jomblo galau_www.sofeminine.co.uk
Foto Ilustrasi (shutterstock.com)
Foto Ilustrasi “Mencari Jodoh secara Online” (shutterstock.com)

Gulalives.com, JAKARTA – Mungkin Sista tengah galau dalam mencari jodoh yang belum juga datang saat ini. Galau tidak hanya usia yang terus bertambah tapi juga pertanyaan orang-orang di sekitar yang terkadang terasa ngeselin, ya kan? Selain orang tua, para tetangga pun mulai banyak yang bertanya ‘kapan kamu nikah?’ Padahal jelas-jelas mereka tahu apa jawabannya: ya kalau sudah bertemu jodohnya dong!

Tapi Sebenarnya sih, itu bentuk perhatian mereka kepada Sista. Jadi tanggapi saja dengan santai, minta do’a dari mereka agar kita bisa segera bertemu jodoh.

Foto Ilustrasi (shutterstock.com)
Foto Ilustrasi (shutterstock.com)

Mencari jodoh itu gampang-gampang susah, ada trik dan seninya tersendiri. Karenanya Sista perlu tahu beberapa tips dalam mencari jodoh yang disampaikan Janice Lieberman dan Bonnie Teller dalam buku How to Shop for a Husband:

  1. Jangan terlalu pemilih. Mencari pendamping hidup tentu saja tidak boleh sembarangan. Tapi juga bukan berarti Sista jadi seorang yang sangat pemilih. Lucu deh kalau seorang wanita menolak pria yang sudah nyata-nyata mengungkapkan ingin menikahinya hanya gara-gara nggak suka cara dia berpakaian yang sangat ketinggalan zaman. Padahal nanti Sista bisa menjadikan si dia seorang fashionista setelah menikah, kan yang ngurus pakaian suami adalah istri.

    16 Tips Cari Jodoh Bagi Para Jomblo Galau_13
    Foto Ilustrasi (shutterstock.com)
  1. Carilah seorang pria yang akan tahan terhadap ujian waktu. Berumah tangga itu tidak selalu menyenangkan. Ada kalanya dihiasi dengan kesedihan dan kejadian tidak menyenangkan. Sebagai seorang perempuan, Sista harus mencari pria yang memiliki nilai dan karakter yang bisa membuat rumah tangga Sista tetap bertahan dalam situasi apapun. Sosok pria yang bertanggung jawab, penyabar, dan bersedia membantu pekerjaan rumah tangga, bukan sekedar pria tampan atau kaya karena warisan.

    Foto Ilustrasi (shutterstock.com)
    Foto Ilustrasi (shutterstock.com)
  1. Jika benar-benar tidak tertarik padanya, tinggalkan. Ini sangat sederhana. Tidak akan langgeng hubungan yang tidak ada rasa ketertarikan di dalamnya. Sesuatu yang istimewa pada seorang istri akan membuat suami setia pada pasangannya.

    Foto Ilustrasi (shutterstock.com)
    Foto Ilustrasi (shutterstock.com)
  1. Semakin banyak memiliki kesamaan dengan si dia, semakin besar kemungkinan Sista akan memiliki pernikahan yang bahagia. Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa kesamaan – bukan perbedaan – yang akan menarik satu sama lain dan membuatnya menetap.

    Foto Ilustrasi (shutterstock.com)
    Foto Ilustrasi (shutterstock.com)
  1. Biro Jodoh online adalah sesuatu yang perlu saat ini. Manfaat terbesar mengikuti biro jodoh secara online adalah Sista dapat mencari seseorang sesuai dengan yang diinginkan dan benar-benar fokus pada kualitas yang paling penting. Selain itu, peluang untuk bertemu jodoh lebih besar karena tidak dibatasi oleh daerah tertentu sehingga yang menjadi member lebih banyak.

    Foto Ilustrasi (shutterstock.com)
    Foto Ilustrasi (shutterstock.com)
  1. Sista harus keluar dari “zona perempuan” dan pergi berbelanja di ” zona pria” dalam rangka untuk menemukan pria impian. Pergi ke mana banyak laki-laki berkumpul (bukan berarti sendrian ke sarang penyamun ya) seperti bermain basket, memancing, konferensi teknologi, atau pelatihan bisnis.

