Gulalives.com, JAKARTA – Sesuatu yang dikonsumsi secara berlebihan itu biasanya tidak bagus, lho. Termasuk mengonsumsi garam berlebihan bisa menyebabkan hipertensi atau tekanan darah tinggi. Sering kali, kita tidak menyadari asupan garam dalam tubuh semakin melebihi batas.

Seperti penuturan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, dr Arieska Ann Soenarta SpJP, FIHA, banyak masyarakat perkotaan yang gemar makan di restoran cepat saji. Menurutnya, gaya hidup seperti itu ikut menyumbang bertambahnya angka hipertensi di Indonesia.

“Sekarang terjadi pergeseran pola makan yang beralih ke makanan cepat saji dan yang diawetkan. Masakan cepat saji mengandung garam tinggi, lemak jenuh, dan rendah serat, justru semakin menjamur di negara kita,” kata Arieska dalam diskusi bersama media, yang digelar Indonesian Society of Hypertension (InaSH) di Jakarta, Rabu (13/5).

“Makanan asli Indonesia juga banyak yang mengandung garam, seperti kecap dan sambal. Biasanya restoran yang ada di Indonesia, pengunjung bisa menambahkan sendiri garam yang tersedia di meja makan. Pola makan seperti ini yang berdampak pada tingginya angka penderita hipertensi di Indonesia,” terangnya.

Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang banyak diderita masyarakat Indonesia. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar tahun 2013, jumlah penderita hipertensi di Indonesia sebanyak 25,8 persen.

Penyakit hipertensi salah satu penyumbang terbesar meningkatnya penyakit tidak menular di Indonesia. Sebab, hipertensi diketahui menjadi faktor utama terjadinya penyakit stroke, jantung, dan ginjal. (WI/MK)

LEAVE A REPLY