manfaat buah
manfaat buah

Gulalives.com, JAKARTA – Sejumlah buah memiliki dampak menakjubkan bagi tubuh. Tiga buah yang akan kita bahas adalah semangka, peach dan mangga. Buah semangka dan mangga mudah didapat di Indonesia. Sedangkan peach masih diimpor sehingga harganya agak mahal.

Gulalives merangkum tiga buah yang memiliki khasiat hebat dalam menjaga kesehatan manusia. Intip deh dalam paparan berikut ini:

1. Semangka

Buah ini mengandung lebih dari 40 persen zat likopen yang berfungsi menghambat perkembangan sel kanker. Kadar zat tersebut akan terjaga jika disimpan dalam suhu kamar dibandingkan jika disimpan dalam kulkas.

Semangka juga mengandung asam amino arginin. Menurut penelitian yang dipublikasi dalam Journal of Nutrition, zat tersebut bisa membantu menurunkan berat badan.

Bahkan, jika kamu ingin meningkatkan antioksidan, disarankan makan semangka. Pasalnya semangka mengandung likopen yang tinggi – sebuah antioksidan kuat yang ditemukan dalam buah-buahan berwarna merah, termasuk semangka.

Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa likopen dapat mengurangi risiko kanker prostat dan penyakit jantung. Orang yang makan diet yang tinggi kandungan likopen, kecil kemungkinannya untuk mengalami serangan jantung.  Buah berair dengan nama latin Citrullus lanatus ini juga kaya akan Vitamin B6. Vitamin B6 adalah zat penting yang dapat merangsang hormon dalam otak untuk mengatasi kecemasan dan panik.

Tak hanya itu, semangka juga kaya akan vitamin C. Vitamin C tak hanya penting untuk menjaga daya tahuan tubuh, vitamin ini mutlak diperlukan untuk memperlambat penuaan dan kerusakan kondisi medis seperti katarak.

Sama seperti vitamin C, vitamin A yang terkadung dalam semangka juga membantu meningkatkan kekebalan tubuh. Selain itu, vitamin A dapat membantu tubuh melawan infeksi dan mencegah kebutaan.

2. Peach

Biarkan buah peach dalam suhu kamar untuk mencegahnya membusuk. Buah lezat tinggi serat serta vitamin A dan C ini, juga bisa meningkatkan kolesterol baik dalam darah.

3. Mangga

Kita bisa menikmati mangga segera setelah matang. Menurut penelitian dari University of Arizona mangga mengandung enzim pencernaan alami yang dapat membantu membuat perut terasa lebih stabil dan nyaman.

Sedangkan menurut studi yang dilakukan para peneliti dari Texas AgriLife Research menemukan manfaat buah mangga yang dapat mencegah atau menghentikan pergerakan sel kanker usus besar dan kanker payudara.

Adapun varietas mangga yang diteliti adalah yang tumbuh dan dipasarkan di Amerika Serikat, yaitu Kent, Francine, Ataulfo, Tommy/Atkins dan Haden.

Namun, diyakini manfaat mangga varietas lainnya kemungkinan memiliki manfaat yang sama dengan mangga yang diteliti para ilmuwan AS itu, karena mangga adalah buah yang dikonsumsi di banyak negara di seluruh dunia.

“Masyarakat saat ini gemar mengonsumsi buah yang memiliki antioksidan tinggi, dan celakanya mangga sepertinya tak masuk hitungan,” kata Dr. Susanne Talcott, yang bersama suaminya, Dr. Steve Talcott, melakukan penelitian terhadap sel kanker.

Dalam penelitiannya, suami-istri Talcott menguji manfaat mangga dalam melawan sel kanker. Dan ternyata mangga dapat mencegah atau menghentikan pertumbuhan sel kanker payudara dan usus besar.

Meski kandungan antioksidannya kurang dibandingkan dengan anggur atau apel, tapi mangga memiliki kemampuan lain, yaitu menghentikan pertumbuhan sel kanker. Jadi, untuk mendapatkan makanan super yang mampu mengatasi radikal bebas adalah dengan mengkonsumsi beragam buah.

Kunci utama dari kemampuan mangga menghentikan pergerakan sel kanker adalah polifenol (polyphenol) yang terkandung dalam buah ini. Polifenol adalah zat alami di dalam tumbuhan yang bermanfaat meningkatkan kesehatan.

Untuk mengetahui manfaat polifenol dalam buah mangga, pasangan Talcott menguji ekstrak bahan ini secara in vitro pada kanker usus besar, payudara, paru, leukemia dan prostat.

Hasilnya, mangga menunjukkan sejumlah dampak terhadap kanker paru, leukemia dan prostat, tapi yang paling efektif adalah menghentikan pergerakan sel kanker payudara dan usus besar.

Polifenol dalam buah mangga dapat membuat sel kanker usus besar dan payudara mengalami apotosis atau mati. Hebatnya lagi, polyphenol tak membuat sel usus besar yang normal mati, meski letaknya berdampingan dengan sel kanker usus besar saat mendapatkan paparan polifenol. Keren ya? (VW).

LEAVE A REPLY