Investasiku Masa Depanku, Reksadana,
Investasiku Masa Depanku, Reksadana, Danareksa. Foto : Asky

Gulalives.com, Jakarta – Masih banyak orang yang takut dengan kata Investasi. Bagi sebagian orang, investasi identik dengan berkorban. Padahal hidup itu untuk dinikmati. Katanya, orang zaman sekarang itu konsumtif. Café untuk kongkow bersama teman-teman saja lebih memilih yang nyaman dengan fasilitas ac, wifi, dan colokan kabel di setiap mejanya. Padahal harga kopinya bisa mencapai 10 kali lipat daripada sekedar menyeduh kopi sendiri.

Godaan gonta ganti gadget pun menjadi ujian kehidupan tersendiri seiring dengan fitur-fitur gadget yang terbarukan. Belum lagi biaya bersosialisasi yang kerap juga meminta budget khusus. Sebut saja wisata kuliner yang menghiasi kebersamaan keluarga, teman dan rekan, lalu berwisata untuk membahagiakan keluarga, menghadiri pesta pernikahan ataupun memberi kado ulang tahun sanak saudara. Semuanya itu memang membutuhkan anggaran tersendiri supaya bisa tetap eksis dalam kebersamaan.

Investasiku Masa Depanku, Reksadana
Investasiku Masa Depanku, Reksadana, Danareksa. Foto : Asky

 

Pernahkah ladies membayangkan kondisi pensiunnya kelak? Gak kerja, gak punya income aktif, tapi tetap bisa ngopi-ngopi cantik, perawatan tubuh berkala dari ujung rambut sampai ujung kaki, tetap bisa jalan-jalan jadi turis lokal maupun manca negara, dan gak galau saat keluar masuk mall, apalagi pusing ketika melihat tagihan kartu kredit. Indahnya hidup itu ya begitu. Tetap ceria saat menua…. alias “pensiun asyik”.

Investasiku Masa Depanku

Memiliki masa depan cerah pastinya menjadi cita-cita dan harapan semua orang. Siapa sih yang tidak ingin memiliki kebebasan finansial di masa depan. Hal ini menjadi salah satu parameter dalam menentukan tingkat kebahagiaan seseorang. Berbicara masa depan, pensiun menjadi suatu keadaan dari usia produktif menjadi non produktif yang pasti akan dihadapi kita semua. Pensiun identik dengan keterbatasan fisik di usia senja yang tidak lagi produktif.

Investasi Masa Depanku, Reksadana
Investasiku Masa Depanku, Reksadana, Danareksa. Foto : Asky / gulalives.com

 

Jika saat ini, ketika berada di usia produktif, ladies merasakan banyak kemudahan dan kesenangan, pernahkah terpikir hal ini akan berlangsung abadi sampai kita mulai menua dan tidak lagi memiliki sumber income? Ada tantangan di masa depan, yaitu menurunkan standar hidup ketika fisik sudah memasuki usia non produktif. Apalagi kalau kondisinya terlalu ekstrim seperti kehilangan pekerjaan, ditinggal pasangan hidup entah itu karena meninggal dunia atau karena memang sudah tidak berjodoh lagi.

Kalau ternyata pilihannya tidak perlu menurunkan standar hidup di usia pensiun, kenapa kita tidak cari tau caranya dari sekarang? Yuk simak hasil liputan tim Gulalives dalam event yang diselenggarakan oleh Danareksa Investment Management hari sabtu 23 januari 2016 yang lalu bertempat di TheTerrace, Senayan National Golf Club.

