Ciuman juga menyehatkan

Gulalives.com, JAKARTA – Kita telah lama tahu bahwa berciuman dapat saling memindahkan bakteri, yang bisa berpindah bersama virus flu. Tapi tak perlu takut, karena berciuman ternyata banyak memiliki manfaat bagi kesehatan.

Pendapat itu disampaikan para peneliti asal Belanda setelah meneliti 21 pasangan. Menurut ketua tim peneliti, Remco Kort, ada sekitar 80 juta atau lebih bakteri saling berpindah hanya dalam 10 detik berciuman. Tapi jangan cemas, karena pada saat berciuman itu juga bermanfaat dalam mengusir stres, membuat sistem imun lebih kuat dan bahkan bisa meningkatkan jumlah bakteri baik.

Dalam studi yang dikutip Men’s Journal itu, Remco Kort bersama koleganya meneliti 21 pasangan dan meminta mereka mengisi kuisioner, memberikan sampel liur sebelum dan setelah ciuman, dan kemudian minum yogurt. Semua itu dimaksudkan untuk menghitung jumlah bakteri yang berpindah selama berciuman.

Tim peneliti menemukan bahwa mikroba yang bertukar tempat pada lidah itu tak hanya tetap hidup, tapi pasangan yang sering berciuman juga memiliki lebih banyak bakteri usus dibandingkan dengan mereka yang tidak pernah berciuman sama sekali.

“Berciuman itu menyehatkan. Jika Anda melihat dari perspektif keragaman, Anda akan banyak memiliki bakteri jika berciuman dan ini akan membuat tubuh Anda lebih kebal,” kata Kort.

Bakteri ini, imbuh Kort, dapat membantu melawan mikroorganisme penyebab penyakit, sama seperti Anda mengonsumsi makanan sehat berupa sayuran dan buah serta probiotik dari yogurt. Bakteri yang berpindah selama ciuman itu juga sama seperti Anda mendapatkannya dari ibu Anda saat melahirkan Anda atau kuman yang menempel dan masuk ke tubuh Anda sepanjang hidup Anda. Intinya, berciuman akan memberikan warna pada mikrobioma di tubuh Anda.

Tapi jika Anda masih berpikir kuman itu menjijikkan, Anda harus berpikir ulang, karena ternyata ciuman itu juga baik secara emosi dan psikis Anda. Riset menunjukkan bahwa 15 menit berciuman dapat meningkatkan kadar hormon oksitosin (senyawa otak yang mendorong pasangan agar menjalin hubungan lebih dekat), dan menurunkan kadar kortisol (hormon yang terkait dengan stres).

Kemudian, selama berciuman tubuh juga mengeluarkan dopamin, hormon yang berhubungan dengan perasaan senang dan bahagia. Ketika Anda mencium seseorang, saraf sensitif yang terdapat pada lidah dan bibir akan melecutkan sinyal ke otak Anda, yang memacu peningkatan keluarnya dopamin secara alami. Untuk Anda ketahui, dopamin juga berhubungan dengan ketergantungan, yang tergambar dari saat Anda berciuman, Anda seperti tak mau melepasnya dan ingin mengulanginya lagi. Bisa saja kondisi ini kita anggap sebagai orgasme mini, karena senyawa kimia dalam otak yang keluar saat berciuman sama dengan ketika pasangan mencapai klimaks setelah berhubungan intim.

Ciuman juga dapat menjadi permulaan yang terbaik untuk memulai foreplay sebelum dilanjutkan ke hubungan intim. Banyak psikolog menyarankan pria untuk melakukan ciuman untuk membangkitkan gairah seksual mereka, sementara bagi wanita, ciuman dapat menjadi penanda untuk memutuskan apakah akan melanjutkan ‘permainan’ atau menyudahinya sampai di situ.

Tapi tentu saja berciuman berbahaya jika Anda melakukannya tak hati-hati, terutama dengan orang yang diketahui menderita penyakit berbahaya, seperti hepatitis. Namun demikian, Anda juga tak perlu takut berlebihan, karena Anda tidak mungkin mengumbar ciuman dengan siapa saja. Kalau pun Anda akan berciuman, pasti Anda sudah tahu riwayat dan kondisi kesehatannya. (TR)

LEAVE A REPLY