    Foto Ilustrasi (shutterstock.com)
    Foto Ilustrasi (shutterstock.com)
  1. Ada baiknya untuk tidak mengajak teman. Pikirkan tentang hal ini: apakah teman-teman perempuan Sista yang masih sama-sama jomblo benar-benar mengutamakan Sista atau mereka adalah pesaing untuk pria yang memenuhi kriteria di luar sana? Jadi pastikan, berkenalan, berkomunikasi, dan bertemu seorang pria bersama teman Sista yang sudah menikah.

    Foto Ilustrasi (shutterstock.com)
    Foto Ilustrasi (shutterstock.com)
  1. Pilihlah orang yang tidak terlalu rupawan seperti Sista dan pastikan dia bersedia untuk mencuci piring. Ini serius, lho Sista. Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa orang-orang yang percaya bahwa mereka menikahi seseorang yang terlihat bijaksana (bukan tampan) dan yang mau membantu pekerjaan rumah adalah orang-orang yang menjalani pernikahan mereka untuk jangka panjang.

    Foto Ilustrasi (shutterstock.com)
    Foto Ilustrasi (shutterstock.com)
  1. Beritahu semua orang yang Sista kenal bahwa Sista siap dan bersedia untuk menikah. Dan kemudian beritahu mereka lagi. Kehidupan Sista bisa jadi bukan hal pertama yang ada dalam benak teman-teman Sista, jadi gigihlah. Semua orang tahu pernikahan dihasilkan dari dipertemukan – Sista bisa jadi yang berikutnya.

    Foto Ilustrasi (shutterstock.com)
    Foto Ilustrasi (shutterstock.com)
  1. Kenali seorang penipu ketika Sista mendapati seorang pria yang hanya ingin berhubungan seks tanpa menikah, atau terlihat terlalu sempurna, maka Sista perlu waspada.

    Foto Ilustrasi (shutterstock.com)
    Foto Ilustrasi (shutterstock.com)

Selain itu, Gulalives punya tips tambahan lainnya nih. Banyak amat yak? Ya iya dooong, ini urusan sisa usia kita akan dihabiskan bersama siapa.

  1. Yakini bahwa Tuhan yang mengatur jodoh kita. Dengan rasa yakin kepada Tuhan, sudah pasti kita tidak akan bersedih hati jika ternyata gagal menikah dengan seseorang yang kita anggap dia adalah jodoh kita. Karena semuanya sudah diatur sama Tuhan. Siapa, kapan dan bagaimana kita bertemu jodoh.

    Foto Ilustrasi (shutterstock.com)
    Foto Ilustrasi (shutterstock.com)
  1. Terus memperbaiki diri. Jika kita masih sibuk mencari jodoh, sementara teman-teman kita anaknya sudah tiga dan besar-besar, maka jangan berkecil hati. Siapa tahu itu karena kita dinilai Tuhan belum cocok dengan jodoh kita yang sangat baik. Maka sibukkan diri untuk memperbaiki diri hingga menjadi wanita yang mengutamakan kecantikan hatinya. Kan wanita baik-baik untuk pria baik-baik. Sederhananya gini, Sis. Nggak akan mungkin berjodoh cewek yang suka ke tempat ibadah dengan cowok yang suka narkoba. Karena tempat nongkrongnya saja beda. Kecuali si cowoknya tobat terus sering ke tempat ibadah. Nah, kemungkinan bisa jodoh tuh.

    Foto Ilustrasi (shutterstock.com)
    Foto Ilustrasi (shutterstock.com)
  1. Be your self. Saking ngebetnya pengen nikah, Sista mungkin mengikuti saran untuk tampil beda dibandingkan yang lain. Berpakaian blink-blink yang menyilaukan, lipstik merah menyala, dan high heels 20cm yang tak kalah nge-blink. Atau Sista berusaha tertawa di setiap kesempatan untuk memberikan kesan sebagai seorang yang hangat dan humoris. Ugh! Sampai kapan Sista mampu bertahan? Dan orang lain bisa dengan mudah tahu kok, mana yang asli dan mana yang hanya bersandiwara. Jadilah diri sendiri. Setiap kita memiliki keunikan kepribadian yang menarik.