Investasiku Masa Depanku, Reksadana
Investasiku Masa Depanku Bersama Danareksa, Host Prabu Revolusi (kiri) 23/1/16. Foto : Asky / gulalives.com

 

Bincang Investasi Bersama Danareksa Investment Management

Investasi Masa Depanku, Reksadana
Bincang Investasiku Masa Depanku bersama Farhan, Wiko Harry Tanata dan Prita Ghozie. Foto : Asky

Dihadiri oleh beberapa narasumber kompeten di bidang perencanaan keuangan dan penulis buku bergenre Financial Planning seperti Prita Ghozie, Wiko Harry Tanata (penulis buku Membangun Personal Wealth) dan Farhan yang selain dikenal sebagai penyiar, ternyata juga seorang investor serta dipandu oleh presenter kondang Prabu Revolusi, para pembicara ini membagikan langkah-langkah dalam berinvestasi beserta tips dan  berbagi pengalaman menjadi investor.

Investasiku Masa Depanku, Reksadana, Danareksa.
Buku Make It Happen! karya Prita Ghozie, Investasiku Masa Depanku. Foto : Asky / gulalives.com

 

Danareksa Investment Management (DIM), bekerjasama dengan Danareksa Research Institute (DRI), merilis hasil survey yang dilakukan pada bulan November 2015, untuk melihat sejauh mana kesiapan dan kecukupan dana pensiun masyarakat Indonesia, khusunya masyarakat pekerja kantoran (eksekutif) di wilayah Jabodetabek dan Surabaya.

Dari wawancara lebih dari 300 responden ternyata lebih dari 70% sudah berpartisipasi dalam program pensiun yang difasilitasi pihak kantor. Salah satu pertanyaan dari kuesioner adalah: apakah responden sudah merasa cukup dengan persiapan pensiun. Namun, apakah benar klaim persiapan pensiun mereka sudah cukup?

Investasiku Masa Depanku, Reksadana
Serunya Membahas Investasiku Masa Depanku, Reksadana bersama Danareksa. Foto : Asky

 

Yang menarik, sebanyak 30% dari eksekutif yang sudah mengikuti program pensiun dari kantor menyadari bahwa untuk mencapai masa pensiun yang ideal, program yang mereka ikuti tidak cukup sehingga perlu menambah dengan program persiapan dana pensiun lainnya.

Untuk menjadi bagian dari solusi “pensiun asyik”, DIM hadir menawarkan solusi dengan meluncurkan program Investasiku Masa Depanku (IMD). Program IMD merupakan program investasi berkala di Reksa Dana untuk berbagai tujuan keuangan. Salah satunya adalah untuk persiapan dana pensiun.

Investasi Masa Depanku, Reksadana
Prabu Revolusi Host acara Investasiku Masa Depanku Bersama Danareksa. Foto : Asky

 

Tips Berinvestasi Ala Financial Planner Dan Investor

Investasi Masa Depanku, Reksadana, Danareksa
Investasiku Masa Depanku Bersama Danareksa. Foto : Asky

Menurut Prita Hapsari Ghozie dalam kesempatan kali ini, Investasi merupakan kendaraan untuk mencapai tujuan keuangan. Investasi tidak menakutkan tapi harus dipahami memiliki resiko. Beliau mengibaratkan investasi seperti ketika kita menanam 5 benih pohon, akan ada berbagai resiko yang terjadi seperti: pohon tidak tumbuh semua, mungkin beberapa di antaranya mati, dan kalaupun pohon yang tumbuh pun tidak sama tinggi. Tapi tetap ada harapan bahwa di antara pohon yang tumbuh itu nantinya akan bertumbuh dan bertambah atau dengan kata lain memberikan manfaat lebih dengan pertumbuhannya.

Lebih lanjut, financial planner yang  produktif menulis beberapa buku pintar rencana keuangan yang di antaranya berjudul “Make It Happen!”, mengingatkan untuk membagi tujuan keuangan berdasarkan jangka waktu mulai dari tujuan keuangan jangka pendek, menengah sampai jangka panjang. “Don’t put eggs in one basket!” salah besar jika kita hanya memakai satu kendaraan untuk berbagai macam tujuan keuangan.

