Wanita ternyata juga bisa berejakulasi

Gulalives.com, JAKARTA – Ejakulasi perempuan bukanlah mitos, tapi ini mungkin adalah fenomena yang sulit dipahami bagi sebagian kaum Hawa karena memang hal ini jarang dibahas.

Tapi faktanya, banyak wanita yang merasa malu ketika ejakulasi itu ia alami. Merasa malu karena dikira mereka telah mengeluarkan air seni yang membasahi pasangan atau tempat tidur.

Pada akhir era 1980-an, mayoritas dokter yang belum banyak tahu tentang fenomena ejakulasi pada wanita, mengira cairan yang keluar itu adalah air seni. Sebagai langkah penanganannya, dokter menyarankan untuk berlatih senam Kegel untuk menguatkan otot panggul.

Untuk diketahui, banyak wanita yang mengalami pipis sedikit selama berhubungan intim dan beraktivitas lainnya, seperti ketika bersin, batuk atau tertawa, tapi urin tentu tidak sama dengan ejakulasi, kata Dr. Laura Berman seperti dikutip everydayhealth.com.

Sejak 2000, semakin banyak peneliti yang menyebutkan cairan itu mungkin berasal dari kelenjar yang berada di dinding depan vagina di sekitar bawah saluran kemih. Tapi yang jelas, masih banyak peneliti yang belum mengetahui dengan pasti dari mana ejakulasi berasal, sehingga tak sedikit dokter dan peneliti yang melakukan penelitian lanjutan dalam beberapa tahun ke depan.

Berbicara soal volume ejakulasi, wanita dapat mengeluarkan cairan sekitar satu sendok teh. Beberapa studi menyatakan bahwa semua wanita mengalami ejakulasi ketika orgasme. Meski demikian, ada pendapat bahwa ejakulasi itu bukan keluar dari vagina, tapi bergerak ke dalam menuju kandung kemih ketika otot tegang setelah mencapai klimaks. Jadi, bisa saja sebagian wanita mengalami ejakulasi yang mengalir keluar dari vagina, sementara lainnya mengeluarkan cairan yang masuk ke dalam kandung kemih.

Lantas, apakah ejakulasi bisa diatur atau dipelajari? Ejakulasi wanita umumnya dapat dicapai dengan merangsang G-spot, yang dianggap sebagai area erotis yang berada di dalam dan bagian depan vagina. Area ini terhubung dengan urethra atau saluran kemih. Intinya, tekanan pada area G-spot akan memicu keinginan untuk pipis.

Untuk memberikan tekanan pada area G-spot ini, pasangan harus mencoba berbagai posisi saat berhubungan intim, misalnya si cowok di belakang atau si wanita di atas untuk mendapatkan stimulasi yang pas dan penetrasi yang dalam. Pasangan kamu perlu memberikan tekanan yang kuat pada zona G-spot saat melakukan gerakan mendorong, dan secara bersamaan merangsang klitoris. Setelah kamu hampir mencapai orgasme, dorong kuat dengan otot panggul kamu.

Tak semua wanita dengan mudah dapat berejakulasi, jadi jangan kecewa kalau kamu tak mampu mencapainya. Ada beberapa faktor yang menyebabkan wanita sulit berejakulasi, seperti lemahnya otot panggul, kurang rileks, stres dan sebagainya. Tetapi setiap wanita memiliki anatomi biologis untuk bisa berejakulasi. Sekarang tinggal bagaimana kamu bisa memanfaatkan area G-spot kamu untuk mendapatkan rangsangan yang cukup, baik bersama pasangan atau sendiri. Jadi, jangan malas untuk terus berlatih sampai kamu mendapatkannya. (TR)

LEAVE A REPLY