    Foto Ilustrasi (shutterstock.com)
    Foto Ilustrasi (shutterstock.com)
  1. Terbuka. Terbuka artinya Sista bersedia menampung semua tawaran cowok yang datang. Jangan baru tahu kerjanya sebagai sales marketing, Sista langsung menolak. Terima dulu, kenali dulu, baru seleksi. Siapa tahu dia adalah manajer sales marketing-nya.

    Foto Ilustrasi (shutterstock.com)
    Foto Ilustrasi (shutterstock.com)
  1. Realistis. Jangan mimpi seperti film Cinderella dimana wanita biasa menikah dengan seorang pangeran. Mungkin kisah ini terjadi, tapi 1 di antara 1000 pernikahan. Sista harus ingat bahwa yang kita cari adalah jodoh kita, bukan pangeran. Kalaulah ada pangeran, pertanyaannya adalah apakah kita masuk dalam kriteria calon istrinya? Jangan jadi pungguk merindukan bulan, pilih yang pasti-pasti saja.

    Foto Ilustrasi (shutterstock.com)
    Foto Ilustrasi (shutterstock.com)
  1. Tinggalkan para pria ini. Demetria L. Lucas, penulis buku A Belle in Brooklyn: The Go-to Girl for Advice on Living Your Best Single Life, memberikan beberapa ciri pria yang sebaiknya Sista jauhi:
  1. Tidak bisa memimpin. Suami adalah pemimpin tertinggi dalam keluarga. Ada masanya dia harus membuat keputusan cepat, ada kalanya dia harus menjadi seorang pendengar baik bagi istri dan anak-anaknya. Jika si dia plin-plan, bahkan tidak bisa memilih hal-hal remeh, maka saatnya mengucapkan: bye!

    Foto Ilustrasi (shutterstock.com)
    Foto Ilustrasi (shutterstock.com)
  2. Mengharuskan Sista mematuhi semua perkataannya. Benar bahwa seorang istri harus tunduk kepada suami. Tapi bukan berarti Istri tidak boleh mengutarakan pendapatnya. Ada pintu-pintu diskusi setelah menikah karena hakikatnya suami-istri adalah rekan kerja yang memiliki misi menjaga rumah tangga selamat dunia akhirat.

    Foto Ilustrasi (shutterstock.com)
    Foto Ilustrasi (shutterstock.com)
  3. Menggunakan panggilan kasar kepada Sista atau saat menyebut perempuan. Ini menunjukkan tingkat penghargaan seorang pria kepada seorang perempuan. Walaupun dia menggunakan kata-kata tersebut untuk menyebut wanita lain, tapi percayalah, suatu saat dia akan menyebut Sista dengan cara yang sama.
  4. Ia sering menyalahkan wanita untuk segala sesuatu. Pada akhirnya dia akan mulai menyalahkan Sista. Maka menjauhlah dari pria yang suka menyebut “kau tidak seperti wanita lain”

    Foto Ilustrasi (shutterstock.com)
    Foto Ilustrasi (shutterstock.com)
  5. Seorang pria yang terobsesi dengan penampilan fisik. Ingat bahwa penampilan Sista akan “memudar” saat usia bertambah dan dia akan melihat para wanita yang lebih muda.

    Foto Ilustrasi (shutterstock.com)
    Foto Ilustrasi (shutterstock.com)
  6. Seseorang yang tidak ingin berkomitmen. Jika dia selalu menghinda saat Sista mulai membicarakan tentang pernikahan, atau banyak alasan untuk menunda pernikahan, maka itu bisa menjadi ciri pria yang belum siap dalam komitmen pernikahan. Pernikahan merupakan komitmen terpanjang dalam hidup seseorang, yang harus dijalani hingga ajal memisahkan.

