Keamanan kosmetik

Gulalives.com, JAKARTA – Cek deh, apa saja perlengkapan kosmetik aman yang tersedia di meja riasmu. Mulai dari lipstik, maskara, eyeshadow, bedak, pelembab wajah, eyeliner, alas bedak hingga deodoran, parfum, dan serum. Pernah nggak terpikir produk itu kemungkinan bisa membahayakan kesehatan?

Nah, luangkan waktu sejenak untuk memeriksanya satu persatu. Pastikan kandungan bahan pada masin-masing kosmetik itu aman sesuai peraturan FDA (Badan Pengawas Obat di Amerika Serikat). Kalau di Indonesia, produk make up atau kosmetik itu harus lolos uji oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan memiliki izin edar.

Jangan sampai produk yang kamu beli – yang tujuan awalnya demi penampilan yang lebih cantik, ternyata malah menyebabkan ruam, atau lebih buruk alergi parah yang bisa mengancam nyawa.

Di Amerika Serikat, pembuat kosmetik harus memenuhi standar yang ditetapkan FDA, yaitu pada labelnya harus mencantumkan daftar bahan aktif yang digunakan pada produk tersebut. Nah, terkait hal ini sebagai konsumen kita mesti cerdas dalam membaca label kemasan produk, semata demi menjaga keamanan – karena produk make up langsung kontak dengan kulit atau bagian tubuh lain.

Sebagai konsumen cerdas, kita mesti kritis dalam mencari tahu ‘kebenaran’ suatu produk dengan membaca labelnya secara hati-hati. Sekadar berjaga-jaga apakah ada bahan berbahaya yang terkandung dalam label. Terkait dengan hal ini, laman kesehatan WebMD meminta saran Linda Katz, MD, direktur FDA untuk Kosmetik dan Warna menjawab sejumlah pertanyaan konsumen tentang bagaimana upaya melindungi diri dari bahaya kemungkinan penggunaan kosmetik tersebut. Simak ya:

Apa masalah yang paling umum terkait dengan kosmetik?

Linda Katz: Kebanyakan produk topikal (produk yang diaplikasikan pada kulit), sehingga kita melihat masalah terkait dengan kulit, misalnya ruam. Orang mungkin mengalami iritasi mata, dan kami telah melihat luka bakar kimia akibat penggunaan produk obat untuk menghilangkan rambut (hair removal cream). Beberapa orang mungkin alergi terhadap beberapa komponen produk dan mungkin tidak menyadarinya. Secara umum, orang yang berbeda mungkin memiliki kepekaan yang berbeda untuk produk tertentu.

Apakah ada masalah efek samping serius dengan kosmetik?

Mungkin ada beberapa. Alasan saya mengatakan mungkin ada efek samping berdasarkan laporan yang disampaikan kepada FDA secara sukarela. Dari laporan yang kami terima dalam database, sekitar 30 persen akan dianggap serius. Namun ada juga yang melaporkan kondsinya serius, namun kemungkinan tidak demikian.

Apa yang dianggap sebagai efek samping yang serius?

Definisi untuk serius di sini adalah membutuhkan rawat inap – tetapi hanya jika orang tersebut dirawat di rumah sakit – dan itu menyebabkan kematian atau cacat atau reaksi alergi yang signifikan, berpotensi reaksi anafilaksis (reaksi alergi parah yang bisa memicu kematian).

Apa contohnya?

Kami sudah menerima laporan infeksi serius dari tinta tato. Pada tahun 2004, penggunaan makeup permanen (lipstik dan eyeliner) mengakibatkan sekitar 100 efek samping yang dilaporkan ke perusahaan dan sejumlah besar kasus mengakibatkan jaringan parut permanen. Kami telah memiliki laporan infeksi Mycobacterium chelonae pada individu yang ditato dengan tinta yang terkontaminasi. (Infeksi Mycobacterium chelonae dapat menyebabkan abses pada kulit atau mata, serta pneumonia).

Apa yang harus dilakukan jika seseorang memiliki masalah dengan kosmetik?

Jika konsumen mengalami efek samping negative dengan kosmetik, maka disarankan untuk menemui dokter guna memastikan ia akan mendapatkan perawatan medis yang tepat. Atau, konsumen menghubungi FDA (jika di Indonesia adalah BPOM – Red), dengan mengirimkan label produk. Ini akan membantu pihak terkait memantau dan membuat keputusan tentang produk dan bahan-bahan yang mungkin perlu dilihat lagi dengan hati-hati. Semakin banyak informasi yang didapatkan, maka laporan itu akan makin muda untuk ditindaklanjuti.

Bagaimana konsumen bisa mengetahui bahwa kosmetik mereka beli aman?

Hukum tidak mensyaratkan persetujuan FDA terkait dengan bahan, kecuali warna aditif. Adalah tanggung jawab produsen untuk memastikan kosmetik yang aman. Jadi jika kosmetik itu dijual di pasar, produsen harus memiliki data untuk mendukung keamanannya.Kami selalu sarankan konsumen untuk membuat pilihan terbaik bagi mereka dan keluarg. Penting bagi konsumen untuk selalu membaca label.

Apa yang harus diwaspadai konsumen jika mereka membeli kosmetik buatan sendiri (homemade) atau yang disediakan oleh usaha kecil?

Seharusnya ada label pada produk. Jika tidak ada label pada produk, laporkan kepada pihak berwenang (FDA atau BPOM jika di Indonesia –Red).

Haruskah konsumen khawatir tentang phthalates atau paraben dalam kosmetik mereka?

Jika bahaya kesehatan ada, kami akan mengingatkan konsumen. Tapi saat ini, kami tidak memiliki alasan untuk melarang bahan-bahan ini dari kosmetik. Kami akan terus mengevaluasi produk ini jika memang ada informasi terbaru. (VW)

 

LEAVE A REPLY