hal memilih pakaian bayi: Aman dan nyaman. Aman dalam arti tidak membahayakan, dilihat dari materi bahan pakaian yang digunakan. Bahan yang terbaik adalah katun, karena menyerap keringat. Tidak luntur karena proses pewarnaan yang kurang tepat, tidak menimbulkan rasa gatal atau alergi di kulit.

Pakaian Bayi Harus Nyaman

Tips memilih pakaian bayi. Pakaian harus nyaman.
Tips memilih pakaian bayi. Pakaian harus nyaman. Sumber : www.shutterstock.com

 

Sementara dalam kenyamanan, perhatikan sirkulasi udara pakaian, agar tak terlalu ketat pada tubuh anak, berbahan lembut, juga mudah menyerap keringat. Pilih pakaian bayi yang modelnya sederhana dan mudah dikenakan (mudah dilepaskan juga).

Umumnya para ibu hanya menggesekkan kain untuk mengecek apakah kain cukup lembut atau tidak. Padahal kelembutan pakaian tak selalu menjadi satu-satunya faktor yang perlu diperhatikan saat membeli baju anak.

Faktor yang perlu diperhatikan saat memilih pakaian bayi adalah, pastikan pakaian bayi tidak gampang luntur. Zat pewarna pada pakaian bayi bisa dengan mudahnya masuk ke dalam tubuh bayi, baik melalui kulit maupun melalui mulut. Penting untuk para orangtua mengecek dan memastikan bahwa pakaian yang akan dikenakan pada bayi itu sudah memenuhi standar yang baik untuk pakaian anak-anak.

Jangan ‘Lebay’ Memborong Pakaian Bayi

Sebagai orangtua baru, umumnya para ibu luar biasa gembira menyambut kelahiran buah hatinya. Tindakan ini antara lain diwujudkan dengan cara memborong pakaian bayi dalam jumlah banyak sekaligus. Padahal ini bukan tindakan yang tepat lho. Belilah secukupnya, dalam warna netral – terutama jika Anda belum atau tak ingin mengetahui jenis kelamin bayi yang masih dalam kandungan.

Tips memilih pakaian bayi. Jangan "lebay" memborong.
Tips memilih pakaian bayi. Jangan “lebay” memborong. Sumber : www.shutterstock.com

 

Bayi baru lahir akan berkembang sangat cepat. Mungkin baju-baju bayinya hanya sempat dipakai beberapa kali saja. Kebanyakan waktu, si bayi hanya akan berbaring, plus mereka akan sering buang air. Jadi, belilah pakaian dasar bayi dengan harga masuk akal namun berkulitas baik.

Lihat apakah si bayi nyaman mengenakannya, dan perhatikan tanda-tanda alergi. Lagipula, Anda mungkin akan menerima hadiah baju bayi dari teman atau kerabat bukan? Jadi tak usah membeli banyak-banyak.

Ukuran pakaian bayi bermacam-macam. Biasanya ukurannya bertuliskan, “new born”, 3 bulan, 6 bulan, 9 bulan, 12 bulan, 18 bulan, 24 bulan, dan sebagainya. Bahkan ada sejumlah produsen pakaian bayi yang memberikan kisaran umur, misal untuk bayi 3-6 bulan.

Sebagai permulaan, belilah pakaian bayi ukuran untuk new born alias bayi baru lahir. Secara bertahap, belilah pakaian bayi sesuai usia si kecil. Ingat ya Bunda, bayi cepat tumbuh besar lho. Jangan sampai pakaian bayi mubazir deh.

Hindari Pakaian Bayi dengan Kancing Belakang

Tips memilih pakaian bayi. Hindari pakaian bayi dengan kancing belakang.
Tips memilih pakaian bayi. Hindari pakaian bayi dengan kancing belakang. Sumber : www.shutterstock.com

 

Bayi belum bisa memakai pakaian sendiri. Jadi, tidak usahlah membeli pakaian bayi dengan mode yang aneh-aneh. Pilih yang modelnya normal, misalnya pilih pakaian bayi dengan pengait kancing jepret atau risleting. Karena kancing kait berpotensi tertelan, sementara velcro berpotensi mudah terbuka.

Oh ya, hindari memilih pakaian bayi dengan pengait yang terletak di bagian punggung. Karena bayi akan lebih sering tertidur, sehingga pengait di belakang hanya akan mengganggunya. Lagian, Bunda juga akan butuh pakaian yang memberikan kemudahan akses untuk membuka popok. Belilah beberapa pakaian dengan bukaan di bagian bawah perut.

Last but not least, pilihlah pakaian bayi yang membuat si kecil nyaman. Pilih yang berbahan katun, mudah dicuci sendiri, menyerap keringat dan perawatannya tidak ribet. (VW)

LEAVE A REPLY