Diet bola kapas

Gulalives.com, JAKARTA – Persaingan dunia gemerlap yang kian sengit tak jarang memaksa sejumlah orang melakukan hal ekstrem, bahkan yang mungkin di luar nalar. Pernah dengar diet bola kapas?

Diet  ini dilakukan beberapa orang demi tampilan lingkar pinggang yang lebih kecil. Caranya adalah dengan menelan bola kapas yang telah direndam dalam jus untuk mengekang nafsu makan dan secara dramatis mengurangi asupan kalori harian.

Sayangnya, makan kapas bola bukan hanya masalah menahan selera makan. Efek yang lebih fatal menanti dan bisa menuntun pada kematian.

Diet bola kapas ini mulai muncul di industri modeling, di mana model perempuan didorong untuk tampil sekurus mungkin agar laku di industri dengan persaingan kejam ini.

Mereka rela makan bola kapas yang dicelup ke jus agar merasa kenyang tanpa perlu mengonsumsi makanan yang layak.

Makan bola kapas dalam upaya untuk menurunkan berat badan bukanlah “diet.” Ini sejatinya lebih tepat disebut gangguan makan.

Dan seperti gangguan makan semacam bulimia, anoreksia, dan makan sebanyak-banyaknya, diet kapas bola memiliki risiko kesehatan serius.

Sekitar 20 juta wanita Amerika dan 10 juta orang menderita gangguan makan di beberapa titik dalam hidup mereka, menurut National Eating Disorders Association (NEDA). Tapi perkiraan ini bisa jadi terlalu rendah, karena banyak orang dengan gangguan makan tidak pernah diobati, atau tidak dilaporkan, sehingga data yang sebenarnya bisa saja lebih tinggi.

Gangguan makan biasanya berasal dari ketidakpuasan tubuh. Sekitar setengah dari orang yang dirawat karena gangguan makan juga menderita depresi. Dengan kata lain, orang-orang yang menggunakan pendekatan seperti diet bola kapas bisa saja tengah mengalami beberapa masalah yang berat.

Diet ekstrem selalu datang dengan risiko, dan diet bola kapas tentu tidak terkecuali. Apa saja risiko diet bola kapas yang mungkin dialami orang yang melakukannya? Laman Healthline merangkumnya sebagai berikut:

1. Obstruksi usus

Tubuh tidak dapat mencerna bola kapas, sehingga bahan ini akan tetap berada di perut atau usus. Mereka mungkin bercampur dengan lendir dan partikel makanan lainnya, menciptakan massa yang dikenal sebagai bezoar. Ketika suatu benda tidak dapat dicerna, dampaknya dapat menghambat saluran pencernaan.

Tanda-tanda awal obstruksi usus meliputi mual, kram, diare, sembelit, juga rasa tak nyaman di perut. Obstruksi usus membuat makanan dan minuman tak bisa lewat. Apabila tidak diobati, hal itu dapat menyebabkan kematian jaringan sehat dan infeksi. Kondisi ini merupakan keadaan darurat medis, dan bezoar harus diangkat dengan operasi.

2. Keracunan

Bola kapas bukanlah kapas murni yang dipetik dari tanaman organik. Serat kapas sering diolah dengan pemutih dan bahan kimia lainnya. Hasil pengolahan ini menghasilkan dioksin.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dioksin yang datang secara alami melalui rantai makanan dapat menyebabkan masalah perkembangan reproduksi. Bahan ini juga dapat mengganggu hormon, kerusakan fungsi kekebalan tubuh, dan bahkan menyebabkan kanker.

Dioksin sangat berbahaya karena mereka secara kimia stabil dan dapat tetap dalam tubuh selama 7 sampai 11 tahun. Sementara kita semua mengonsumsi sejumlah dioksin dengan makan produk hewani, kadar dioksin yang dikonsumsi dengan diet bola kapas mungkin jauh lebih tinggi.

3. Anorexia nervosa

Anoreksia nervosa melibatkan “ketakutan ekstrem” dari kenaikan berat badan. Penderita anoreksia akan melakukan hal ¬†ekstrem yang berpotensi mematikan dalam upaya untuk menurunkan berat badan dan mempertahankannya. Ini termasuk membiarkan tubuh kelaparan dengan diet bola kapas.

Meskipun penurunan berat badan yang berlebihan bisa menjadi salah satu tanda-tanda awal anoreksia, gejala lain dari kondisi ini dapat mencakup perut kembung, pertumbuhan rambut abnormal, tidak menstruasi (amenorrhea), kelelahan, osteoporosis, dan irama jantung abnormal.

Di antara gangguan mental, gangguan makan memiliki tingkat kematian tertinggi. Tingkat kematian untuk anoreksia mencapai 4 persen, yang sering disebabkan oleh gagal jantung atau kegagalan organ lainnya.

4. Malnutrisi

Malnutrisi terjadi ketika tubuh tidak mampu untuk mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan untuk bertahan hidup. Gejala termasuk kondisi ini termasuk kulit pucat, ruam, memar, pegal pada sendi, rambut menipis, gusi berdarah, juga kepekaan terhadap cahaya.

Malnutrisi jangka panjang, sebagai akibat gangguan makan, dapat meningkatan risiko infeksi dan bahkan kematian.

Hal penting yang perlu diingat adalah, penurunan berat badan jangka panjang dan pemeliharaan bobot tubuh dapat dicapai melalui diet sehat dan olahraga teratur. Diet bola kapas tidak hanya merupakan pendekatan penurunan berat badan yang buruk, tapi juga tindakan yang mematikan.

Stop menyiksa diri sendiri, Ladies! (VW)

LEAVE A REPLY