diet alami_programberatbadan.com

Gulalives.com, JAKARTA – Mereka yang berdiet tak jarang melaporkan kenaikan berat badan lebih besar setelah menjalankan diet alami atau dikenal dengan istilah sindroma diet yo-yo. Aih, diet yo-yo memang ampuh banget bikin galau.

Bayangkan, kita sudah capek-capek nurunin berat badan, eh begitu diet kelar, berat badan yang sempat hilang itu kembali lagi. Bahkan dalam jumlah lebih banyak. Ampun.

Diet yo-yo merupakan istilah bagi upaya menurunkan berat badan yang tak konsisten. Pelaku diet berupaya menekan masukan kalori ke dalam tubuh sekuat mungkin. Namun setelah berat badan turun, mereka tak mampu menjaga pola makan. Akibatnya bisa ditebak, berat badan kembali naik.

shutterstock.com
www.shutterstock.com

 

Diingatkan peneliti, diet semacam ini membahayakan kesehatan jantung. Meskipun kolesterol, tekanan darah, trigliserida, dan gula darah membaik dengan turunnya berat badan, kembalinya berat badan seperti semula membuat indikator kesehatan naik ke kadar semula. Bahkan dalam beberapa kasus peneliti menemukan kadarnya meningkat.

Studi yang dilakukan peneliti dari Wake Forest University menemukan diet yo-yo bisa meningkatkan risiko penyakit jantung.

Dalam studinya, peneliti melibatkan lebih dari 100 perempuan obesitas yang telah memasuki masa pasca-menopause. Para partisipan melakukan program penurunan berat badan selama lima bulan. Peneliti tetap memonitor partisipan selama satu tahun.

Selama program penurunan berat badan, partisipan kehilangan berat badan rata-rata 11 kilogram. Setelah satu tahun, dua per tiga dari partisipan meningkat lagi berat badannya setidaknya 1,8 kilogram.

“Perempuan yang meningkat berat badannya 1,9 kilogram atau lebih pada tahun setelah program penurunan berat badan mempunyai sejumlah faktor risiko penyakit kardiovaskular dan diabetes yang semakin buruk,” kata kepala peneliti Daniel Beavers, dari Department of Biostatistics and Public Health Sciences, Wake Forest University School of Medicine, North Carolina.

Dari studi ini, Daniel mengatakan apa yang mencolok dari perempuan yang berat badannya meningkat lagi, meskipun tidak sebanyak berat badan awal, adalah meningkatnya faktor risiko penyakit kronis.

diet yoyo_2
http://www.livemeter.net

 

Guru besar kardiologi University of California Los Angeles, Gregg Fonarow, mengatakan studi ini memperlihatkan pentingnya bukan cuma menurunkan berat badan, tapi juga perlunya membangun strategi yang kontinu dan efektif. “Dengan demikian penurunan berat badan ini dikelola dengan sukses dalam jangka panjang,” kata Gregg.

“Studi ini adalah contoh bagus mengapa kita perlu menghindari diet ‘iseng’, ramuan dan pil yang menjanjikan turun badan dengan cepat,” tutur Samantha Heller, psikolog olahraga dan koordinator nutrisi klinis pada Center for Cancer Care, Griffin Hospital, Connecticut.

Menurut Heller, orang seharusnya memfokuskan untuk menjadi sehat, bukan sekadar permukaan. Mereka seharusnya menciptakan strategi untuk mencapai dan mengelola berat badan yang sehat sepanjang usia mereka. “Turun dan naik berat badan seperti roller coaster merugikan baik secara fisik dan psikologi,” tandas Heller.

Sindroma diet yo-yo bisa terjadi akibat diet kalori yang sangat rendah yang memicu tubuh masuk kembali ke mode kelaparan.

Para ahli berpikir bahwa ini adalah mekanisme perilaku yang terbentuk, yang mungkin telah berevolusi sebagai pertahanan terhadap kelaparan. Ini berarti bahwa tubuh Anda menjadi ekstra efisien dalam membuat sebagian besar dari kalori yang diterimanya.

Bagaimana cara melakukan hal ini? Tubuh melindungi cadangan lemak untuk jangka panjang dan sebagai gantinya, menggunakan jaringan dan otot sebagai sumber kalori. Pada akhirnya, hal itu mengakibatkan hilangnya otot. Itulah kanibalisme murni dan sederhana dari jaringan itu sendiri.

diet yoyo_3
http://nudemushroom.com

 

Karena otot dan jaringan lemak adalah yang paling aktif secara metabolik, mereka membakar kalori lebih banyak daripada lemak.

Makin sedikit jaringan yang kita miliki, semakin lambat laju metabolisme tubuh (artinya kita akan membutuhkan lebih sedikit kalori untuk mempertahankan fungsi tubuh normal). Ini, tentu saja, sangat ideal dalam situasi kekurangan, tetapi belum tentu jika kita mencoba untuk menurunkan berat badan secara permanen, demikian dikatakan Caroline J. Cederquist, M.D., Dirketur Medis Cederquist Medical Wellness Center, yang juga pakar metabolisme dan bariatrik.

Kecenderungan alami adalah berat badan yang sempat hilang, langsung kembali. Tahu ngga kalau kita akan lebih sulit untuk menurunkan berat badan yang telanjur melambung? “Inilah alasan utama mengapa sangat penting untuk melindungi tingkat metabolism selama upaya penurunan berat badan,” kata Caroline seperti dilansir Huffington Post.

Dikatakan Caroline, kita dapat mencapai berat badan jauh lebih efektif dan aman dengan mengonsumsi proporsi yang benar dari karbohidrat kompleks, protein, dan lemak sehat, dan memelihara program kekuatan pelatihan secara rutin.

Sindroma diet yo-yo ini bisa terjadi dalam pola diet mana saja, termasuk Diet Mayo. khususnya jika setelah program diet usai, bukannya menjaga pola makan sehat dan aktivitas fisik teratur, kita malah kalap menyantap segala makanan dan minuman sebagai upaya balas dendam. Jangan deh ya… (VW)

 

LEAVE A REPLY