ES antartika_sainstek.beritaprima.com

Gulalives.com, JAKARTA – Es di Antartika pada bagian utuh terakhir dari salah satu dataran es di Antartika sedang meleleh dengan cepat dan diperkirakan seluruhnya pecah dalam beberapa tahun ke depan. Bila hal itu terjadi, tentu akan menaikkan permukaan laut. Demikian kesimpulan penelitian NASA yang dipublikasikan Kamis (14/5/15) waktu setempat.

Penelitian fokus pada sisa Dataran Es Larsen B yang sudah berumur paling tidak 10.000 tahun, namun sebagian pecah pada 2002. Sekarang yang tersisa sekitar 1.600 km persegi atau setengah dari luas negara bagian Rhode Island di Amerika Serikat (AS). Antartika memiliki lusinan dataran es. Adalah platform besar es mengambang dari gletser yang terapung di laut pada sepanjang  garis pantai benua es ini. Yang terbesar hampir seukuran Prancis.

ES antartika_techno.okezone.com
ES antartika_techno.okezone.com

Larsen B berada di Semenanjung Antartika yang membentang ke arah selatan Amerika Selatan, dan salah satu dari dua wilayah induk benua itu para ilmuwan telah mencatat ada penipisan formasi es. “Penelitian gletser Semenanjung Antartika memberikan pandangan mengenai bagaimana dataran es menjauh ke Selatan yang membawa banyak tanah es yang akan bereaksi (mencari) terhadap iklim hangat,” ungkap Eric Rignot, salah satu pemimpin penelitian dan pakar gletser dari Jet Propulsion Laboratory NASA di Pasadena, California.

Hampir 200 negara telah sepakat bernegosiasi dalam Pakta PBB akhir 2015, untuk memerangi perubahan iklim global yang diperkirakan para ilmuwan akan lebih sering menciptakan banjir, kekeringan, gelombang panas dan naiknya permukaan laut. Panel Antarpemerintah untuk Perubahan Iklim PBB telah menyatakan kemungkinan paling sedikit 95% bahwa pemanasan global yang semakin cepat telah dipicu oleh aktivitas-aktivitas manusia. Terutama oleh emisi atmosferik gas rumah kaca akibat pembakaran bahan bakar fosil.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Earth and Planetary Science Letters itu didasarkan pada survey udara dan data radar. Ilmuwan pemimpin penelitian, Ala Khazendar mengatakan, analisis data menunjukkan sebuah retakan yang semakin luas di Larsen B akhirnya akan pecah seluruhnya pada 2020. Begitu itu terjadi, gletser di dataran es akan terbawa samudera. Serta cepat sekali mencair untuk kemudian membuat permukaan air laut semakin naik. (DP)

LEAVE A REPLY