kepala anak tersangkut kaleng susu
Kepala anak tersangkut kaleng susu. Via Emirates24.com
kepala anak tersangkut kaleng susu
Kepala anak tersangkut kaleng susu. Via Emirates24.com

Gulalives.com, Jakarta – Wahai orang tua, temanilah anak ketika sedang bermain. 3 hari lalu, seorang bocah kecil di Arab Saudi hampir saja meregang nyawa karena kepalanya tersangkut dalam sebuah kaleng susu

Sebuah surat kabar lokal melaporkan kabar ini pada ahad kemarin (31/1). Untung saja kejadian ini segera diketahui oleh orang tua yang bersangkutan dan langsung mengambil langkah penyelamatan. Pada awalnya orang tua anak tersebut membawanya ke rumah sakit, namun pihak rumah sakit tampak menyerah.

Beruntung kemudian orang tua tersebut dibantu oleh petugas pertahanan sipil Saudi yang akhirnya datang ke rumah sakit. Mereka berhasil memotong bagian timah dari kaleng susu tersebut dan menariknya keluar.

“Kami segera mengirim tenaga penyelamat ke rumah sakit untuk melepaskan kepala anak itu dari dalam kaleng tanpa cidera,” ujar Direktur Pertahanan Sipil Jazan Mayor Yahya Al Gahtani.

Kejadian seperti ini memang tidak diharapkan oleh siapapun. Tadinya anak inipun hanya bermain dengan apapun yang ada di sekitarnya.  Anak ini kemudian bermain dengan kaleng susu yang ia temukan. Karena lubang kaleng susu yang ia temukan cukup lebar, lalu ia jadikan kaleng itu sebagai helm.

Celakanya, ketika kepala anak itu masuk, ia sulit untuk mencabutnya lagi, kepalanya terperangkap. Hal ini mungkin terjadi ketika tidak ada orang dewasa yang menemani anak ini bermian.

Kecelakaan pada anak biasanya terjadi pada anak sampai usia 5 tahun. Kecelakaan di rumah sebagian besar terjadi dikarenakan luka bakar, terjatuh, dan keracunan. Untuk anak di atas usia 5 tahun, porsi kecelakaan lebih banyak terjadi di luar rumah. Hal tersebut biasanya dikarenakan jatuh atau ketika berolah raga atau dikarenakan kecelakaan lalu lintas.

Untuk jenis kelamin, biasanya kecelakaan yang menimpa anak laki – laki sepuluh kali lebih besar dibanding perempuan. Anak yang aktif juga memiliki kecenderungan mengalami kecelakaan secara lebih besar.

Solusi dari masalah ini tentunya bukan dengan membatasi aktifitas anak. Anak tetap harus didorong aktif, namun tentu dengan pengawasan yang baik. Selain itu, benda-benda yang sekiranya bisa membahayakan anak dijauhkan jangkauannya dari anak. Orang tua atau pengasuh yang cepat tanggap juga diperlukan jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan. (RP)

 

Sumber: emirates247.com

LEAVE A REPLY