Wanita juga suka selingkuh

Gulalives.com, JAKARTA – Pria selama ini kerap dicap memiliki kecenderungan tidak setia dengan pasangan, dan masalahnya makin parah jika kaum Adam ini sampai selingkuh. Apakah sudah menjadi takdir bahwa kaum pria cenderung suka selingkuh?

Boleh jadi ya, karena berdasarkan penelitian, tercatat sekitar 60 persen pria diperkirakan tidak setia dengan pasangan atau pernah berselingkuh. Tapi ada fakta menarik, yaitu jumlah wanita yang tak setia ternyata tak jauh berbeda dengan pria, yakni sekitar 55 persen. Wah, gawat juga ya?

Dari sini mungkin kita perlu mengetahui mengapa wanita berselingkuh, mengapa pria berselingkuh, dan bagaimana pasangan suami istri dapat bekerja mengatasi ketidaksetiaan agar tak mewarnai hubungan mereka?

Ketika berbicara ketidaksetiaan, ada banyak mitos dan konsepsi yang salah yang beredar di masyarakat. Yang pertama untuk dipahami adalah bahwa ketidaksetiaan itu tak tak terbatas pada seks atau kontak fisik. Dan yang kedua adalah bahwa pria bukanlah satu-satunya manusia yang suka selingkuh.

Perlu diketahui bahwa wanita juga mendambakan kenyamanan dan kepuasan (di luar atau di dalam kamar tidur) di luar perkawinan mereka, dan perselingkuhan yang dilakukan kaum Hawa ini hampir sama banyaknya dengan pria, kata Sarah Cook Ruggera, MFT, ahli terapi perkawinan dan keluarga di San Diego, seperti dilansir everydayhealth.com.

Menurut Ruggera, untuk komposisi pria selingkuh yang diestimasi sebesar 60 persen dan wanita 55 persen, tampaknya belakangan perbandingannya nyaris sama dan jumlah wanita maupun pria yang selingkuh kian meningkat.

“Juga penting untuk diklarifikasi bahwa seseorang yang selingkuh atau tak setia itu tak harus melakukan hubungan intim dengan orang lain. Ketidaksetiaan itu menjadi semacam menjalin keintiman di luar hubungan pernikahan, baik secara emosi atau fisik,” jelas Ruggera seraya menyebutkan, affair atau selingkuh itu tak selalu soal seks.

Selingkuh dunia maya

Perselingkuhan yang dilakukan banyak kaum urban sekarang ini tak melulu dengan cara kontak fisik, tapi mereka mencari kepuasan batin melalui dunia maya. Misalnya, cyber affair atau selingkuh di dunia maya makin banyak melibatkan komputer atau smartphone di kamar tidur.

Sekarang orang bisa dengan mudah berselingkuh secara online, tanpa harus melakukan hubungan intim atau melakukan pertemuan secara langsung. Tapi tetap saja perilaku seperti ini adalah wujud ketidaksetiaan kepada pasangan.

Sebuah studi terbaru mengungkapkan, meski pria tidak menganggap affair secara online sebagai perselingkuhan karena tidak ada kontak fisik, tapi dari sisi kaum Hawa, anggapan itu tidak benar.

Dari hasil studi itu diketahui bahwa perselingkuhan online itu bisa saja dipicu oleh masalah dalam hubungan dengan pasangan, seperti kurangnya komunikasi, tak bahagia dengan kehidupan seks mereka dan merasa bosan. Namun studi itu juga mengindikasikan perilaku selingkuh di dunia maya bisa saja tak dilandasi oleh masalah dalam perkawinan.

Ada sesuatu yang hilang

Muncul pertanyaan mengapa kini begitu banyak pria maupun wanita yang ingin menyudahi hubungan perkawinan mereka? Sebagian wanita yang selingkuh diketahui memiliki masalah mental atau gangguan kepribadian. Tapi pemicu utama wanita selingkuh adalah karena secara emosi sudah tak nyambung dengan pasangan atau merasa diabaikan, kata Ruggera.

“Dalam banyak kasus tak setia dengan pasangan, biasanya mereka merasakan ada kedekatan secara emosi dengan seseorang,” ucapnya.

Wanita dan pria berselingkuh lebih disebabkan karena mereka merasa kehilangan sesuatu dalam hubungan rumah tangga mereka. Jika wanita sudah merasa tidak nyambung dan jauh dengan pasangannya, merasa kesepian dan depresi, perselingkuhan bisa menjadi pilihan. Dan perselingkuhan yang diawali hanya berupa pertemuan di dunia maya, bisa berlanjut pada pertemuan secara fisik, dan berakhir di atas ranjang. Itu semua sebagai pelampiasan dari kebutuhan fisik dan kesepian yang dialami. (TR)

LEAVE A REPLY