Buah kiwi hijau

Gulalives.com, JAKARTA – Buah kiwi merupakan buah eksotis yang memiliki citarasa unik. Namun kebanyakan orang mungkin tak begitu mengenal buah ini karena hanya bisa tumbuh di sedikit negara, misalnya Selandia Baru, sehingga untuk mencicipinya harus diimpor. Tidak mengherankan jika harganya menjadi agak mahal dibandingkan buah lokal.

Mungkin selama ini kamu mengira kiwi berasal dari Selandia Baru. Tapi ternyata tidak lho. Kiwi, yang bernama latin Actinidia deliciosa sejatinya berasal dari Cina, dan penduduk di sana biasa menyebutnya ‘gooseberry’.

Nah, ketika Selandia Baru mulai menanam buah ini besar-besaran, barulah dikenalkan nama kiwi. Buah eksotis ini juga dikenal sebagai buah nasional Cina. Dagingnya sangat empuk dan segar disantap saat matang.

Buah berkulit cokelat mirip buah sawo ini kaya gizi yang bermanfaat bagi tubuh kita. Kiwi kaya antioksidan, vitamin C dengan jumlah lebih tinggi dibandingkan jeruk. Buah kiwi juga kaya potasium,  serat dan sumber vitamin A dan E.

Apa saja manfaat kesehatan buah kiwi? Berikut dirangkum dari berbagai sumber:

1. Mencegah asma dan penyakit pernapasan lainnya.

Sejumlah studi di Italia menunjukkan bahwa sebanyak 18.000 anak usia 6-7 tahun menunjukkan perbaikan saluran napas dengan mengonsumsi kiwi. Studi menemukan bahwa anak-anak yang makan 5-7 porsi jeruk dan buah kiwi per minggu mengalami penurunan angka kejadian terkena asma dibandingkan anak-anak yang hanya makan kurang dari sekali seminggu.

Batuk di malam hari juga berkurang sebesar 27%, napas pendek menurun 32%, hidung berair turun 28%, asma parah berkurang 41% dan batuk kronis terkikis 25%.  Ini karena kandungan vitamin C yang tinggi pada kiwi.

2. Memerangi penyakit kardiovaskular.

Makan kiwi setiap pagi memiliki efek yang sama dengan aspirin untuk menjaga kesehatan jantung (mengurangi penggumpalan darah), namun tanpa efek samping seperti peradangan dan pendarahan pada saluran pencernaan.

Menurut studi yang dilakukan di  University of Oslo, Norwegia, orang yang makan buah kiwi 2-3 buah per hari selama 28 hari respon agregasi plateletnya (potensi terbentuknya penggumpalan darah) berkurang sebesar 18% dan menurunkan trigliserida dalam darah sebesar 15%. Hal ini mencegah terbentuknya deposit dan plak pada dinding arteri, sehingga membantu memerangi penyakit kardiovaskular.

3. Antikanker.

Buah kiwi mengandung flavonoids dan karotenoid yang menunjukkan aktivitas antioksidan. Fitonutrien tersebut bertanggung jawab untuk melindungi DNA dari kerusakan terkait oksigen (oksidasi). Dengan mencegah kerusakan DNA, pertumbuhan kanker bisa dicegah dan dihambat.

4. Kesehatan saluran cerna.

Buah kiwi adalah sumber serat yang amat baik. Serat membantu kesehatan saluran cerna dan baik untuk mengikat dan membuang racun dari usus, sehingga berguna untuk mencegah kanker usus besar. Serat juga bertindak mencegah sembelit dan masalah pencernaan lainnya.

5. Melindungi mata.

Buah ini merupakan sumber lutein dan zeaxanthin yang kaya, kimia alami yang ditemukan pada mata manusia. Lutein membantu menyaring cahaya biru yang merusak, yang membantu mencegah degenerasi makula terkait usia dan perkembangan glaukoma dan katarak.

Zeaxanthin bekerja bersama-sama dengan lutein, berperan dalam menjaga kesehatan mata.  Sebuah studi yang dipublikasikan pada Juni 2004 di Archives of Opthamology mengindikasikan bahwa mengonsumsi 3 porsi atau lebih buah (termasuk kiwi) per hari dapat menurunkan risiko degenerasi makula terkait usia, penyebab utama hilangnya penglihatan pada manula.

6. Menjaga tekanan darah.

Kiwi sangat kaya elektrolit potasium. Potasium memainkan peran utama pada sel-sel tubuh dengan menjaga keseimbangan cairan tubuh dan elektrolit, yang akan membantu mengendalikan detak jantung dan tekanan darah dengan mengimbangi efek sodium.

7. Baik untuk kulit.

Buah kiwi kaya vitamin E, sebuah antioksidan yang membantu melawan degenerasi potensial kulit dan bekerja dengan cara luar biasa dalam menjaga kesehatan kulit.

Konsumsilah secara teratur untuk mendapatkan hasil terbaik ya. (VW)

LEAVE A REPLY