tishtaylor.com

Gulalives.co – Sebelum menjadi orang tua, pasti kita pernah merasakan jadi anak terlebih dahulu, bukan? Dan, pernahkah kita merasa bahagia saat orang tua kita tanpa sengaja membanding-bandingkan kita, baik dengan kaka atau adik, pun bahkan dengan anak orang lain yang menurut orang tau kita jauh lebih baik dari kita dan pantas untuk dijadikan acuan. Entah dengan kalimat kurang pintar, kurang rajin, kurang cekatan, kurang abc, dan sebagainya. Mungkin niat orang tua kita baik, mereka ingin kita jauh lebih maksimal lagi dalam menjalani kehidupan, namun tanpa sadar, orang tua yang kerap membanding-bandingkan anaknya ini telah membunuh rasa percaya diri si anak secara perlahan.

Related image
growingsocialmedia.com

Seperti yang dilansir dari huffingtonpost.com, saat anak dibanding-bandingkan dengan yang lainnya, bukan tidak mungkin jika nantinya ia akan meragukan dirinya sendiri. Dia merasa sudah terlahir menjadi anak yang tidak baik, tidak berharga. Bahkan halnya ini bisa dengan mudah menumbuhkan rasa cemburunya terhadap anak-anak lain. Setelah cemburu, iri, dan perasaan tak enak lainnya tumbuh, bukan tidak mungkin nantinya sang anak akan bertindak agresif dan kasar pada temannya tersebut, atau bahkan ke semua orang seumurannya yang ia temui. Bukankah yang kita mau adalah anak kita menjadi baik? Lantas, kalau dengan membanding-bandingkan mereka secara berlebih akan membuat mereka tumbuh tanpa arah, siapa yang harus disalahkan?

Related image
republika.co.id

Jadi, mulai sekarang cobalah untuk beri kepercayaan lebih pada anak kita, seperti kita dulu ingin dipercaya orang tua saat melakukan segala sesuatunya. Jangan kaget jika anak kamu belum juga bisa naik sepeda saat temannya sudah bisa mengendarai dengan tangan satu, kalau selama berlatih kamu selalu tidak mensupport dan memberi kepercayaan pada dia secara utuh. Jangan kaget kalau nantinya anak kamu takut dengan banyak hal, kalau ternyata tanpa sengaja kamu sering menakut-nakuti dia akan hal tersebut.

Anak adalah ruang kosong yang bisa kita tata sebaik mungkin, anak adalah kertas yang bisa kita tulis hal-hal baik semaksimal yang kita bisa, anak adalah telinga yang kan mendengar segala yang kita ucapkan, sengaja pun tidak. Jadi, sebelum menuntut abcd pada anak, ada baiknya kita bercermin, sudahkah kita menjadi orang tua yang baik untuk mereka?

Related image
pondokibu.com

Semoga bermanfaat ya sharing kali ini, dan mudah-mudahan anak kita tumbuh dengan kepercayaan diri yang baik, tidak over, tidak juga kurang. Semoga anak kita akan menjadi sosok yang membanggakan di jalan yang baik, tanpa merugikan orang lain. Salam sayang dari kami, untuk semua orang tua yang sedang terus berusaha membesarkan anaknya sebaik mungkin.

LEAVE A REPLY