Gulalives.com, JAKARTAGirls, tahu nggak kalau faktor makanan memainkan peran besar dalam menurunkan risiko darah tinggi atau hipertensi. Selain itu, makanan juga berperan dalam mengelola kondisi setelah didiagnosis. (Baca Juga: Apa Itu Darah Tinggi?)

Studi Pendekatan Diet untuk Mengurangi Hipertensi (DASH) menunjukkan bahwa diet kaya buah-buahan, sayuran dan mengurangi lemak jenuh mampu menurunkan risiko tekanan darah tinggi. DASH juga membantu mengontrol tekanan darah pada orang dengan tekanan darah tinggi.

Dilaporkan laman NutritionMD.org, studi DASH itu didasarkan pada pengamatan bahwa diet dengan pola makan vegetarian berhubungan dengan pengurangan risiko tekanan darah tinggi secara signifikan.

Beberapa peneliti lain telah melakukan pengamatan yang selangkah lebih maju. Diet dengan pola vegetarian dan vegan ternyata berpotensi untuk mengurangi atau menghilangkan penggunaan obat pada beberapa pasien.

 

Manfaat dari diet makan sayur dan buah mungkin hasil gabungan dari beberapa faktor, selain berat badan rendah pada vegetarian. Termasuk di antaranya asupan lemak dan kolesterol jenuh yang rendah; jumlah kalium, folat, vitamin C, dan flavonoid yang lebih besar, dan mungkin kandungan L-arginine – sebuah asam amino – dalam jumlah besar, terlibat dalam fungsi pembuluh darah.

Makanan Penurun Darah Tinggi (2)_2
Makanan Penurun Darah Tinggi. Sumber : shutterstock.com

Kombinasi Pola Makan dan Gaya Hidup Sehat Turunkan Darah Tinggi

Kombinasi dari hal berikut akan membantu kamu untuk menurunkan darah tinggi lho.

1. Kurangi lemak jenuh. Mengurangi atau menghilangkan daging dapat mempengaruhi kekentalan darah. Sejumlah penelitian telah menghubungkan makanan seperti sapi, domba, unggas, dan lemak hewan berpengaruh positif terhadap tekanan darah tinggi.

Lemak jenuh pada makanan diatas tampaknya meningkatkan viskositas (atau ketebalan) dari darah. Asupan proporsional lebih tinggi dari sumber asam lemak tak jenuh ganda, dibandingkan dengan lemak jenuh, dikaitkan dengan risiko lebih rendah untuk terkena hipertensi.

2. Makan sayur dan buah-buahan. Sayur dan buah-buahan yang kaya akan kalium bisa mempengaruhi tekanan darah. Kalium, baik dari makanan atau suplemen, menurunkan tekanan darah dan risiko stroke. Buah-buahan dan sayuran merupakan sumber kalium yang kaya.

Beberapa bukti ilmiah juga menunjukkan bahwa makan buah-buahan dan sayuran dapat menurunkan tekanan darah dengan menyediakan antioksidan.

3. Mengurangi asupan sodium. Mengonsumsi sodium di atas kebutuhan normal sehari-hari berhubungan dengan perkembangan hipertensi. Hipertensi jarang ditemui di masyarakat yang diet asupan sodiumnya sangat rendah. Sebuah studi menetapkan bahwa 9-17 persen risiko hipertensi di negara-negara Barat disebabkan sodium diet saja.

Sumber utama garam adalah makanan kaleng, makanan ringan, penggunaan garam tersembunyi pada persiapan makanan atau konsumsi, dan produk susu. Dalam keadaan alaminya, sayuran, buah-buahan, biji-bijian, dan kacang-kacangan mengandung garam yang sangat rendah.

Makanan Penurun Darah Tinggi Ini Terbukti Mujarab. Sumber : shutterstock.com
Makanan Penurun Darah Tinggi Ini Terbukti Mujarab. Sumber : shutterstock.com

4. Membatasi alkohol. Konsumsi alkohol ternyata meningkatkan risiko terkena hipertensi. Hubungan antara konsumsi alkohol dan hipertensi rumit, dan sejumlah studi telah menemukan risiko yang lebih rendah pada kematian yang berhubungan dengan hipertensi pada peminum moderat, bahkan pada mereka dengan hipertensi, dibandingkan dengan orang yang jarang atau tidak pernah minum alkohol.

5. Mengonsumsi asam folat. Pada The Nurses’ Health Study ditemukan bahwa wanita yang mengonsumsi jumlah tertinggi folat dari makanan dan suplemen (kurang dari atau sama dengan 1.000 mg per hari) memiliki hanya sepertiga risiko terkena hipertensi dibanding wanita yang mengonsumsi folat kurang dari 200 mg per hari.

6. Asup Vitamin C. Orang yang berisiko terkena darah tinggi mungkin jumlah asupan vitamin C nya kurang memadai. Studi menunjukkan bahwa tekanan darah meningkat saat individu kekurangan vitamin C.

Asupan vitamin C yang lebih tinggi berhubungan dengan tekanan darah rendah. Namun, tidak terjadi efek penurunan tekanan darah bila mengasup lebih dari 500 miligram vitamin C per hari.

7. Jaga berat badan di tingkat normal. The Nurses Health Study and Health Professionals Follow-Up Study menemukan bahwa dengan semakin berat badan jauh di atas normal, maka risiko hipertensi/darah tinggi makin bertambah.

Perubahan diet yang sama digunakan untuk mengatur tekanan darah dengan mengonsumsi sayuran dan buah-buahan, asupan rendah daging, diet vegetarian, yang juga membantu mengurangi berat badan.

8. Lakukan aktivitas fisik yang teratur. Para peneliti telah memperkirakan bahwa tidak melakukan aktivitas fisik yang cukup akan menyumbang 5 sampai 13 persen dari risiko hipertensi. Menyalurkan energi dalam bentuk aktivitas fisik yang moderat, seperti berjalan atau aktifitas fisik lainnya, menurunkan risiko terkena hipertensi.

Nah, cobain deh. Semoga kombinasi dari makanan dan gaya hidup sehati di atas bisa membantu kamu mengontrol dan menurunkan darah tinggi ya. (VW)

LEAVE A REPLY