Donat

Gulalives.com, JAKARTA – Makanan cepat saji alias junk food bukan saja menjadi biang penyebab obesitas, namun juga memicu kemalasan. Lah, kok bisa?

Beberapa peneliti Universitas California, Los Angeles, Amerika Serikat (UCLA), menguji dua tikus dengan menu diet berbeda. Satu tikus diberikan makanan sehat seperti tepung jagung dan ikan. Sedangkan yang lain mendapatkan makanan olahan yang mengandung gula tinggi.

Hasil penelitian menunjukkan, setelah tiga bulan, ada perbedaan besar pada kedua tikus.

Tikus yang memakan makanan ‘sampah’ ini tidak hanya kelebihan berat badan, otaknya pun sulit termotivasi. Akibatnya, tikus itu lambat bereaksi ketika menghadapi rangsangan dari luar. Bahkan tikus tersebut lebih sering diam dibandingkan tikus sehat.

“Tikus yang diberi makanan siap saji kerap beristirahat selama sepuluh menit di antara tugas yang diterima,” ujar Aaron Blaisdell, peneliti sekaligus profesor psikologi di UCLA Brain Research Institute. “Sementara tikus sehat hanya beristirahat lima menit.”

Setelah tiga bulan, pola diet tikus diubah. Tikus obesitas mendapatkan makanan sehat dan tikus satunya mulai diberikan penganan cepat saji. Hasilnya, perubahan diet tidak membantu tikus obesitas dalam menurunkan berat badan. Bahkan kemampuan menyelesaikan tugasnya tetap sama.

Sedangkan tikus sehat tidak mengalami kenaikan berat badan meski telah menyantap makanan cepat saji. “Data kami menunjukkan bahwa obesitas adalah penyebab kemalasan,” tandas Blaisdell. (VW)

LEAVE A REPLY