Ilustrasi perempuan stres karena pekerjaan. (Foto: SIT)

Gulalives.com, SEMARANG – Bagi kaum hawa, pekerjaan kadang bisa membuat diri menjadi galau dan stres karena tertekan bahkan berujuang resign kerja. Walaupun stres bisa menjangkiti semua orang, namun sebuah studi terbaru dari majalah wanita Cosmopolitan menunjukkan bahwa generasi perempuan masa kini mengalami tekanan yang luar biasa dari pekerjaan yang dijalaninya setiap hari.

Ilustrasi perempuan stres karena pekerjaan. (Foto: Shutterstock)
Ilustrasi perempuan stres karena pekerjaan. (Foto: Shutterstock)

Sebagaimana dilansir Gulalives.com dari laman Telegraph, Minggu (6/12) yang mengutip hasil penelitian yang akan diterbitkan dalam majalah Cosmopolitan edisi Januari 2016 mewartakan nyaris 71 persen dari responden penelitian itu mengatakan bahwa mereka sering mengalami serangan gugup atau panik. Sementara itu sekitar tiga perempat wanita mengatakan bahwa mereka selalu merasa kehilangan motivasi, dan lebih dari setengah responden mengatakan bahwa mereka terlalu tergila-gila dengan pekerjaan meskipun sudah bekerja di kantor lebih dari 10 jam per hari.

Ilustrasi perempuan stres karena pekerjaan. (Foto: Shutterstock)
Ilustrasi perempuan stres karena pekerjaan. (Foto: Shutterstock)

“Pada masa lalu, kelelahan dalam pekerjaan terjadi pada orang-orang yang bekerja sebagai guru, pekerja sosial, atau perawat. Namun kini kelelahan seperti itu meluas, derap kehidupan yang semakin cepat, pekerjaan yang menggunung, pekerjaan yang tidak aman dan harapan yang semakin tinggi membuat orang semakin kelelahan,” kata Cary Cooper, seorang psikolog dari Manchester Business School kepada Telegraph.

Ilustrasi perempuan stres karena pekerjaan. (Foto: Shutterstock)
Ilustrasi perempuan stres karena pekerjaan. (Foto: Shutterstock)

Sekitar sepertiga orang wanita yang disurvei dalam penelitian itu mengatakan bahwa mereka yakin pekerjaan yang mereka jalani sekarang “sangat” atau “terlalu” membuat stres. Keyakinann itu tecermin dalam gaya hidup mereka. Hasilnya, sebanyak 40 persen responden mengatakan mereka harus minum alkohol untuk menganggulangi stres. Sementara itu 71 persen responden menyebutkan mereka mengatasi stres dengan makan berlebihan atau makan yang teramat sedikit.

“Cara-cara penanggulangan stres tergantung masing-masing orang. Ada yang jadi sering pilek, merokok semakin banyak, minum alkohol berlebihan, kelebihan makan, kekurangan makan atau ada yang mengalami masalah pencernaan,” ujar Cooper.

Ilustrasi perempuan stres karena pekerjaan. (Foto: Shutterstock)
Ilustrasi perempuan stres karena pekerjaan. (Foto: Shutterstock)

Adapun, survei yang dilakukan oleh Cosmopolitan ini bukan satu-satunya penelitian yang menyebutkan semakin meningkatnya wanita yang stres. Angka yang diterbitkan dalam Health and Safety 2014/2015 di Inggris mengungkapkan bahwa jumlah wanita yang mengalami stres akibat pekerjaannya diperkirakan 50 persen lebih tinggi daripada pria dalam rentang umur yang sama. Ini artinya fenomena wanita yang stres karena pekerjaan terjadi di seluruh dunia.

Ilustrasi perempuan stres karena pekerjaan. (Foto: Shutterstock)
Ilustrasi perempuan stres karena pekerjaan. (Foto: Shutterstock)

Gladis menyebutkan sebuah penelitian mengenai kehidupan perempuan yang bergerak di dunia karir menunjukkan bahwa bagi mereka, keseimbangan antara kondisi pekerjaan dengan rumah tangga membuat mereka depresi. Di satu sisi, perempuan ingin mencapai apa yang dicita-citakannya dalam dunia karir, namun di sisi lain juga perempuan ingin menjadi istri sekaligus ibu yang sempurna dalam kehidupan rumah tangganya.

Penelitian sebelumnya, diketahui penyebab mayoritas perempuan stres adalah beban pekerjaan yang meningkat. Resesi ekonomi telah menyebabkan kebutuhan yang lebih besar bagi perempuan. Kondisi ini menuntut mereka bekerja di luar rumah untuk menghidupi keluarganya. Sehingga, dampak stres dapat menyebabkan beberapa dampak pada kesehatan, diantaranya peningkatan risiko penyakit jantung dan stroke. Wanita yang mengalami tingkat stres tinggi 40 persen lebih mungkin memiliki serangan jantung dan stroke. Penyakit jantung merupakan salah satu penyebab banyaknya kematian pada wanita di AS.

Dampak lainnya adalah rambut rontok, pencernaan buruk, depresi, haid tidak teratur, mengurangi gairah seks. Selain itu juga bisa menimbulkan jerawat, berat badan naik dan insomnia. (DP)

LEAVE A REPLY