    Foto Ilustrasi (shutterstock.com)
    Foto Ilustrasi (shutterstock.com)

 

Cara Mencari Jodoh

Jodoh itu sesuatu yang sama sekali tidak bisa ditebak. Jadi kewajiban kita hanyalah melakukan usaha semaksimal mungkin, selain berdo’a tentunya. Lalu bagaimana dengan perempuan? Bukannya kita lebih bersifat pasif, menunggu seorang pria datang melamar?

Foto Ilustrasi (shutterstock.com)
Foto Ilustrasi (shutterstock.com)

Eeeh, siapa bilang? Sebagai perempuan, kita boleh kok berusaha mencari jodoh. Tapi tetap dengan cara-cara yang tidak menurunkan martabat kita sebagai perempuan. Berikut Gulalives berikan beberapa cara yang bisa Sista lakukan dalam hal mencari jodoh.

1. Minta Dicarikan Orang Tua

Orang tua kita itu hidup sudah jauh lebih lama dari kita. Sudah pasti memiliki lebih banyak kolega, atau jaringan yang luas sehingga jangan lewatkan meminta bantuan mereka dalam mencarikan jodoh.

Banyak dari perempuan saat ini tidak mau menerima tawaran seorang pria dari orang tua. Menganggap itu sebagai sebuah perjodohan. Lalu menolak dengan alasan sekarang bukan zaman Siti Nurbaya yang menikah karena dijodohkan oleh orang tua mereka. Emang salahnya dimana kalau Sista menikah karena dijodohkan orang tua?

Foto Ilustrasi (shutterstock.com)
Foto Ilustrasi (shutterstock.com)

Orang tua pasti menginginkan yang terbaik dan kebahagiaan bagi semua anak-anaknya. Biasanya mereka memberikan kriteria untuk calon menantunya adalah mapan secara materi, dari keluarga baik-baik, dan bertanggung jawab. Tuuuh, semuanya nggak ada yang buruk, kan?

Jika memaksa Sista menikah dengan seseorang yang menurut mereka terbaik tapi kemudian membuat Sista tidak bahagia, orang tua pasti akan berpikir ulang. Mereka selalu memberikan keputusan akhir kepada Sista.

Kalau orang tua menawarkan seseorang kepada Sista, diterima dulu. Kenali terlebih dahulu siapa dia. Jika merasa tidak cocok, tinggal jelaskan kepada orang tua alasan penolakan Sista. Tapi bukan mencari-cari alasan ya.

Semua bisa dikompromikan kok, Sis. Sampaikan saja keinginan Sista bagaimana. Dengarkan juga apa yang menjadi keinginan orang tua. Lalu cari titik temu di antara kedua keinginan tersebut.

 

2. Melalui Teman

Minta dicarikan jodoh ke teman juga boleh banget. Namun ada beberapa kriteria ‘mak comblang’  yang perlu Sista perhatikan.

a. Jujur dan dapat dipercaya

Pastikan bahwa teman Sista adalah seorang yang jujur.  Sehingga dia akan menceritakan apa adanya kondisi Sista dan si cowok tanpa menutup-nutupi kebaikan atau kekurangannya. Dia juga tidak akan melebih-lebihkan informasi yang dia ketahui.

b. Dia mengenal kamu dan dia dengan baik

Kenal bukan sekedar kenal. Tapi setidaknya pernah melakukan perjalanan jauh bersama-sama. Lho, kok? Karena saat melakukan perjalanan jauh, ada banyak hal yang terjadi. Tidak mungkin terus-terusan menjaga imej sehingga kita bisa mengetahui karakter asli seseorang.

Foto Ilustrasi (shutterstock.com)
Foto Ilustrasi (shutterstock.com)

c. Sudah menikah

Usahakan yang menjadi comblang kita adalah teman perempuan yang sudah menikah. Ini untuk mencegah ‘teman makan teman’. Kalau teman kita yang jadi mak comblang adalah orang yang juga sedang mencari jodoh, bisa-bisa kalau ada ‘barang’ bagus, dia embat sendiri.

