source : www.shutterstock.com
source : www.shutterstock.com

Gulalives.com, JAKARTA – Kanker payudara masih menjadi momok yang menakutkan. Penyakit ini menduduki posisi teratas kanker pada perempuan, bersaing ketat dengan kanker serviks.

Jika terlambat diketahui, kanker payudara sulit diobati. Ibarat pepatah, mencegah lebih baik mengobati. Hal ini juga berlaku bagi kanker payudara. Untungnya, pencegahan kanker payudara bisa dilakukan.

Buat kamu yang memiliki risiko kanker payudara moderat atau rata-rata, lakukan perubahan dalam kehidupan sehari-hari untuk membantu mengurangi risiko kanker payudara.

Hal yang bisa dilakukan untuk meminimalkan risiko antara lain:

1. Kurangi atau batasi minuman beralkohol.

Batasi jumlah asupan minuman beralkohol atau minumlah kurang dari satu kali setiap hari, khususnya jika tak bisa meninggalkan kebiasaan minum.

Aktivitas fisik berguna untuk menjaga kesehatan
Aktivitas fisik berguna untuk menjaga kesehatan

2. Berolahraga setiap hari.

Cobalah setidaknya olahraga minimal 30 menit hampir setiap hari dalam seminggu. Jika belum terlalu aktif, tanyakan dokter bagaimana langkah yang baik untuk memulai aktivitas fisik.

3. Batasi terapi hormon pasca-menopause.

Kombinasi terapi hormon dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Bicarakan dengan dokter mengenai keuntungan dan risiko dari terapi hormon.

source : www.shutterstock.com
source : www.shutterstock.com

4. Sejumlah perempuan mengalami tanda-tanda dan gejala kanker selama menopause, dan bagi mereka, peningkatan risiko kanker payudara – dapat diterima untuk meringankan tanda-tanda dan gejala menopause.

Untuk mengurangi risiko kanker payudara, gunakan terapi hormon dengan dosis yang paling rendah dalam waktu singkat.

5. Menjaga berat badan normal.

Jika berat badan kamu sekarang normal, pertahankan. Apabila kamu kegemukan, lakukan diet atas saran dokter. Kurangi jumlah kalori yang dikonsumsi setiap hari dan mulailah melakukan olahraga teratur secara perlahan-lahan.

Bagaimana jika kamu berisiko tinggi kanker payudara? Sejumlah pencegahan kanker payudara berikut ini disarankan bagi mereka yang berisiko tinggi. Nah, risiko tinggi atau tidak terkena kanker payudara diputuskan oleh dokter setelah ia mengkaji riwayat keluarga pasien dan faktor-faktor lainnya serta memutuskan bahwa seorang perempuan memiliki peluang besar terkena kanker payudara.

source : www.shutterstock.com
source : www.shutterstock.com

Beberapa pilihan untuk mengurangi risiko tersebut antara lain:

1. Pengobatan pencegahan (kemoprefensi).

Pengobatan dengan cara pemblokiran estrogen dapat membantu mengurangi risiko kanker payudara. Pilihan ini termasuk Tamoxifen dan Raloxifene. Pengobatan ini membawa dampak dan efek samping, seperti peningkatan risiko pembekuan darah.

Tidak seperti Raloxifene, Tamoxifene dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker rahim. Jadi, sangatlah penting untuk berbicara dengan dokter mengenai riwayat medis pribadi untuk menentukan pengobatan apa yang cocok untuk pasien, demikian ditekankan Mayoclinic.org.

2. Operasi pencegahan.

Wanita yang memiliki risiko tinggi terkena kanker payudara dapat memilih untuk melakukan operasi pengangkatan payudara mereka yang sehat (mastektomi propilaktik). Hal ini dilakukan oleh aktris Angelina Jolie

Mereka juga bisa memilih untuk melakukan operasi pengangkatan rahim mereka yang sehat untuk mengurangi risiko kanker payudara dan kanker rahim.

3. Deteksi Dini

source : www.shutterstock.com
source : www.shutterstock.com

Meskipun kita tidak dapat mencegah pertumbuhan kanker payudara dengan memonitor dan melakukan tes payudara sendiri, namun kita bisa melakukan langkah antisipasi untuk menemukan kanker payudara sedini mungkin dan pada stadium serendah mungkin, dengan melakukan SADARI (periksa payudara sendiri).

Perlu diingat ya, SADARI tidak dapat mencegah kanker payudara, namun dapat membantu perempuan untuk mengerti lebih baik perubahan-perubahan yang payudara alami dan mengenali tanda dan gejala pada payudara yang tidak biasa.

Untuk mereka yang berisiko tinggi terkena kanker payudara, dokter mungkin akan menyarankan mamografi atau bahkan USG payudara untuk mendeteksi kemungkinan kanker di stadium dini.

Dokter tentu saja tahu paling baik kapan sebaiknya seseorang perlu mulai peduli dengan risiko kanker payudara. Namun untuk SADARI, bisa dilakukan sejak perempuan mendapatkan haid pertamanya. Tak ada yang salah dengan berjaga-jaga. Lagian, SADARI bisa dilakukan sendiri, tanpa biaya. (VW)

LEAVE A REPLY