ILustrasi pasangan hidup. (Foto: Shutetrstock)

Gulalives.com, SEMARANG – Ladies, jika hendak memilih pasangan hidup, tentu tidak setiap wanita memiliki kemampuan untuk menentukan sikap dalam memilih siapa yang pantas untuk menjadi pendamping hidupnya kelak.

Hingga tibalah saatnya, suatu hari nanti, penyesalan demi penyesalan yang dirasakan sudah tidak ada gunanya lagi, karena kesalahan yang diperbuat ketika memilih pasangan hidup adalah pilihan yang harus diterima dengan lapang dada, sebagai bentuk konsekuensi atas pilihan yang telah dibuat.

Memang benar tak ada seorang pun yang dapat meramal apa yang akan terjadi di masa depan, tak ada seorang pun yang dapat memahami hati serta perasaan seseorang. Hal inilah yang harus menjadi perhatian utama bagi para wanita yang telah siap untuk memasuki kehidupan pernikahan, hendaknya mereka berhati-hati dalam memilih calon pendamping hidup, sehingga rasa sesal dikemudian hari tidak akan pernah memiliki kesempatan untuk menghinggapi kehidupan Anda.

Nah, saat ini, pria dengan kondisi fisik yang tampan, harum, gagah, sukses, dan heteroseksual, merupakan “prospek” potensial untuk para wanita lajang. Selain itu, pasangan tampan dan pintar dalam berpenampilan, memberikan rasa bangga ketika Anda sedang berpergian ke luar rumah dengannya.

Tentunya, tatapan mata wanita lain yang mengagumi pasangan, tentunya membuat Anda puas diri dan percaya diri tidak salah pilih. Namun, tunggu dulu. Anda jangan langsung tersipu-sipu. Coba perhatikan saksama perilaku dan karakter pasangan Anda tersebut.

Namun ladies, Anda harus perhatikan, jika dia termasuk dalam kategori pria narsis, maka Anda harus berhati-hati. Karena menurut penelitian di University of Michigan, pria yang terlalu memuja diri sendiri dalam kadar berlebihan bisa berbahaya dan cenderung rentan depresi.

“Berdasarkan penelitian terhadap 106 Mahasiswa, kami mendapat hasil bahwa orang-orang yang dikategorikan narsistik mempunyai hormon kortisol lebih tinggi,” ujar Sara Konrath, PhD., Professor Assistant, University of Michigan Reserach Center for Group Dynamics, dilansir dari laman Prevention.com, Senin (21/12).

Hormon kortisonl, kata Konrath, bisa meningkatkan kadar stress yang akhirnya memicu timbul penyakit emosional kronis dan penyakit seperti jantung serta stroke. Konrath menambahkan, fenomena media sosial yang melaju pesat mendorong seseorang untuk memiliki sifat narsis yang termasuk dalam penyakit mental.

Media sosial membuat manusia merasa hidup di dunianya sendiri dan akhirnya jadi lebih nyaman menghindar dari interaksi sosial.

Nah, untuk para wanita dimanapun berada, selalu teliti sebelum membeli. (DP)

LEAVE A REPLY