Investasiku Masa Depanku, Reksadana
Investasiku Masa Depanku, Reksadana, Danareksa. Foto : Asky / gulalives.com

 

Ada tips oke banget nih dari Prita. Mengambil akronim dari namanya sendiri, ia memberi kiat praktis yang dinamakan HAPSARI, singkatan dari Hanya Perlembar Sehari. Sebuah tips sederhana untuk konsisten menyisihkan uang setiap hari dengan lembar pecahan yang sudah ditentukan. Katakanlah ladies memilih uang pecahan 20 ribu, maka dalam sebulan ada dana kurang lebih 600 ribu yang akan terkumpul. Besaran pecahan tergantung dari kemampuan masing-masing individu yang penting KONSISTEN. Hal ini bisa mulai dilatih sejak kecil loh. Misal anak-anak kita dilatih untuk menyisihkan 2.000 sehari. Dampaknya adalah kepada pembiasaan dan karakter gemar menabung yang berujung pada gemar berinvestasi nantinya.

Investasiku Masa Depanku, Reksadana
Investasiku Masa Depanku, Reksadana, Danareksa. Foto : Asky / gulalives.com

 

Investasi Masa Depanku, Reksadana
Farhan Penyiar Sekaligus Investor dalam Investasiku Masa Depanku bersama Danareksa, Reksadana. Foto : Asky / gulalives.com

Berbeda dengan Prita yang mengaku mulai berinvestasi sejak umur 16 tahun karena diajarkan oleh sang ayah, Farhan justru baru mulai berinvestasi di sekitar tahun 95-96 saat Indonesia sedang mengalami krisis moneter. Seperti pepatah sengsara membawa nikmat, krisis moneter justru memberi rejeki tersendiri buat Farhan yang beberapa bulan sebelum krisis mendapat honor MC dalam mata uang US dollar. Sehingga saat dolar melangit, uang hasil jerih payahnya itu pun turut melambung.

Saat itu ia putuskan membeli saham Telkom dan BNI yang keduanya baru saja Go Public. Mulailah ia belajar membeli saham melalui perusahaan sekuritas Danareksa. Beruntung karena saham yang dibeli waktu itu masih sangat murah. Farhan menyadari bahwa keputusannya membeli saham saat itu akan memberi hasil pertumbuhan yang sangat signifikan di jangka waktu yang panjang dan tanpa terasa sampai dengan saat ini aktivitas investasinya sudah memasuki jangka waktu 20 tahun. Masa-masa inilah para investor bisa mulai merasakan manfaat dari hasil investasinya.

Investasiku Masa Depanku, Reksadana, Danareksa
Investasiku Masa Depanku Bersama Danareksa. Foto : Asky / gulalives.com

 

Lebih lanjut, Farhan juga menyarankan untuk memilih investasi dalam bentuk reksadana yang resikonya paling bisa dikendalikan. Salah satu kelebihan dari investasi reksadana adalah dananya yang liquid alias mudah untuk dicairkan. Kita bisa belajar dari pengalaman penyiar senior ini ketika berusaha menjual asset tanahnya seluas 2.500 meter di bilangan Ciputat yang tak kunjung laku sejak dipasarkan 5 tahun silam. Padahal tanah miliknya itu harganya sudah 10 kali lipat terhitung sejak ia membeli. Faktor likuiditas menjadi pertimbangan sebelum seseorang mantap berinvestasi di sektor properti.

Investasiku Masa Depanku, Reksadana, Danareksa
Farhan, Setelah berinvestasi, terapkan pola konsumsi terkendali. Foto : Asky / gulalives.com

 

Mengapa Investasi Reksadana?

Berikut beberapa alasan mengapa para perencana keuangan pada umumnya menyarankan untuk memilih reksadana sebagai salah satu porto folio investasi dalam rangka mencapai tujuan keuangan:

1. Murah, Mudah dan Aman

Tidak perlu kaya dulu untuk menjadi investor. Nyatanya, di program Investasiku Masa Depanku dari Danareksa Investment Management, ladies bisa mulai berinvestasi dari Rp. 200.000 saja setiap bulannya. Tidak lebih mahal dari perawatan berkala ke salon kan?

