manfaat buah delima
manfaat buah delima

Gulalives.com, JAKARTA – Buah ini tergolong unik. Bahkan ada yang bilang langka. Buah delima merupakan sumber penting dari antioksidan, dipercaya memiliki kemampuan baik dalam menurunkan kadar kolesterol dan tekanan darah.

Lantas, bagaimana dengan kemampuan buah kaya biji ini dalam mengurangi inflamasi atau peradangan? Mungkin belum atau tidak banyak yang mengetahuinya.

Sebuah studi menyebutkan bahwa buah delima dapat mencegah beberapa komplikasi pada pasien penyakit ginjal yang menjalani dialisis atau cuci darah akibat dari infeksi dan kejadian kardiovaskular.

Batya Kristal, MD, FASN, bersama dengan Lila Shema, calon peraih gelar PhD, melakukan studi terhadap 101 pasien dialisis (cuci darah) yang mengonsumsi jus delima atau plasebo (sebagai kontrol penelitian – tak mengandung zat aktif apapun) pada awal masing-masing sesi cuci darah, sebanyak tiga kali sepekan selama satu tahun.

Beberapa uji laboratorium menunjukkan pasien yang minum jus delima mengalami penurunan inflamasi dan kerusakan akibat stres oksidatif yang disebabkan oleh radikal bebas.

Sedangkan mereka yang minum plasebo lebih rentan terkena infeksi daripada mereka yang minum jus delima. Temuan ini mendukung sejumlah studi lainnya yang menyebutkan jus delima memiliki zat antioksidan yang cukup ampuh melindungi tubuh dari radikal bebas.

Selain itu, responden yang minum jus delima juga menunjukkan perbaikan dalam faktor risiko kardiovaskular, seperti penurunan tekanan darah, meningkatnya lipid dan berkurangnya kejadian kardiovaskular serta memiliki kesehatan jantung yang lebih baik.

Lantas, bagaimana soal kemampuan buah delima dapat menurunkan kadar kolesterol seperti halnya kedelai?

“Mungkin saja,” kata Thomas Behrenbeck, M.D., dokter spesialis jantung di Mayo Clinic. “Meskipun mengonsumsi produk pangan berbahan baku kedelai dapat mengurangi LDL (kolesterol jahat), namun Asosiasi Jantung Amerika (American Heart Association) menyimpulkan bahwa kedelai tidaklah dapat menurunkan kadar kolesterol secara bermakna,” imbuhnya.

Namun demikian, mengonsumsi bahan pangan yang terbuat dari kedelai baik bagi tubuh karena kedelai mengandung sedikit lemak jenuh dibandingkan daging, serta memiliki kandungan vitamin dan mineral.

“Jika Anda mengganti produk hewani yang selama ini dikonsumsi dengan kedelai, nah bisa jadi ini dapat mengurangi kolesterol,” kata Behrenbeck.

Banyak yang percaya bahwa jus buah delima, atau yang juga ngetop dengan sebutan buah pome (kependekan dari pomegranate) dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah.

Meskipun belum jelas faktanya, namun ada pemikiran bahwa buah delima dapat menghalangi atau memperlambat pembentukan kolesterol di arteri. Terbentuknya kolesterol menyebabkan pengerasan dan penyempitan arteri, sehingga berpotensi menyebabkan penyakit jantung.

Seperti sejumlah jus buah lainnya, delima kaya antioksidan, khususnya polifenol. Namun demikian, delima lebih kaya antioksidan dibandingkan jenis buah yang lain.

Antioksidan dipercaya dapat memberikan beberapa manfaat yang bersifat melindungi jantung, termasuk mengurangi low-density lipoprotein (LDL) yang kerap disebut kolesterol jahat.

Jus delima umumnya aman dikonsumsi. “Jika Anda berniat minum jus delima, cek labelnya guna memastikan bahwa yang diminum adalah jus delima murni, bukannya campuran jus yang mengandung gula. Mengapa ini penting menjadi perhatian? Pasalnya gula menambah lebih banyak kalori pada jus sehingga mengurangi manfaatnya dalam melindungi jantung,” kata Behrenbeck.

Jika ingin mengonsumsi jus atau buah delima secara teratur, bicarakan dengan pakar gizi. Jus delima mungkin berinteraksi dengan obat-obatan yang sedang Anda konsumsi, seperti obat tekanan darah tinggi dan statin, yang berpotensi memiliki efek samping berbahaya. Jadi, bicarakan dengan dokter Anda ya, terutama jika memang memiliki kondisi kesehatan khusus, demikian dilaporkan Mayoclinic.org. (VW)

LEAVE A REPLY