Gulalives.com, JAKARTA – “Kata siapa anak tunggal semuanya serba istimewa? Kata siapa anak tunggal semuanya manja?” ungkap pemilik akun @elviraysf. “Sebagai anak tunggal, km t kudu ngarti urusan dapur smpe urusan genteng, dr nyalon smpe ngabengkel,” ceplos pemilik akun @septhiutami. Dari dua cuitan di Twitter tersebut, keduanya seakan berusaha menegaskan bahwa menjadi anak tunggal itu nggak harus cengeng. Menjadi anak tunggal itu harus tangguh.

shutterstock_237007117
shutterstock.com

Entah kenapa banyak pandangan negatif kerap dikaitkan kepada anak tunggal. Di antaranya manja, kesepian, dan mendapat perlakuan serba istimewa dari orangtua. Benarkah demikian faktanya? Menurut pengamatan para ahli yang Gulalives lansir dari New Kids Center, banyak juga lho anak tunggal yang memiliki karakter positif. Apa aja yaaa?

 

1. Prestasi akademik yang memuaskan
Studi membuktikan anak tunggal cenderung memiliki prestasi hebat di bidang akademik. Temuan itu didukung sebuah teori sederhana. Orangtua akan meluangkan waktu dan mengucurkan perhatian agar anak semata wayangnya mendapat pendidikan yang lebih bagus. Contoh, seorang gadis cantik bernama Tanya Koleta. Tata, panggilan akrabnya, lulus SMA dengan nilai sangat memuaskan dan ia berhasil masuk Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan Jakarta. Dara berambut panjang itu membuat bahagia kedua ortunya, terutama sang mama, Ribkha Anastasia Ika.

shutterstock.com
shutterstock.com

2. Punya rasa percaya diri yang besar
Menurut para ahli, ini disebabkan oleh perhatian berlebih yang diberikan orangtuanya. Hal itu yang kemudian membuat dia nyaman dan bisa leluasa mengembangkan rasa percaya dirinya.

3. Terlatih hidup mandiri
Anak tunggal cenderung nggak terlalu bergantung kepada orang lain. Ia terbiasa mandiri karena tidak memiliki saudara di dalam rumah. Bahkan untuk bermain pun, dia terbiasa sendiri. Ia senang punya banyak teman, tapi dia juga menikmati waktu ketika sedang sendiri. Dalam memperjuangkan sesuatu, ia harus berjuang seorang diri dengan penuh percaya diri.

4. Lebih teroganisir
Detail dan terorganisir. Anak tunggal senang merinci dan mengatur hal-hal yang mereka sukai. Sepanjang orangtua tidak terlalu memanjakannya ya. Ia akan belajar sangat cepat tentang kehidupan, terutama menguasai hal-hal yang biasa dilakukan oleh orang dewasa.

shutterstock_67955056
shutterstock.com

 

Meski mereka mendapat pendidikan bagus di sekolah dan universitas yang berkualitas, kontrol orangtua tetap nggak bisa dipisahkan. Nah, bagaimana cara efektif yang harus dilakukan orangtua kepada anak tunggal?

 

1. Dorong anak untuk lebih peduli pada orang lain.

Anak tunggal cenderung memikirkan kepentingan dirinya sendiri. Hal itu dipicu karena orangtua memberi porsi perhatian yang sangat besar. Bahayanya, ini bisa menjadi blunder untuknya. Ia akan lebih mudah egois dan merasa wajib diistimewakan. Tugas orangtua untuk mengarahkan agar dia bisa lebih care kepada orang-orang di luar sana yang nasibnya kurang beruntung.

Saat momen ultah misalnya. Orangtua bisa mengajaknya untuk berbagi kebahagiaan dan rezeki dengan anak-anak di panti asuhan. Itu akan membuat dia mudah untuk berempati kepada orang lain.

2. Jauhi sikap terlalu protektif

Sikap ini hanya akan membuat mereka tumbuh menjadi anak yang nggak mandiri dan kurang percaya diri. Oke lah, itu adalah satu-satunya buah hati yang dimiliki. Biarkan saja dia untuk belajar melakukan hal-hal yang sudah seharusnya dilakukan sendiri sesuai usianya.

3. Didik soal tanggung jawab

Banyak hal kok bisa dilakukan untuk memupuk rasa bertanggung jawab terhadap sesuatu. Contoh, ajarkan dia untuk membenahi mainan yang berantakan. Ajak dia untuk rutin menyiram tanaman setiap sore hari. Dengan begitu, dia nggak akan tumbuh sebagai seorang bos yang hobi main perintah seenaknya ke pembantunya di rumah.

Anak tunggal adalah harapan satu-satunya orangtua di masa depan. Mereka memikul beban yang tidak dimiliki oleh anak yang memiliki saudara di rumahnya. Anak tunggal terlahir untuk menjadi generasi penerus orangtua. Ternyata, banyak juga ya sisi positifnya. (VD)

LEAVE A REPLY