jodoh bule_americanindonesian.com

Cari Jodoh Bule Baca Dulu 10 Tantangannya Ini_8

Gulalives.com , JAKARTA – Banyak yang sangat terobsesi dalam mencari jodoh, tapi ada juga yang galau, ragu-ragu. Apa alasan seorang perempuan cari jodoh seorang bule? Kebanyakan sih mengungkapkan karena ingin memperbaiki keturunan. Karena bule rata-rata tinggi, hidung mancung, kulit putih, dan kebanyakan memiliki penghasilan tinggi. Ada juga beralasan biar bisa jalan-jalan ke luar negeri secara rutin.

Pastinya, nggak selamanya yang telihat indah itu mudah untuk dijalani, lho Sis. Sebelum mulai mencari jodoh orang bule, Sista perlu tahu beberapa hal sebagai pertimbangan atau mungkin persiapan. Berikut adalah 10 alasan mengapa menikah dengan orang asing itu sulit menurut Corey Heller, pendiri multilingualliving.com.

10. Jauh dari Keluarga

Foto Ilustrasi (shutterstock.com)

Salah satu dari pasangan pasti berada jauh dari keluarga dan teman-temannya. Atau bahkan pasangan suami-istri tersebut harus tinggal di negara ketiga yang bukan merupakan negara asal mereka. Kesempatan untuk berkumpul bersama dengan keluarga secara fisik pasti sangat sulit.

9. Kehilangan Tradisi Liburan

Cari Jodoh Bule Baca Dulu 10 Tantangannya Ini_2

Saat tinggal di negara asing, kita harus menyeuaikan diri dengan kebiasaan atau budaya negara setempat. Yang sudah pasti termasuk kebiasaan liburan. Cuma Indonesia, lho Sis yang mempunyai tradisi mudik Idul Fitri. Bahkan tidak ada di negara Arab Saudi sekalipun. Nah, bisa dibayangkan jika Sista tinggal di negara minoritas Islam seperti Jerman. Sista tentu saja tetap merayakan hari raya tapi dalam suasana yang jauh lebih sepi karena hanya sedikit orang yang merayakan. Belum lagi makanan khas lebaran yang sulit ditemukan seperti saat di Indonesia. Ugh! Banjir air mata…

8. Kesalahpahaman Budaya

Foto Ilustrasi (shutterstock.com)

Suami dan Sista harus belajar untuk menghargai budaya masing-masing. Ada kalanya perbedaan budaya kedua negara saling bergesekan satu sama lain dengan cara yang salah. Makan pakai tangan di Indonesia mah hal yang biasa, tapi bagi orang Inggris yang sangat memperhatikan table manner? Keistimewaan budaya suami yang paling Sista sukai juga dapat menyebabkan frustrasi ketika Sista tidak dalam kondisi terbaik dalam menjalaninya.

7. Bagaimana Jika Kita Bercerai?

Foto Ilustrasi (shutterstock.com)

Tidak pernah ada yang bisa tahu kemana hidup akan membawa kita, jika suami dan Sista harus bercerai (Tuhan membenci perbuatan ini), maka yang akan merasakan kesulitan bukan hanya suami atau istri tapi juga anak-anak, terutama jika kedua orang tua memiliki kewarganegaraan yang berbeda. Pasangan internasional yang bercerai cenderung memiliki lebih banyak keputusan sulit untuk diambil jika dibandingkan dengan mereka yang berasal dari negara yang sama.

6. Belajar Bahasa

Foto Ilustrasi (shutterstock.com)

Ketika memutuskan untuk mencari jodoh bule, artinya Sista siap belajar bahasa pasangan. Iya dong. Masak mau pakai bahasa isyarat selama bertahun-tahun? Tidak cuma cas cis cus dalam pengucapannya, tapi juga kita harus bisa memahami ‘nuansa’ dan ‘rasa’ dari penggunaan suatu ekpresi bahasa pasangan kita. Ini supaya kita bisa memahami lelucon halus yang di sampaikan oleh keluarganya saat kita berkunjung. Jangan sampai Sista terlambat tertawa, atau bahkan tidak tertawa sama sekali. Juga biar kita tidak merasa terasing dalam keramaian saat nongkrong bareng teman-teman di negara asalnya.

