Gulalives.com, JAKARTA – Setelah melewati akhir pekan, biasanya banyak dari kamu yang mulai membayangkan tugas di kantor dan mulai menyiapkan segalanya untuk melakukan kembali rutinitas dalam sepekan ke depan.

Tak jarang bayangan akan beratnya tanggung jawab dan pekerjaan di kantor itu mengganggu pikiran dan membuatmu cemas. Perasaan cemas dan tak nyaman yang berlebihan itu tentu akan mengurangi perasaan bahagia dalam kehidupan kamu sehari-hari. Padahal, perasaan bahagia itu juga dapat memberikan dampak positif bagi kesehatanmu secara keseluruhan.

Berdasarkan studi yang diterbitkan di Proceedings of the National Academy of Sciences, kebahagiaan dan perasaan senang itu berefek positif terhadap kadar kortisol dalam tubuh, yaitu hormon stres yang berkaitan erat dengan konsisi kesehatan seseorang, seperti penyakit diabetes tipe 2, hipertensi, dan penyakit autoimun.

Lalu, bagaimana kalau kamu tak merasakan kesenangan atau kebahagiaan dalam keseharianmu, apa yang yang harus dilakukan?

Gabrielle Bernstein, penulis May Cause Miracles, seperti dilansir everydayhealth.com, yakin bahwa kebahagiaan personal — yang ia sebut sebagai “miracles” atau keajaiban — dapat dicapai melalui meditasi.

Ia menulis bahwa meditasi dapat membantu mencapai keajaiban itu karena meditasi memberimu waktu untuk berefleksi, menggali kebebasan dan membuat penilaian mengenai posisi di mana kamu berada dan ke mana kamu akan tuju. Dalam studi JAMA Internal Medicine menunjukkan bahwa meditasi dapat mengurangi stres dan meringankan gejala depresi dan perasaan cemas.

Nah, kalau kamu ingin mencoba melakukan meditasi, Bernstein memberikan beberapa tips berikut ini:

1. Buat pikiran pertama kamu pada hari itu sebagai pikiran senang. Jika kamu berdiri di depan cermin pada pagi hari dan memikirkan segala hal yang ingin kamu ubah, maka itu pilihan yang harus kamu laksanakan. Buatlah komitmen untuk berpikir berbeda mengenai dirimu dan jadikan kesenangan sebagai hal pertama pada hari itu. Bernstein merekomendasikan untuk mendengarkan musikpada pagi hari ketimbang menonton TV. Jika masih ada waktu sebelum berangkat kerja, tetaplah duduk dan bermeditasi sambil mendengarkan satu atau dua lagu yang kamu suka.

2. Pendam pikiran negatif. Bernstein menyarankan untuk melakukan teknik meditasi yang ia sebut sebagai “Snap Out of It”. Caranya mudah, kamu ambil dan pakai gelang karet di pergelangan kamu. Dan ketika kamu mulai berpikir negatif tentang dirimu dan orang lain, tarik karet itu dan lepaskan kembali. Itu akan menjadi semacam pelecut dan pengingat bagi kamu untuk selalu menghilangkan pikiran negatif, yang hanya akan menghambat dan membebani perasaan senang kamu.

3. Bangkitkan kembali pikiran di masa kecil. Kapan pun kamu merasakan stres dengan tanggungjawab dan komitmen yang harus kamu laksanakan, matikan komputer dan ponsel kamu, kemudian kembalikan pikiran kekanak-kanakanmu. Jika kamu berpikir seperti di masa kanak-kanak, maka keingintahuan akan suatu hal dan kreativitasmu akan bangkit lagi. Dengan begitu, kamu akan kembali bersemangat. Bernstein menyarankan untuk ‘bermimpi’ sejenak pada hari itu dengan cara duduk sendiri selama lima hingga 10 menit dan mulai memikirkan tentang pengalaman manis yang selalu ingin kamu gapai. “Kembalikan pikiran ke hal-hal lucu dan bersenang-senang seperti layaknya di masa kanak-kanak akan memberikan perspektif positif dan melepas ketegangan,” ujar Bernstein.

4. Tidur untuk menyegarkan kembali pikiran. Tidur penting bagi kesehatan, tapi banyak orang lupa bahwa tidur ini menjadi semacam latihan spiritual yang bermanfaat secara mental dan emosi. Dengan kurangnya waktu tidur sama saja dengan menghambat kebahagiaan dalam kehidupan kita. Jika kamu ingin mendapatkan tidur yang tenang pada waktu malam, coba lakukan teknik sederhana bernama Kundalini. Menurut Bernstein, Kundalini adalah teknik pernapasan. Caranya dengan duduk di atas tempat tidur dan ambil napas serta lepaskan napas dari hidung dengan mulut mengatup, yaitu menarik dan menahan seperempat bibirmu ke dalam. Lakukan siklus pernapasan ini selama semenit.

Jika kamu rutin melakukan meditasi ringan seperti yang disarankan Bernstein, sepertinya kamu akan lebih tenang dan siap melalui rutinitas berat setiap hari. Selamat mencoba. (TR)

LEAVE A REPLY