Dengan melakukan registrasi online di http://reksadana.danareksaonline.com, kita bisa mulai berinvestasi untuk mempersiapkan dana pensiun. Praktisnya lagi, ada fasilitas autocollection yang bekerjasama dengan Bank Central Asia, sehingga proses transfer bulanan dapat dilakukan secara otomatis. Hal ini sejalan dengan tips praktis dari Wiko Harry Tanata, “Sisihkan bukan Sisakan”, setelah terima gaji langsung sisihkan untuk investasi, jangan menunggu uang bersisa karena hal itu hampir tidak mungkin terjadi. Praktekkan ya sist….

Ketika ingin membeli reksadana kita hanya perlu mencari Manager Investasi. Danareksa Investment Management merupakan pionir dalam reksadana. Anak perusahaan dari PT Danareksa ini meluncurkan produk investasi reksadana pertama di Indonesia pada tahun 1996. Selain itu ijin dari Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) pada tahun 1992 juga merupakan faktor penting yang menjadi pertimbangan para investor yang pastinya menginginkan garansi keamanan terhadap uang yang dikelola oleh Manager Investasi

Investasiku Masa Depanku, Reksadana, Danareksa
Investasiku Masa Depanku, Danareksa, Reksadana. Foto : Asky

 

2. Dapat menyesuaikan dengan berbagai macam tujuan keuangan

Pertama-tama kita harus menentukan dulu apa yang akan menjadi tujuan keuangan. Dana pendidikan anak yang harus siap 2 tahun lagi merupakan tujuan jangka pendek, sementara pergi haji 5 tahun lagi adalah tujuan jangka menengah, dan pensiun yang waktunya masih lebih dari 10 tahun yang akan datang merupakan jangka panjang.

Dengan mengetahui jangka waktu, maka kita akan mudah memilih produk investasi reksadana yang cocok. Secara umum ada 3 varian produk yang bisa dipilih yaitu:

  • Pasar Uang

Merupakan produk berbasis deposito, obligasi yang akan jatuh tempo kurang dari 1 tahun dan memiliki return sebesar 6% – 8% per tahun.

  • Dana Tetap (Fixed Income)

Terdiri dari obligasi yang jatuh tempo lebih dari 1 tahun, obligasi korporasi dan surat utang Negara. Rata-rata return mencapai 10% – 12%.

  • Saham (Equity Fund)

Nah …. Jenis produk ini yang sangat direkomendasikan untuk tujuan jangka panjang seperti pensiun, dana kuliah anak. Karena return per tahunnya bisa mencapai 20%/ tahun. Percaya atau tidak, uang ratusan ribu yang disisihkan dari bulan ke bulan dalam jangka waktu yang panjang bisa menjadi milyaran jika kita memilih instrumen investasi yang tepat.

3. Beli Di Saat Murah

Kebanyakan orang akan galau ketika kondisi ekonomi tidak menentu dan mengakibatkan nilai investasinya dalam porto folio saham menurun. Padahal bagi investor sejati saat di mana harga-harga saham anjlok adalah saat yang tepat untuk melakukan top up alias memborong. Bagi mereka kondisi ini seperti midnight sale tanpa antrian panjang. Ketika keputusan untuk membeli telah dilakukan, tinggal masalah waktu saja harga saham-saham hasil investasinya bergerak naik kembali.

Investasiku Masa Depanku, Reksadana
Investasiku Masa Depanku Bersama Danareksa, Reksadana. Foto : Asky / gulalives.com

 

Hadapi Hari Tuamu Dengan Berinvestasi ! 