5. Dibutuhkan Banyak Pekerjaan Rumah

Foto Ilustrasi (shutterstock.com)

Pernikahan secara umum memberikan banyak pekerjaan rumah. Namun, pernikahan internasional sedikit lebih banyak dari itu. Sista harus mendengarkan keluhan suami (bisa jadi untuk waktu yang lama) tentang betapa berbedanya kehidupan di Indonesia dengan negara asalnya. Lalu ada kemungkinan Sista menjadi orang yang mengeluh saat pindah ke negaranya.

Selain membiasakan diri hidup dengan satu sama lain, Sista dan suami akan memiliki budaya yang sama sekali berbeda untuk dihadapi. Ini bisa membuat pernikahan terkadang tidak menyenangkan, dan menguji pernikahan bahkan hingga bertahun-tahun.

4. Tidak Pernah Benar-benar Merasa di Rumah

Foto Ilustrasi (shutterstock.com)

Meskipun suami merasa sangat nyaman di Indonesia, dia pasti tidak 100 persen merasa seperti di rumahnya sendiri. Situasi yang sama akan Sista alami saat berada di negaranya. Tidak hanya orang lain memperlakukan Sista sebagai orang asing, tidak peduli seberapa keras Sista mencoba, negara asing tidak akan pernah memberikan kenyamanan yang sama seperti negara asal kita, Indonesia.

3. Akhir Liburan yang Sebenarnya

Foto Ilustrasi (shutterstock.com)

Hal lain yang perlu dipertimbangkan saat mencari jodoh orang bule adalah setelah menikah dengan pria asing dan tinggal di negara yang berbeda, Sista akan memiliki kebiasaan liburan yang baru yaitu mengunjungi keluarga. Tidak ada yang bisa kita lakukan untuk mempererat silaturahim atau melihat keadaan keponakan, paman, atau tante kita selain dengan mendatangi mereka kapanpun kita ada kesempatan.

Tapi ini sebenarnya merupakan akhir dari menikmati liburan yang sebenarnya. Selain kita tidak bisa benar-benar pergi ke tempat liburan yang benar-benar kita inginkan, saat mengunjungi keluarga, tidak menutup kemungkinan mendengar curhat suatu permasalahan yang meminta kita turun tangan untuk menyelesaikan.

2. Tiket Pesawat Mahal

Cari Jodoh Bule Baca Dulu 10 Tantangannya Ini_10

Sementara orang lain menyimpan kelebihan uang mereka untuk tabungan perguruan tinggi atau pensiun, kita akan menabung untuk tiket penerbangan berikutnya ke negara asal suami! Belum lagi jika kurs dolar sedang naik. Investasi untuk tiket pesawat ini terkadang memberatkan. Tapi perlu diingat bahwa nenek anak-anak kita tidak akan hidup selamanya jadi lakukan apa yang kita bisa untuk mengunjunginya sesering mungkin. Namun kita tetap berusaha untuk berinvestasi pada pendidikan anak-anak dan saat kita pension nanti.

1. Setidaknya Sepasang Kkek-Nenek Selalu Jauh

Foto Ilustrasi (shutterstock.com)

Anak-anak kita akan sulit menemukan kedua pasang kakek-neneknya berada di dekatnya secara bersamaan. Seseorang selalu akan menjadi jauh, sangat jauh. Skype atau media sosial adalah hal yang indah tetapi tetap tidak bisa menggantikan saat-saat menghabiskan waktu secara nyata, kakek-nenek, bibi dan paman yang bisa disetuh secara fisik. Ini terkadang bisa sangat memilukan.

Dan ada satu hal lainnya yang perlu dipikirkan jika ingin mencari jodoh bule: Dimana akan dimakamkan ketika kita mati? Apakah akan di negara tempat kita hidup sekarang? Atau di negara asal kita? Atau akan kita biarkan anak-anak kita memutuskan berdasarkan dimana mereka hidup? Banyak dari kita sudah tahu jawabannya sementara yang lain tidak tahu.