Ilustrasi Mall

Gulalives.com, JAKARTA – Sering ke mall ya Mom ? Sepertinya sering. Banyak tujuannya. Selain belanja, acara ke mall juga untuk kesenangan lain. Jalan-jalan melepas penat, misalnya.

Tapi Mom, pernah nggak membayangkan, pergi ke mall bukan untuk belanja atau jalan-jalan? Lha untuk apa? Untuk buka toko,misalnya. Oke juga lho buka usaha di mal. Soal barang apa yang mau dijual, bisa dipikir sambil jalan. Yang penting, ada niat dan dorongan buka toko.

Mengapa harus buka toko di mal? Buka toko kan bisa dimana saja. Kalau Mom mempertanyakan itu, ya tidak salah. Buka toko di garasi rumah juga bisa. Di pengkolan dekat kompleks, juga nggak masalah. Tapi, yang beli siapa? Terus jualannya apa?

Ada banyak keuntungan membuka toko di mall. Salah satunya, potensi pembelinya lebih besar daripada tempat lain. Sebagai ruang publik, mall pasti ramai oleh hilir mudik pengunjung. Nah mom, satu atau beberapa pengunjung itu pasti ada yang mampir ke toko. Biasanya, ketertarikan satu atau beberapa orang terhadap sebuah produk, memengaruhi rasa ingin tahu dan minat orang lain. Dan tempat paling efektif dan cepat untuk menyebarkan pengaruh itu adalah mall. Semakin cepat pengaruh tersebar, semakin ramai kunjungan ke toko.

Apa saja yang harus disiapkan? Tentunya, yang paling penting adalah lantai tokonya. Sebab, lantai itulah yang disewakan oleh pengelola mall. Mom, mengutip data dari Konsultan Properti Chusman & Wakefield, sampai akhir September 2015, harga sewa rata-rata lantai mall di Jakarta sebesar Rp 691.400 per meter persegi per bulan. Harga tersebut merupakan harga di lokasi premium untuk specialty shop di lantai dasar.

Menurut Director Research & Advisory Chusman & Wakefield, Arief Rahardjo,harga swa itu lebih mahal 0,5% dari harga sebelumnya. Selain harga sewa, pemilik toko juga harus mengalokasikan biaya service charge.
“Harga rata-rata untuk service charge relatif stabil. Besarannya Rp 133.400 per meter persegi per bulan,” ujar Arief.

Besaran harga sewa dan service charge tersebut penting untuk diketahui. Harga itulah yang menjadi patokan investasi. Jika ingin membuka toko seluas 9 meter persegi (3X3 meter), maka biaya sewa bulanan yang harus disiapkan sebesar Rp 6.222.600. Selanjutnya, biaya itu ditambah dengan fee service charge bulanan sebesar Rp 1.200.600. Dengan demikian total investasi sewa toko yang harus disiapkan sebesar Rp 7.423.200 per bulan, atau Rp 89.078.400 per tahun.

Sekarang lokasi. Dimana seharusnya lokasi ideal untuk membuka toko? Di mall mana saja, bisa. Bukan kah setiap mall selalu memilih lokasi strategis untuk berdiri. Mustahil sebuah mall berdiri di tempat yang jauh dari keramaian.
Nah mom, masih mengutip data dari Chusman & Wakefield, pada kuartal 3/2015 ada satu mall baru, yang beroperasi di Jakarta Selatan. Yakni, One Berlpark. Total lantai di mal ini mencapai 23.100 meter persegi. Dengan luasan itu, banyak toko yang bisa berdiri di atasnya.

Hampir lupa. Mom, pada kuartal 3 ini juga akan ada tambahan lantai dari empat mall, yang menyebar di wilayah Jakarta Barat, Utara, dan Selatan. Dari keempat mall itu, akan ada tambahan lantai seluas 198.600 meter persegi.

Bagaimana Mom? Sudah terbayang membuka toko di mall? (AA)

LEAVE A REPLY