Crim pemutih_www.hyperpigmentationtreatment3.com

Gulalives.com, JAKARTA – Krim pemutih atau krim pencerah kulit telah lama dituduh diskriminatif dan rasis, tapi apa yang kurang diketahui publik adalah kenyataannya industri ini bernilai jutaan dolar. Sementara di sisi lain, krim pemutih juga dapat membahayakan konsumen – menimbulkan masalah kesehatan serius dalam jangka panjang.

Kebanyakan krim pemutih yang dijual di pasar adalah campuran dari berbagai bahan atau senyawa berbahaya seperti steroid, hydroquinone, dan tretinoin. Yang tak banyak diketahui khalayak adalah, penggunaan krim pemutih dalam jangka panjang dapat memicu aneka masalah kesehatan – yang bahkan kadang mematikan – antara lain pigmentasi permanen, kanker kulit, kerusakan hati, keracunan merkuri dan sebagainya.

source : www.shutterstock.com
source : www.shutterstock.com

 

Ambil contoh, industri krim pemutih di India berkembang sangat pesat, dan krim yang diklaim bisa memutihkan kulit ini laris bak kacang goreng. Bahkan ada yang menyebut, satu dari dua krim yang terjual di pasaran adalah krim pemutih kulit. Sehingga tak mengherankan jika produsen berlomba menggelontorkan jutaan dolar untuk iklan yang mempromosikan produk krim pemutih yang klaimnya bisa memutihkan kulit dalam waktu cepat dan konon aman.

Mungkin sebagian krim pemutih memang aman. Namun tak sedikit krim pemutih racikan skala rumah tangga yang mencampur aneka bahan yang malah membahayakan kulit dalam jangka panjang.

Yang memicu keprihatinan adalah, kerusakan akibat pemakaian krim pemutih ini kebanyakan tak bisa diperbaiki alias permanen.

Ilustrasi "Whitenng Cream" (source : www.shutterstock.com)
Ilustrasi “Whitenng Cream” (source : www.shutterstock.com)

 

“Ada banyak kasus efek samping terutama di kalangan perempuan di kelompok usia 20-30. Insiden efek samping pada remaja berusia 14-15 tahun juga mengkhawatirkan juga. Sekitar 30 persen dari pengguna krim pemutih dalam jangka panjang melaporkan efek samping,” kata Dr Nitin Walia, konsultan dermatologi Max Healthcare seperti dilansir laman Daily Mail.

Krim pencerah kulit terutama mengandung dua bahan kimia, hydroquinone atau merkuri. “Banyak pengguna jangka panjang krim pemutih melaporkan mengalami kondisi yang sulit untuk diobati, yang dikeenal dengan nama pigmentasi refraktori.

“Sungguh aneh bahwa krim pemutih semacam ini masih bisa dijual bebas di India sedangkan krim pemutih semacam itu sudah lama dilarang di negara-negara lain,” kata konsultan wajah ahli bedah plastik yang berbasis di Mumbai, Dr Debraj Shome.

Efek samping merkuri

Sementara itu, dalam laporan terpisah disebut bahwa Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) telah memperingatkan publik bahwa sejumlah produk krim pemutih mengandung kadar merkuri (air raksa) dalam jumlah tinggi.

Merkuri digunakan pada krim pencerah kulit sebab menghambat produksi pigmen kulit melanin, demikian dilaporkan blog kesehatan NPR.

Ilustrasi "Whitenng Cream" (source : www.shutterstock.com)
Ilustrasi “Whitenng Cream” (source : www.shutterstock.com)

 

Merkuri dalam kadar yang tinggi juga ditemukan pada sabun, losion dan produk anti-penuaan yang dipasarkan secara luas dan dijual secara illegal.

“Terpapar merkuri bisa memberikan konsekuensi serius bagi kesehatan,” kata Charles Lee, M.D., penasihat senior medis FDA. “Zat itu berbahaya bagi ginjal dan sistem saraf, dan mengganggu perkembangan otak pada janin dan bayi.”

FDA merekomendasikan untuk mengecek label dari produk pencerah kulit atau anti-penuaan. Jika Anda mendapati produk seperti mercurous chloride, calomel, mercuric, mercurio, atau mercury segera hentikan pemakaian produk.

Bagi manusia, pengaruh buruk merkuri di dalam tubuh adalah menghambat kerja enzim dan kemampuannya untuk berikatan dengan grup yang mengandung sulfur di dalam molekul enzim dan dinding sel.

Kerusakan tubuh yang disebabkan oleh merkuri biasanya bersifat permanen, dan sampai saat ini belum dapat disembuhkan.

source : www.shutterstock.com
source : www.shutterstock.com

 

Penting untuk diketahui, air raksa sangat beracun bagi manusia. Hanya sekitar 0,01 mg dalam tubuh manusia dapat menyebabkan kematian. Air raksa yang sudah masuk ke dalam tubuh manusia tidak dapat dibawa keluar.

Kontaminasi dapat melalui inhalasi, proses menelan atau penyerapan melalui kulit. Dari tiga proses tersebut, inhalasi dari raksa uap adalah yang paling berbahaya. Jangka pendek terpapar raksa uap dapat menghasilkan lemah, panas dingin, mual, muntah, diare,  dan gejala lain dalam waktu beberapa jam.

Jangka panjang terkena uap raksa menghasilkan getaran, lekas marah, insomnia, kebingungan, keluar air liur berlebihan, iritasi paru-paru, iritasi mata, reaksi alergi, dari kulit rashes, nyeri, sakit kepala, dan lainnya. (VW)

 

LEAVE A REPLY