Gulalives.com, JAKARTA – Pasukan elit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dikenal memiliki kemampuan luar biasa sehingga disegani. Pasukan leit TNI yang terdiri dari Kopassus (Komando Pasukan Khusus), Kopaska (Komando Pasukan Katak) dan beberapa satuan lain dikenal memiliki kapasitas diatas rata-rata pasukan TNI lainnya.

Dilansir dari berbagai sumber, pasukan TNI untuk satuan Kopassus juga mengandalkan senjata tajam untuk menyerang dan bertahan dan ahli bertarung dengan pisau. Saat mengikuti pendidikan, setiap lulusan pendidikan komando berhak mendapat pisau komando. Selain bertarung, anggota Kopassus juga dilatih melempar pisau dan kampak.

TNI_www.youtube.com
TNI_www.youtube.com

Doktrin yang sering dipakai dalam satuan Kopassus adalah jika pelurumu habis, maka bertempurlah dengan pisau. Jika pisau sudah tak ada, maka bertarunglah dengan tangan kosong. Selain Kopassus, kemampuan ini juga wajib dimiliki pasukan elite lainnya, seperti Pasukan Khas (Paskhas) TNI AU.

Setiap prajurit komando wajib menguasai bela diri dan bertarung tanpa senjata. Kemampuan yang dicek berupa bela diri Merpati Putih dan lempar pisau dan kapak (lempika). Para prajurit mendemontrasikan kemampuan lempar pisau dengan jarak tiga meter, lima meter dan enam meter sedangkan demontrasi Bela diri Merpati Putih, menghancurkan benda keras berupa beton, pelatlat cor, dan besi dragon.

Pasukan baret merah tersebut juga mengasah indra keenam dengan mata tertutup. Mulai menembak sasaran, membaca tulisan, hingga mengendarai sepeda motor dengan mata tertutup.

Kelebihan selanjutnya adalah memiliki kemampuan bernafas memakai buluh bambu, untuk hal ini dimiliki Kopaska dan Pasukan Peleton Intai Tempur (Tontaipur). Kedua satuan ini memiliki kemampuan bernapas dalam air. Dan hanya berbekal sebuah buluh bambu, mereka bisa tahan dua jam dalam air.

Maka jika musuh melihat dari atas, tak akan ketahuan ada Tontaipur dan Kopaska yang sedang bersembunyi dalam air. Kopaska dan Tontaipur hanya dengan gerakan senyap, para prajurit ini pun akan melakukan serangan mendadak ke pertahanan musuh. Para prajurit ini pun bisa bergerak jauh ke daerah musuh untuk melakukan pengintaian lebih lanjut.

Kemampuan lain juga dimiliki oleh pasukan elit oleh prajurit Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad). Kostrad dituntut memiliki kemampuan melakukan penyusupan ke daerah musuh tanpa diketahui, salah satunya melakukan renang rintis. Renang rintis adalah berenang jarak jauh dengan senyap tanpa ada percikan air dan gelembung udara.

Saat melakukan renang ini, peserta tartih raider hanya memakai pelampung berjenis bola dan snorkel untuk melaksanakan penyergapan dalam jarak yang masih jauh. Kemudian, setelah hampir mendekati target, satu per satu peserta akan diturunkan dari perahu karet dan menuju target sasaran dengan cara berenang tanpa percikan air dan gelembung udara seperti saat melakukan renang biasa.

Saat mengikuti renang rintis ini, semua prajurit wajib menggunakan pakaian PDL, serta membawa ransel, helm dan senjata. Kemampuan ini harus dimiliki mengingat salah satu operasi, raider bersentuhan langsung dengan berbagai medan, yakni rawa, laut, sungai dan pantai.

Dengan kemampuan yang dimilikinya maka prajurit selalu siap sewaktu-waktu digerakkan untuk melaksanakan operasi khusus baik Operasi Komando, Operasi Sandhi Yudha maupun antiteror.

Demikianlah, para pasukan khusus tersebut memiliki kemampuan diatas rata-rata prajurit TNI biasa. Bahkan jika dibandingkan, satu prajurit khusus TNI setara dengan kemampuan lima prajurit TNI biasa. (DP)

LEAVE A REPLY