Perempuan rentan stres

Gulalives.com, JAKARTA – Tekanan psikologis berdampak pada tubuh dengan berbagai cara. Hubungan antara stres psikologis dan perkembangan kanker sejauh ini diduga ada kaitannya – meskipun belum terbukti secara ilmiah.

Para peneliti menegaskan faktor-faktor psikologis mungkin berdampak pada perkembangan kanker, seperti peningkatan ukuran tumor atau perkembangan kanker di dalam tubuh pasien yang mengidap penyakit tersebut.

Hubungan kompleks antara kesehatan fisik dan psikis sejauh ini tidak banyak diketahui. Namun para ilmuwan mengetahui bahwa stres psikologis dapat berdampak pada sistem kekebalan tubuh, kemampuan tubuh dalam melawan infeksi dan penyakit (termasuk kanker).

Meski demikian belum diketahui secara pasti apakah stres dapat meningkatkan seseorang lebih rentan terkena penyakit, demikian menurut National Cancer Institute.

Stres psikologis merujuk kepada reaksi psikis dan emosi yang dialami saat seseorang berusaha melawan situasi yang terjadi padanya. Berbagai hal yang dapat menimbulkan stress seperti perkawinan, kematian seseorang yang dicintai, penganiayaan, masalah kesehatan hingga krisis keuangan.

Tubuh merespon stres dengan mengeluarkan hormon stres, seperti epinephrine (juga dikenal sebagai adrenalin) dan kortisol (juga dikenal dengan nama hidrokortison). Tubuh menghasilkan hormon stres ini untuk membantu seseorang bereaksi terhadap sebuah situasi dengan kekuatan dan kecepatan lebih. Hormon stres dapat meningkatkan tekanan darah, detak jantung dan kadar gula darah.

Stres dalam jumlah sedikit dipercaya justru menguntungkan, namun stres kronis (yang selalu ada dan bahkan berkembang seiring perjalanan waktu) justru membahayakan bagi jiwa dan tubuh.

Stres kronis bahkan dapat meningkatkan risiko obesitas, penyakit jantung, depresi dan berbagai penyakit lainnya. Stres juga dapat memicu perilaku yang tidak sehat seperti makan berlebihan, merokok, atau penyalahgunaan alkohol, yang bisa berdampak pada risiko kanker.

Pertanyaan yang muncul adalah, apakah stres dapat meningkatkan risiko seseorang mengidap kanker? Berbagai studi yang telah dilakukan selama 30 tahun terakhir yang mengkaji hubungan antara faktor-faktor psikologis, termasuk stress, dan risiko kanker yang membuahkan hasil yang saling bertentangan.

Meskipun hasil dari sejumlah studi mengindikasikan sebuah keterkaitan antara berbagai faktor psikologis dan meningkatnya perkembangan kanker, hubungan sebab akibat secara langsung belum sepenuhnya terbukti.

Beberapa studi mengindikasikan hubungan tidak langsung antara stres dan jenis tertentu tumor terkait virus. Bukti dari studi hewan dan manusia menegaskan bahwa stres kronis dapat melemahkan sistem imunitas seseorang, yang pada akhirnya berdampak pada kejadian kanker terkait virus, misalnya kaposi sarcoma dan kanker limfoma.

Riset terkini dengan model hewan (hewan dengan penyakit yang mirip pada manusia) menegaskan bahwa  respon neuroendokrin tubuh (pelepasan hormon ke dalam darah sebagai respon terhadap stimulasi sistem saraf) secara langsung dapat mengubah proses pada sel-sel yang membantu melindungi tubuh terhadap terbentuknya kanker, seperti perbaikan DNA dan pengaturan pertumbuhan sel.

Bagaimana stres bisa berdampak pada orang yang mengidap kanker? Berbagai studi mengindikasikan bahwa stres bisa berdampak pada pertumbuhan dan penyebaran kanker, namun mekanisme biologis yang mendasari efek ini belum begitu diketahui dengan baik.

Para ilmuwan menegaskan bahwa efek stres pada sistem imunitas tubuh bisa berdampak pada pertumbuhan sejumlah tumor. Namun demikian riset terkini menggunakan model hewan mengindikasikan bahwa pelepasan hormon stres pada tubuh dapat berdampak pada fungsi sel kanker secara langsung.

Berbagai kajian studi yang mengevaluasi faktor psikologis dan masa depan pasien kanker menegaskan keterkaitan antara faktor psikologis tertentu, seperti merasa sendirian dan tanpa harapan atau emosi negatif yang menekan dan pertumbuhan atau penyebaran kanker meskipun hubungan ini tidak secara konsisten terlihat di semua studi.

Secara umum, hubungan yang lebih kuat ditemukan antara faktor-faktor psikologis dan pertumbuhan kanker serta penyebarannya ketimbang faktor psikologis dan terbentuknya kanker.

Jadi kuncinya, hindarilah stres. Kalau sama sekali tak mungkin menghindari stres, maka kelolalah stres dengan baik. (VW)

LEAVE A REPLY