Klaim asuransi kecelakaan butuh pemahaman prosedur

Gulalives.com, JAKARTA – Bagi banyak orang, mobil adalah wujud dari kebanggaan dan kesenangan, karena dengan kendaraan ini mereka dapat terbantu dalam memenuhi sebagian keinginan dan kewajibannya, seperti menunjang gaya hidup, bersosialisasi, mengantar keluarga dan pergi ke tempat kerja.

Itulah mengapa ketika terjadi sesuatu dengan kendaraannya, mereka akan merasa sedih, marah atau pun berduka, terutama jika sampai mobil mengalami kerusakan parah dan orang-orang terkasih terluka akibat kecelakaan.

Beruntung bagi mereka yang mobilnya sudah dilindungi oleh asuransi, karena masalah biaya perbaikan setidaknya sudah ada yang menanggung, demikian juga untuk korban luka atau meninggal dunia.

Namun demikian, tak sedikit yang bingung setelah kendaraan mereka mengalami kecelakaan, seperti apakah harus mengajukan klaim atau klaim seperti apa yang harus diajukan kepada perusahaan asuransi.

Nah, bila ladies mengalami kejadian seperti yang dialami mereka, berikut langkah-langkah yang perlu dilakukan setelah kamu mengalami kecelakaan, seperti dikutip dari driverside.com:

Haruskah mengajukan klaim?

Sebelum mengajukan klaim kepada perusahaan asuransi, sempatkan untuk mempertimbangkan apakah kerusakan itu memang perlu diperbaiki dengan dibiayai oleh perusahaan asuransi? Misalnya, jika kerusakannya kecil dan masih bisa diperbaiki dengan ongkos sendiri, lebih baik bayar sendiri saja ongkos kerja perbaikan itu, karena dengan begini kamu tak akan mengalami peningkatan premi asuransi di kemudian hari saat kamu mengajukan klaim.

Pertimbangan lain sebelum mengajukan klaim adalah mengetahui apa jenis asuransi yang kamu miliki. Dalam banyak kasus, jenis asuransi itu adalah liabilitas, kecelakaan dan komprehensif. Untuk yang pertama, kamu diwajibkan membayar biaya minimum untuk biaya perbaikan sesuai kesepakatan. Sedangkan asuransi kecelakaan akan memberikan cakupan untuk tabrakan dengan kendaraan lain atau obyek diam. Lain lagi dengan asuransi komprehensif, yang mencakup banyak hal, seperti tertimpa pohon tumbang, aksi demontrasi, atau lainnya. Ada juga jenis all risk yang mencakup semua hal yang menimbulkan kerugian bagi kamu, seperti pencurian, kecelakaan, kebanjiran, kebakaran atau aksi huru-hara.

Jika kamu tak memiliki kriteria yang disebutkan di atas, jangan mengajukan klaim, karena kemungkinan besar klaim itu akan ditolak. Jadi pada saat kamu mendaftarkan kendaraan kamu untuk ikut dalam asuransi, kamu harus menggali banyak informasi mengenai apa saja yang masuk dalam perlindungan dan apa saja yang tidak, serta perlu tahu juga langkah-langkah apa saja yang diperlukan untuk mengajukan klaim.

Mengajukan Klaim

Ketika situasinya sudah mendesak dan kamu memang harus mengajukan klaim, beberapa langkah berikut mungkin penting untuk dijalankan:

1. Melapor ke aparat berwenang. Meski kecelakaannya ringan dan tak sampai menimbulkan korban luka, tetap saja kamu perlu melaporkan kejadian itu kepada aparat kepolisian guna mencegah ada pihak lain yang ingin mengambil keuntungan dari insiden tersebut.

2. Melapor ke perusahaan asuransi. Jika kamu memang ingin mengajukan klaim, perusahaan asuransi perlu segera tahu insiden yang terjadi. Hal ini untuk memudahkan dalam penilaian bila nanti klaim sudah diajukan.

3. Kumpulkan informasi. Ini langkah sangat penting yang kerap dilupakan karena pada saat kecelakaan pasti rumit dan dan diwarnai aksi tarik urat leher. Perusahaan asuransi butuh banyak informasi dan mengkaji informasi itu mulai dari awal kejadian, sehingga proses klaim lebih mudah dan lancar. Informasi yang diperlukan adalah nama pengemudi lain yang terlibat kecelakaan, nomor premi, nomor polisi, jenis dan model kendaraan, nomor telepon, jenis kerusakan dan juga nama petugas kepolisian yang mengurus insiden tersebut.

4. Buatlah catatan. Lebih baik membuat catatan mengenai apa saja yang terjadi saat kecelakaan, karena bila hanya mengingat berpotensi terlupa.

5. Tahu siapa yang kamu ajak bicara. Di lokasi kejadian, kamu harus bicara hanya kepada pihak berwenang, bukan dengan pengemudi lain atau saksi mata. Hal ini penting sebagai bahan untuk pembuktian jika kasus tersebut sampai diproses secara hukum.

6. Minta laporan polisi. Banyak pihak berwenang yang enggan mengeluarkan surat keterangan kejadian jika kecelakaannya ringan, tapi kamu harus memintanya, terutama jika kamu bukan pihak yang bersalah. Surat keterangan ini diperlukan sebagai informasi penting bagi pihak asuransi.

7. Monitor proses klaim kamu. Umumnya, setelah klaim diajukan, mobil kamu akan dievaluasi oleh pihak asuransi. Setelah proses itu selesai, mereka akan menentukan apakah mobil kamu dapat diperbaiki atau dianggap sebagai total loss, dan di sini kamu perlu tahu berapa kompensasi yang kamu dapatkan.

8. Tahu hak-hak kamu. Kamu ikut asuransi karena berharap ada perlindungan jika kamu mengalami kecelakaan. Jika kamu merasa tak puas dengan klaim yang kamu dapatkan, respons yang kurang baik dari pihak asuransi, atau hal-hal lainnya, kamu bisa mengajukan arbitrasi atau langkah hukum lainnya jika perlu.
Dengan memahami langkah-langkah yang harus ditempuh terkait dengan asuransi, suatu saat kamu mengalami masalah di jalan, kamu akan lebih mudah dan cepat mendapatkan kompensasi dari pihak asuransi. (TR)

LEAVE A REPLY