Ilustrasi daging organik

Gulalives.com, SEMARANG – Beberapa waktu lalu tersebar berita di Amerika Serikat) bahwa berdasarkan sejumlah penelitian dalam skala besar dari Universitas Stanford dikatakan bahwa makanan organik ternyata tidak lebih aman dan tidak lebih sehat. Hanya saja mereka mengakui bahwa makanan organik memang memiliki “residu pestisida’ dan “bakteri yang tahan terhadap antibiotika” (antibiotic-resistant bacteria) yang lebih sedikit ketimbang yang tidak organik.

Mereka juga menulis bahwa makanan organik memiliki harga yang 3 kali lipat lebih mahal ketimbang makanan yang tidak organik, tetapi tidak memiliki tidak mendapatkan kerapatan (densitas) nutrisi makanan yang memadai.

Menurut penelitian itu, beberapa tomat organik memang memiliki kandungan betakaroten yang jauh lebih tinggi ketimbang tomat biasa, tetapi hal tersebut tidak ditemukan pada makanan organik yang lain, yang lain hanya lebih sedikit, tetapi tidak terlalu signifikan.

Lalu, benarkah itu? Mari kita telisik lebih lanjut.

Yang pertama, kita mengetahui bahwa bakteri E. Coli dikenal sebagai penyebab umum dari keracunan makanan dan infeksi saluran kemih. Saat E. Coli menjangkit tubuh, Anda bisa saja mengambil antibiotik, dan dalam beberapa hari, kesehatan akan menjadi lebih baik. Sayangnya, penelitian terbaru menunjukkan bahwa beberapa jenis E. coli telah mulai mengembangkan resistansi terhadap satu obat terbaik pembunuh bakteri.

Sebagaimana dilansir Gulalives.com dari Prevention, Rabu (23/12), para peneliti di Cina mengambil sampel bakteri dari peternakan babi, daging babi, dan manusia untuk menemukan bahwa untuk pertama kalinya, jenis tertentu dari bakteri E. coli dinyatakan resisten terhadap antibiotik yang disebut colistin.

“Colistin sendiri telah digunakan sebagai senjata “terakhir” ketika pengobatan lain gagal,” kata penulis studi Jim Spencer, PhD, dosen senior dari School of Cellular and Molecular Medicine di University of Bristol.

Dalam upaya melindungi diri Anda dari paparan bakteri berbahaya, ada baiknya Anda segera melakukan langkah preventif. Pertama, tidak meminta resep antibiotik setiap kali Anda mengunjungi dokter, terutama untuk penyakit seperti pilek dan flu. Karena, penyakit tersebut  disebabkan oleh virus dan tidak dapat disembuhkan dengan antibiotik. Kalaupun Anda benar-benar membutuhkan antibiotik, karena terjadi infeksi seperti radang tenggorokan maupun batuk rejan, pastikan untuk menghabiskannya.

Selanjutnya, yang kedua, memprioritaskan untuk membeli daging dan susu organik. Dengan begitu, Anda seperti membuat “pernyataan” bahwa Anda tidak mendukung penggunaan antibiotik yang tidak perlu dalam produksi daging, yang menyumbang 80% dari penggunaan antibiotik di dunia, menurut National Resources Defense Council.

Ketergantungan peternakan pada antibiotik dalam produksi daging dan susu telah membantu meningkatkan jumlah bakteri yang resisten terhadap obat.

Di sisi lain, penelitian menunjukkan bahwa daging organik memiliki kemungkinan lebih kecil untuk terkontaminasi bakteri yang resisten terhadap obat. USDA Organic memastikan tidak ada antibiotik yang digunakan ketika hewan organik sakit. The Certified Humane and Animal Welfare juga menyetujui pilihan daging organik, karena dinyatakan lebih sehat.

Nah, inilah faktanya ladies, mari kita kembali ker yang organik. (DP)

 

 

 

 

LEAVE A REPLY