Apartemen di Surabaya

Gulalives.com,JAKARTA – Pasar apartemen di Surabaya semakin menggeliat. Dalam kurun waktu tiga tahun ke depan, Kota Pahlawan ini bakal diguyur 15.700 unit apartemen baru. Jangan terlambat. Ini saatnya investasi apartemen di kota terbesar kedua di Indonesia itu.

Dari segi apapun, Surabaya tak kalah dahsyat dari kota – kota besar lainnya, khususnya Jakarta. Soal properti, jangan ditanya. Semua ada. Hotel, mal, perkantoran, area komersial, rumah tapak, hingga apartemen saling berlomba berdiri di atas bumi Surabaya. Bahkan, khusus apartemen, kini mulai bersaing ketat dengan pasar rumah tapak. Investor dan konsumen properti Surabaya semakin familiar dengan hunian vertikal. Ini fakta.

Head of JLL Surabaya Joseph Lukito mengatakan, ketatnya persaingan antara rumah tapak dengan apartemen dipicu oleh harga tanah. “Karena harga tanah di pasar sudah mahal, dan land bank (cadangan lahan)nya tidak ada, maka opsinya tinggal di kondominium (apartemen). Kalaupun harus landed house (rumah tapak), harus keluar dari Surabaya, seperti Sidoarjo dan Gresik,” ujar Joseph.

Data JLL menyebutkan, sepanjang 2015 – 2018 bakal masuk apartemen baru di Surabaya sebanyak 15.700 unit. Dari jumlah itu, lebih dari 10.800 unit merupakan apartemen kelas menengah – bawah (midle low). Bandrol harga di kelas ini berkisar antara Rp 9 juta – Rp 14 juta per meter persegi.

Unit-unit baru yang bakal masuk itu menunjukkan bahwa pasokan apartemen di Surabaya, cukup aman. Artinya, jika investor ingin berinvestasi, unitnya tersedia.

Lantas bagaimana dengan permintaan? Soal ini, sama saja. Cukup aman. Begitu amannya, hingga bisa langsung dipetakan. Menurut Joseph, peta permintaan apartemen bisa dibagi dua, yakni permintaan di Surabaya bagian barat dan Surabaya bagian timur. Peta ini sangat penting sebagai pegangan investor sebelum berinvestasi apartemen di Surabaya.

Interior Apartemen
Interior Apartemen

Di Surabaya bagian timur, permintaan atau kebutuhan apartemen datang dari kalangan perguruan tinggi. Pasar sewa dan pembelian secondary market (pasar kedua) akan didominasi oleh mahasiswa dan praktisi pendidikan. “Apartemen di Subaya bagian timur kebanyakan untuk mahasiswa, karena kawasan ini dirancang sebagai edocity-nya Surabaya,” ujar Joseph.

Selanjutnya, di Surabaya bagian barat, permintaan atau kebutuhan apartemen berasal dari pekerja asing atau ekspatriat. Di sini, banyak pekerja dari China dan Jepang yang memerlukan tempat tinggal aman, nyaman, dan elegan.

Sebelum Surabaya digrojok apartemen, para ekspatriat itu memilih menyewa dan tinggal di rumah tapak. Munculnya apartemen bagus mendorong mereka meninggalkan rumah tapak. Mereka juga memilih apartemen karena alasan kepraktisan. Tinggal di apartemen di Surbaya bagian barat dianggap praktis karena dekat dengan akses tol. Apalagi, mayoritas ekspatriat bekerja di kawasan industri, yang lokasinya tak jauh dari akses tol barat.

Tunggu apalagi. Ini saatnya investasi apartemen di Surabaya. Pasokan ada, permintaan pun melimpah. (AA)

LEAVE A REPLY