obama ke masjid baltimore
Via usatoday.com

Gulalives.com, Jakarta – Setelah tujuh tahun memimpin Amerika Serikat, akhirnya Barack Obama melakukan kunjungan pertamanya ke masjid di Amerika pada Rabu kemarin (3/2). Kunjungan Obama ini juga menjadi sebuah bantahan simbolis yang cukup keras akan retorika pemilih Partai Republik terhadap muslim.

Dilansir oleh usatoday.com, Obama, yang kakeknya memeluk Islam, melakukan kunjungan ke Masyarakat Islam Baltimore. Bertempat di Majid Baltimore, Obama memberikan pandangannya mulai dari isu pada pemilu presiden Amerika ini sampai dengan kontribusi umat Islam di Amerika.

“Hal pertama yang saya ingin sampaikan adalah dua kata yang Muslim Amerika jarang dengar,” kata Obama. “Terima kasih. Saya sampaikan terima kasih karena telah melayani komunitas Anda. Dan terima kasih karena telah peduli pada kehidupan lingkungan Anda karena itulah yang membuat kita kuat dan bersatu, sebagai satu keluarga Amerika” Ujar Obama.

Obama menegaskan bahwa dia memahami perasaan sebagian besar Muslim-Amerika. Muslim-Amerika kerap menjadi sasaran kebencian dari sejumlah orang yang tidak bertanggung jawab.

“Ini bukan masalah siapa kita. Kita adalah satu keluarga Amerika. Dan ketika ada anggota dari keluarga terkena masalah, maka air mata akan menetes membasahi bangsa kita.”

Juru bicara Gedung Putih Josh Earnest mengatakan bahwa Muslim Amerika memiliki peran penting di masyarakat Amerika. Muslim Amerika dijamin kebebasannya menyembah Allah dengan cara yang semestinya.

“Dan Muslim-Amerika sampai tunduk terejek oleh siapa pun, apalagi seseorang yang bercita-cita untuk memimpin negara,” tambah Earnest.

Pernyataan Obama dan Gedung Putih ini seolah menegur retorika kampanye Donald Trump. Sebelumnya calon presiden dari Partai Republik ini berjanji jika terpilih nanti akan melakukan pengawasan di masjid dan melarang Muslim memasuki Amerika Serikat.

Kunjungan Obama ini memang kunjungan pertamanya di masjid yang ada di Amerika. Ketika awal memimpin, Obama sudah mengunjungi setidaknya masjid di Malaysia, Indonesia dan Mesir. (RP)

LEAVE A REPLY