Deteksi dini kanker payudara bisa selamatkan nyawa

Gulalives.com, JAKARTA – Angka kejadian kanker payudara di dunia, termasuk di Indonesia menduduki peringkat dua besar jenis kanker yang diderita wanita, setelah kanker serviks.

Perempuan bisa proaktif mencegah terjadi kanker payudara dengan melakukan pemeriksaan payudara sendiri untuk deteksi awal. Ini penting dilakukan karena 85% benjolan di payudara ditemukan oleh penderita sendiri dengan SADARI.

Pemeriksaan payudara sendiri merupakan suatu cara yang efektif untuk mendeteksi sedini mungkin adanya benjolan pada payudara.

SADARI merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pemeriksaan payudara dan sangat mudah dilakukan oleh setiap wanita. Sayangnya, belum banyak kaum hawa yang melakukan tindakan ini untuk mendeteksi dini adanya kelainan di payudaranya.

American Cancer Society menganjurkan wanita yang berusia di atas umur 20 tahun untuk melakukan SADARI setiap tiga bulan. Sedangkan untuk wanita di atas usia 40 tahun ditambah dengan melakukan pemeriksaan payudara dengan dokter ahli.

source : www.shutterstock.com
source : www.shutterstock.com

 

Padahal, apabila SADARI dilakukan secara rutin, seorang wanita akan dapat menemukan benjolan pada stadium dini. Bahkan, deteksi dini dengan cara sederhana ini dapat menekan angka kematian sebesar 25-30 persen akibat kanker payudara.

Terbukti 95 persen perempuan yang terdiagnosis pada tahap awal kanker payudara dapat bertahan hidup lebih dari lima tahun setelah terdiagnosis sehingga banyak dokter yang merekomendasikan agar para wanita untuk melakukan SADARI.

Hanya butuh 5 menit setiap bulan untuk memeriksa kesehatan payudara, dan bisa dilakukan saat mandi. Waktu yang singkat ini bisa menyelamatkan nyawa.

Waktu terbaik untuk memeriksa payudara adalah 7 sampai 10 hari setelah menstruasi selesai. Pada saat itu, payudara terasa lunak sehingga bila ada benjolan yang mencurigakan bisa teraba.

Yang perlu diingat, bentuk payudara biasanya berubah-ubah. Sebelum memasuki masa menstruasi, biasanya payudara terasa membesar, lunak, atau ada benjolan dan kembali normal ketika masa mentruasi selesai.

Yang terpenting adalah mengenali perubahan mana yang biasa terjadi dan mana yang tidak.

Tujuan utama dari pemeriksaan payudara sendiri secara rutin adalah untuk merasakan dan mengenal lekuk-lekuk payudara sehingga jika terjadi perubahan dapat segera diketahui.

source : www.shutterstock.com
source : www.shutterstock.com

 

Bagi yang masih belum tahu bagaimana langkah melakukan SADARI, berikut panduannya:

1. Berdiri tegak di depan cermin. Cermati bila ada perubahan pada bentuk dan permukaan kulit payudara, pembengkakan dan/atau perubahan pada puting. Jangan khawatir bila bentuk payudara kanan dan kiri tidak simetris (asimetris). Banyak perempuan yang memiliki ukuran payudara kiri dan kanan tak sama besar.

2. Angkat kedua lengan ke atas, tekuk siku dan posisikan di belakang kepala. Dorong siku ke depan dan cermati payudara, dorong siku ke belakang dan cermati bentuk dan ukuran payudara. Otot dada dengan sendirinya berkontraksi saat Anda melakukan gerakan ini.

3. Posisikan kedua tangan pada pinggang, condongkan bahu ke depan sehingga payudara menggantung dan dorong kedua siku ke depan lalu kencangkan (kontraksikan) otot dada.

4. Angkat tangan kiri ke atas dan tekuk siku sehingga tangan kiri memegang bagian atas punggung. Menggunakan ujung jari tangan kanan, raba, dan tekan area payudara dan cermati sekuruh bagian payudara kiri hingga ke area ketiak. Lakukan gerakan atas-bawah, gerakan lingkaran dan gerakan lurus dari arah tepi payudara ke puting dan sebaliknya. Ulangi gerakan yang sama pada payudara kanan.

5. Cubit kedua puting. Cermati bila ada cairan yang keluar dari puting. Konsultasilah dengan dokter seandainya terdapat cairan yang keluar dari puting.

6. SADARI juga bisa dilakukan saat posisi rebah. Pada posisi tiduran, letakkan bantal di bawah pundak kanan. Angkat lengan ke atas, kemudian cermati payudara kanan dan melakukan gerakan tiga pola gerakan seperti sebelumnya. Menggunakan ujung jari-jari, tekan seluruh bagian payudara hingga ke sekitaran ketiak. Gunakan tiga pola gerakan untuk mencermati perubahan payudara. Ulangi langkah ini pada sisi berlawanan untuk mencermati payudara sebelah kiri.

Ingatlah, tidak sedikit kasus kanker payudara terlambat ditangani lantaran terlambat dibawa ke dokter. Alasan keterlambatan berobat bisa karena dua hal. Pertama tidak peka terhadap perubahan yang muncul pada payudara sendiri, dan abai melakukan upaya pemeriksaan payudara mandiri. (VW)

LEAVE A REPLY