Nah, kalau ketiga syarat ini sudah dipenuhi, ketika mak comblang mengenalkan Sista dengan seseorang, Sista tetap perlu mengecek kebenaran informasi tentang si cowok. Bisa dengan mencari pendapat kedua (second opinion), atau mengecek langsung ke lapangan.

Misalnya mak comblang bilang dia orangnya rajin ibadah, Sista bisa mengecek langsung benar atau nggak berita itu dengan nongkrong di tempat ibadah yang biasa dia kunjungi. Tanpa sepengetahuan dia pastinya. Main detektif-detektifan nih ceritanya demi kebahagiaan masa depan kita.

 

3. Ikut Biro Jodoh

Bagi yang tidak memiliki banyak keluarga atau kenalan, bisa coba bergabung dengan biro jodoh. Biro jodoh atau kontak jodoh ada 2 jenis yaitu biro jodoh offline dan biro jodoh online. Kalau biro jodoh offline, biasanya semua aktifitas dilakukan langsung di dunia nyata dan menggunakan benda-benda fisik. Misalnya formulir pendaftaran berupa kertas, pengelola harus bertemu langsung dengan member untuk memberikan biodata yang sesuai, dan sebagainya. Untuk biro jodoh offline, semua biodata member cowok dan cewek akan dimoderasi oleh pengelola.

Di samping itu, Sista bisa juga mencoba cari jodoh online. Pada cara ini, sebagian aktifitas dilakukan secara online melalui internet. Mulai dari pendaftaran (memasukkan biodata), mencari biodata lawan jenis yang mungkin memenuhi kriteria kita, hingga komunikasi awal antar si cowok dan si cewek di dunia maya melalui chatting atau bertukar pesan sebelum bertemu langsung di dunia nyata.

Foto Ilustrasi (shutterstock.com)
Foto Ilustrasi (shutterstock.com)

Biro jodoh online ada yang gratis dan ada yang berbayar. Ada yang benar-benar tanpa perantara atau moderasi sehingga para anggota bisa langsung melihat biodata member lainnya secara langsung. Tapi ada yang masih dimoderasi oleh pengelola, contohnya kontak jodoh yang diasuh oleh Ustadz Awan Abdullah, disebut Majelis Ta’aruf ‘Taman Surga’ (www.tamansurga.com). Setiap biodata member cewek yang masuk, akan dicarikan biodata member cowok yang kira-kira sesuai dengan kriteria yang diinginkan oleh pengelola.

Ketika mengikuti kontak jodoh online, sebaiknya berhati-hati. Ada kalanya pihak biro jodoh tidak mampu memberikan layanan seperti yang dijanjikan padahal kita sudah bayar uang keanggotaan. Selain itu, berhati-hati dengan member lainnya, tidak sedikit yang menggunakan media ini untuk mencari korban pemerkosaan. Baca beberapa tips ikut biro jodoh online di sini.

4. Memperluas pergaulan

Sista harus lebih membuka diri. Keluar dari zona aman. Mulai lakukan sesuatu yang baru di luar kebiasaan Sista. Misalnya bergabung dengan sebuah komunitas atau LSM bisa jadi salah satu cara Sista mencari jodoh. Siapa tahu jodoh Sista adalah salah satu peserta komunitas tersebut. Atau saat nongkrong di toko buku, Sista bertemu seorang pria yang juga sebenarnya ke toko buku untuk mencari jodohnya.

Foto Ilustrasi (shutterstock.com)
Foto Ilustrasi (shutterstock.com)

Selain menambah teman baru, hubungi kembali teman-teman lawas kita. Bisa reunian seru di kafe atau janjian nobar film terbaru. Siapa tahu saat datang ke acara itu, teman kita membawa seorang jomblo yang sedang ngebet pengen nikah. Datang ke undangan pernikahan, atau bahkan acara aqiqahan anak teman juga perlu dilakoni. Walaupun Sista biasanya malas banget ikut acara-acara begituan.

Jika semua sudah dilakukan dalam mencari jodoh tapi belum juga bertemu, jangan khawatir. Siapa tahu, pria selanjutnya adalah jodoh Sista.

LEAVE A REPLY