Ladies, kita bukan sedang membicarakan hari tua yang suram. Sekarang kita sedang membicarakan bagaimana caranya mempertahankan standar hidup saat ini supaya tidak sampai turun dan berakibat stress ketika hari tua menghampiri. Gimana caranya tetap bisa menjalani gaya hidup yang aduhai, tetap bisa gaul dengan teman-teman, tetap bisa menggaji pembantu dan tetap bisa liburan asyik. Jadi jangan takut menghadapi hari tua ya…

Berapapun usia pensiun yang kita inginkan, pastikan dulu perhitungan dana yang dibutuhkan ketika menjalani masa tersebut. Rata – rata orang memasuki usia pensiun pada usia 55 tahun, lalu memiliki harapan hidup sampai dengan usia 75 atau 85 tahun, yang artinya dalam kondisi pensiun kita masih harus menjalani hidup 20 sampai 30 tahun ke depan. Pastikan juga ketika anda memutuskan untuk tetap bekerja di usia ini bukan untuk sesuap nasi, melainkan karena mencintai dan menikmati pekerjaan.

Jika anda berada di rentang usia 25 sampai dengan 35 tahun, ini adalah masa-masa emas (golden time) untuk memulai investasi secara rutin. Karena ada jarak tempuh minimal 20 tahun untuk sampai ke usia pensiun. Jarak yang panjang ini membuat anggaran yang disisihkan untuk investasi rutin jauh lebih ringan dibandingkan orang-orang yang sudah berusia 40 tahun.

Investasiku Masa Depanku, Reksadana, Danareksa
Investasiku Masa Depanku, Reksadana, Danareksa. Foto : Asky / gulalives.com

 

Gampangnya begini, jika anda menyisihkan dana sebesar Rp. 500.000 per bulan di instrumen reksadana saham yang memberikan return 20% per tahun (berdasarkan data 2004 – 2014), maka 20 tahun yang akan datang anda akan memiliki dana tunai sebesar 1,5 Milyar. Ini yang membuat perbedaan antara investasi dan menabung. Bandingkan jika anda tabungkan dana 500 ribu tersebut selama 20 tahun dengan tingkat return (bunga atau bagi hasil) sebesar 6%, anda hanya akan mendapatkan nilai tunai sebesar 232 juta saja.

Compounding, merupakan kata kunci dari sebuah investasi. Secara mudah orang mengartikan compounding sebagai bunga berbunga atau bagi hasil yang berlipat. Dampak dari compounding ini luar biasa apalagi jika dilakukan secara konsisten dari bulan ke bulan dengan jangka waktu yang panjang. Tidak heran, efek compounding itu laksana keajaiban dunia yang ke-8 bagi para investor. Mau buktikan?

Ilustrasi di atas menggambarkan betapa pentingnya pemahaman tentang investasi untuk memenuhi berbagai macam tujuan keuangan. Karena sejatinya tujuan keuangan jangka panjang memiliki strategi yang berbeda dengan tujuan keuangan jangka pendek.

Investasiku Masa Depanku, Reksadana, Danareksa
Investasiku Masa Depanku, Reksadana, Danareksa. Foto : Asky / gulalives.com

 

Beruntung saat ini kita diberikan banyak pilihan dan kemudahan dalam berinvestasi. Didukung pula dengan edukasi ke masyarakat sehingga lambat laun investasi bukan lagi kata-kata yang high level nan menakutkan. Sekali lagi, gak perlu menunggu kaya untuk memulai investasi, bahkan di program Investasiku Masa Depanku bersama Danareksa, kita bisa memulai dari nominal Rp. 200.000,- Bahkan semakin mudah, karena untuk mendaftar pun tidak perlu repot datang ke kantor Manager Investasi, cukup klik registrasi online di http://reksadana.danareksaonline.com .

Dengan perencanaan keuangan yang matang, kita bisa menghitung kebutuhan hidup di masa yang akan datang sehingga kita tidak terjebak pada situasi yang tidak nyaman karena harus menurunkan standar gaya hidup kita. Toh tidak ada yang salah dengan gaya hidup kita selama kita sudah mempersiapkan jaring pengaman di masa yang akan datang.

So ladies, sudah siap untuk “pensiun asyik” kan? Yuuuk…..

LEAVE A REPLY