Tokek di dahan (technologytell.com)

Gulalives.com, JAKARTA – Berbagai cara dilakukan sejumlah pabrikan mobil untuk menyelamatkan lingkungan hidup, mulai dari proses produksi hingga menggunakan bahan ramah lingkungan untuk komponen. Lain lagi yang dilakukan Ford. Pabrikan mobil terbesar kedua di AS ini ingin meniru tokek untuk melindungi Bumi.

Lalu, apa yang akan dimanfaatkan Ford dari tokek? Kita tahu bahwa tokek memiliki ‘kesaktian’, yaitu mampu berjalan di permukaan benda apapun tanpa jatuh karena memiliki kaki yang daya rekat kuat. Di sini Ford akan memanfaatkan ‘kesaktian’ kaki tokek itu ke dalam teknik perekatan komponen.

Seperti dilansir Autoevolution.com, para peneliti di Ford akan melakukan kajian mendalam terhadap daya rekat yang dimiliki kaki tokek dan akan digunakan untuk meningkatkan teknik perekatan antar komponen sehingga tak lagi menggunakan bahan perekat yang tak ramah bagi lingkungan.

Menurut Ford, ini menjadi bagian dari komitmen raksasa otomotif Amerika itu untuk mengurangi bahan perusak lingkungan dan meningkatkan pemakaian bahan yang bisa didaur ulang.

Mengapa tokek yang dipilih sebagai model untuk penelitian dalam menciptakan teknologi perekatan komponen ramah lingkungan? Tokek memang memiliki kaki berdaya rekat kuat. Tapi sebenarnya kaki-kaki reptil itu tak melekat sepenuhnya. Meski dapat merekat kuat ke segala permukaan benda tanpa menggunakan cairan atau tegangan pada permukaan benda, tapi kaki tokek dapat dengan mudah diangkat tanpa meninggalkan residu.

Jika kamu perhatikan tokek yang menempel di dinding, reptil yang rata-rata berbobot 70 gram itu mampu menahan beban yang memiliki berat berkali-kal dari berat tubuhnya. Itulah mengapa para insinyur Ford percaya tokek dapat menjadi inspirasi bagi terciptanya inovasi perekatan yang dapat diterapkan secara global.

“Mengatasi masalah ini (teknik perekatan dengan bahan tak ramah lingkungan) dapat memberikan penghematan biaya dan juga sekaligus melindungi lingkungan,” kata Debbie Mielewski, salah satu pimpinan tim riset di Ford.

Apa yang tengah dilakukan Ford ini adalah wujud dari biomimikri, yaitu ilmu yang menempatkan obyek alam (khususnya makhluk hidup) sebagai model perancangan dan proses, kemudian menirunya dan mengaplikasikan pada teknologi modern.

Sebenarnya ilmu ini secara alami sudah ada dalam benak para ilmuwan zaman dulu, seperti Wright bersaudara saat menemukan pesawat terbang yang diilhami oleh kemampuan burung untuk terbang. Bahkan, manusia yang hidup pada generasi pertama pun banyak belajar dari alam sebagai acuan pengembangan diri. Semoga saja apa yang digagas Ford ini dapat menjadi batu pijakan baru bagi upaya penyelamatan Bumi. (TR)

LEAVE A REPLY