Buah dan sayur

Gulalives.com, JAKARTA – Pernah dengar nggak orang melakukan ‘pembersihan’ tubuh dengan melakukan deit yang disebut Diet Detoks alias The Detox Diet? Obat Diet Detoks dilandaskan pada teori kalau bahan-bahan kimia yang ditemukan dalam makanan dapat meracuni sistem tubuh sehingga menyulitkan untuk  mengontrol berat badan.

Dalam buku bertajuk The Detox Diet, Dr. Paula Baillie Hamilton mengatakan bahwa zat-zat kimia mempengaruhi metabolisme tubuh kita yang dianalogikannya seperti sapi yang digemukkan di peternakan. Nah, zat-zat kimia tersebut juga dituding merusak selera serta kemampuan tubuh untuk membakar makanan.

Karena alasan tersebut, mengurangi zat kimia yang masuk ke dalam tubuh akan membuat tubuh bekerja lebih baik. Imbasnya, tubuh kita akan menjadi lebih sehat dan tubuh tidak akan menumpuk lemak. Caranya adalah dengan mengonsumsi makanan organik dan kurangi konsumsi makanan yang telah diproses, terutama yang mengandung zat-zat berbahaya, seperti lemak jenuh serta zat pewarna.

Serupa dengan Baillie, penganut Diet Detoks lainnya, Carol Vorderman menyarankan untuk mengonsumsi sayur, buah, kacang-kacangan dan herbal selama sebulan penuh. Vordemantidak memperbolehkan konsumsi daging, ikan, karbohidrat sederhana, produk susu, maupun garam.

Dr. Bailie Hamilton maupun Carol Vorderman mengajak kita untuk mengurangi kelebihan tubuh akan kalori yang berasal dari bahan-bahan kimia, serta membangun sistem penurunan berat badan yang alami, sekaligus membersihkan tubuh dari penumpukan racun-racun kimia.

Kedengarannya memang sangat bagus, tapi tampaknya banyak ahli nutrisi yang masih kurang memahami bagaimana zat kimia dapat mempengaruhi kenaikan berat badan. Wendy Doyle, ahli gizi dari British Dietician Association mengungkapkan bahwa belum ditemukan bukti kalau konsumsi makanan tertentu akan menghasilkan detoksifasi pada tubuh.

“Selain itu, selama hati dan ginjal kita bertungsi dengan baik, tubuh akan melakukan detoksifikasi dengan sendirinya,” ujarnya.

Hal senada dikatakan oleh Dr. David Mutimer dari Queen Elizabeth Hospital, Birmingham. “Mekanisme detoksifikasi pada tubuh manusia sangatlah kompleks. Sehingga dibutuhkan ribuan tahun untuk mencoba menggantikannya dengan hanya beberapa jenis makanan tersebut.”

Sisi positifnya, Dr. Baillie Hamilton adalah seorang dokter dengan gelar Ph.D di bidang metabolisme manusia. la melakukan sendiri penelitian tentang bagaimana racun dalam tubuh dapat menurunkan hormon yang akan mengontrol berat badan. Dan yang jelas, diet detoks kemungkinan besar akan dapat membantu kita menurunkan berat badan karena membuat tubuh kita mengurangi asupan kalori.

Diet Detoks umumnya sangat rendah kalori, sehingga kita akan mengalami penurunan berat badan yang cukup drastis dalam waktu singkat. Risikonya, orang yang menjalani diet ini akan kekurangan nutrisi karena jumlah kalori yang dikurangi terlalu dramatis.

Baik Wendy maupun Dympna Pearson, konsultan diet dan kepala Dieticians Working in Obesity Management, UK, mengatakan, “Kemungkinan besar diet ini juga sangat rendah kalsium karena hampir 50 persen kalsium didapatkan dari  produk susu yang dilarang dalam diet ini. Dan itu berbahaya bagi kesehatan tulang.”

Dia juga  yakin kalau tidak ada bukti yang mengatakan kalau suplemen herbal tertentu atau teh dapat membuang racun dalam tubuh.

Bagaimana jika kamu tetap ingin mencoba metode Diet Detoks? Lengkapi dengan kiat berikut:

1. Perbanyak minum air dan makan buah serta sayuran. Pilihlah sayuran organik bila memungkinkan.

2. Lakukan olahraga secara teratur saat detoksifikasi.

3. Tak perlu membiarkan diri kamu kelaparan, karena diet ini bukanlah diet yang mengharuskan kita merasa lapar.

4. Boleh juga menambahkan suplemen yang mengandung nutrisi untuk membantu hati (liver) membersihkan racun dan melindungi sistem imunitas tubuh.

5. Hindari Diet Detoks yang ekstrem, dan lakukan diet ini secara perlahan-lahan. Efek samping yang mungkin timbul akibat menjalani diet ini antara lain rasa sakit kepala, sakit perut, sembelit atau lelah saat tubuh mengeluarkan racun.
Berani coba? (VW)

LEAVE A REPLY