Gulalives.com, JAKARTAMoms rajin melakukan aktivitas atau latihan kebugaran fisik? Kalau iya, maka Moms harus meningkatkan frekuensi latihan. Kalau biasanya dilakukan seminggu sekali, Moms harus bisa melakukannya sebanyak dua kali dalam seminggu. Lebih mantap lagi, Moms mengajak anak-anak untuk ikut latihan fisik. Selain bisa menjaga kesehatan tubuh, latihan kebugaran ternyata baik untuk meningkatkan kemampuan Matematika anak Moms. Kok bisa? Berikut paparan yang Gulalives rangkum dari The Times of India.

 

Membantu perkembangan struktur otak yang berkontribusi dalam Matematika

Moms harus percaya kalau anak-anak diajak untuk melakukan latihan kebugaran fisik secara teratur, bisa diyakini anak-anak Moms akan bersinar dalam pelajaran Matematika. Hal ini dibuktikan dari sebuah penelitan yang menyebutkan latihan kebugaran dan Matematika saling mendukung. Latihan kebugaran fisik bisa meningkatkan ketrampilan Matematika dengan cara membantu perkembangan struktur otak yang memiliki kontribusi besar untuk urusan prestasi Matematika anak.

Anak-anak yang sehat secara fisik ternyata mempunyai kecenderungan untuk memilih materi susah secara signifikan. Hal ini karena kerja sel-sel otak besar berjalan dengan baik yang berkaitan dengan kinerja dan kemampuan Matematika. Ketika si anak memilih materi sulit dan abu-abu, penalarannya harus bekerja untuk memecahkan permasalahan tersebut. Dalam memecahkan soal-soal itu, tentu saja diperlukan penalaran Matematika. Jika anak Moms sehat dan bugar, soal abu-abu itu bisa mereka selesaikan dengan baik.

 

??????????????????

Membuat anak mempunyai penalaran

Untuk mengeksekusi soal abu-abu, anak pastinya harus berpikir dan menalar jawaban soal Matematika yang benar dengan menganalisa dan meningkatkan kemampuan berpikir. Hal ini hanya akan berjalan lancar apabila anak Moms merasa sehat secara fisik dan mental. Untuk memperoleh kesehatan dan kebugaran yang baik, Moms bisa mengajaknya untuk mengikuti latihan kebugaran fisik yang dilakukan setiap minggu. Kebugaran aerobik memiliki andil besar dalam meningkatkan kemampuan berpikir dan penalaran anak.

Analisis ini bukanlah omong kosong aja loh Moms. Klaim ini sudah dibuktikan dengan penelitian yang melibatkan 48 anak anak berusia 10 tahun. Semua anak-anak tersebut sudah menyelesaikan tes latihan kebugaran dengan pengambilan oksigen dalam melakukan treadmill dan aerobik. Hasilnya mencengangkan. Setengah dari anak-anak tersebut mempunyai persentase 70 untuk kemampuan Matematika dengan rajin mengikuti aerobik secara sungguh-sungguh.

Kemudian, anak-anak tersebut di tes lagi dengan menggunakan MRI dan tes uji matematika. Hal ini digunakan untuk mengetes kemampuan matematika anak-anak tersebut lebih dalam seperti kemampuan membaca, mengeja, dan menyelesaikan soal-soal Matematika. Pembuktian tentang korelasi latihan kebugaran fisik dan kemampuan Matematika anak ternyata ditemukan. Ada perbedaan dalam kemampuan Matematikan dan struktural otak kortikal antara anak-anak yang lebih fit dan bugar.

Secara khusus, materi abu-abu yang berhubungan dengan kinerja matematika yang lebih baik ketika anak-anak Moms dalam keadaan sehat dan bugar. Untuk memperoleh kemampuan Matematika yang natural, sebaiknya Moms menerapkan pola latihan kebugaran yang terstuktur yang bisa melatih dan merangsang kemampuan otak anak agar merespon gerakan latihan dengan cepat. (TTH/VD)

LEAVE A REPLY